Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Peran Santri Dalam Memerdekakan Bangsa

Peran Santri Dalam Memerdekakan Bangsa

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Minggu, 21 Okt 2018
  • visibility 210
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Taufiq Idris

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan bahkan menghapus sejarah pahlawannya (distorsi), hal ini menggambarkan bagaimana manusia (regenarasi) yang mampu melakukan internalisasi nilai-nilai perjuangan para pejuang bangsa dalam banyak literatur kesejarahan, bangsa ini diperlukan untuk kembali membaca teks-teks sejarah lama sehingga mampu melakuan kontekstualisasi dan rekontruksi dari sebuah nilai tadi.

Spirit peradaban dan spirit kebangsaan disertai nasiolisme yang yang tinggi mampu menggerakan masyarakat untuk terus melakukan kraesi-kreasi yang dianggap menjadi sebab terjadinya sebuah gerakan yang mengantarkan pada sebuah harap kolektif yang tertanam sejak awal untuk merajut kebebasan dalam berekspresi dan berinovasi sebagai bentuk kemerdekaan.

Kita sebagai bangsa yang sadar bahwa sejak lahir manusia ini menjadi khalifah fil ard dimuka bumi yang merdeka, dan barang tentu mengetahui bahwa kemerdekaan tanah air tidak serta merta didapat dengan ruang kosong, dengan kata lain kemerdekaan sebuah bangsa sarat akan pertumpahan darah dan banyak wanita menjadi janda, anak menjadi yatim dan tak kalah pentingnya adalah kemerdekaan ini didapat dengan berbagai gagasan antar elemen bangsa, artinya apa?.

Kemerdekaan ini didapat dengan seribu gagasan yang dirumuskan oleh seluruh elemen bangsa ini tak terkecuali didalamnya adalah santri. peranan santri inilah tidak boleh kita anggap remeh dan bahkan berasumsi tidak ada samasekali kemudian dengan entengnya dilupakan begitu saja dalam percaturan sejarah kemerdekaan.

Apa yang menjadi motif penulis buku-buku sejarah Nasional tidak mencantumkan peran besar dari seorang santri. beberapa buku yang mengurai tentang rentetan kemerdekaan bangsa, semisal penulis sebut “SEJARAH INDONESIA MODERN, SEJARAH NASIONAL, dan banyak lagi buku yang menggambarkan tentang kemerdekaan ini, namun tak satupun penulis temukan dalam buku tersebut kiprah atau peranan santri dalam dinamika bangsa, dalam hal ini penulis angkat “resolusi jihad” semisal.

Hal inilah kemudian mengusik penulis untuk mengatakan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia ini tidak bisa lepas dari jerih dan pola pikir yang visioner dari seorang Santri. kita diingatkan pada sebuah fenomina besar yang terjadi pada masa silam, ada banyak sumber mengatakan tanggal 22 Oktober 1945 digemparkan dengan sebuah intruksi dari seorang santri jebolan Madura yang lazim kita disebut “resolosi jihad”. konon beliau menyandang predikat Hadratus syaikh karena banyaknya kitab dan hadis yang telah dihafal dan menguasai secara mendalam sehingga membentuk beliau menjadi stik holder dari sebuah gerak yang mampu menggerakkan seluruh masyarat jawa madura dari kalangan petani (proletar) sampai kiai untuk bahu membahu mempertahankan kemerdekaan yang baru saja di dapat.

Kebijakan santrilah yang mengakibatkan momentum besar tersebut terjadi, bahwa ujung tombak pergerakan itu merupakan santri dari seorang ulamak hkarismatik asal bangkalan Madura yaitu Syaikhona Kholil sehingga menjadi kewajiban dan keharusan dari seorang santri untuk mengungkapkan tabir-tabir yang sengaja menutupi dari lemberan sejarah.

Cinta tanah air (Nasiolisme) menjadi rujukan dan sebagai sumber kekuatan untuk memberikan kontribusi pada bangsa ini, sumbangsih santri tidak perlu dipertanyakan lagi terhadap bangsa ini yakni mengusir penjajah sudah menjadi aktivitas santri.

Bangsa ini didirikan oleh santri dengan spirit kemerdekaan, spirit kemanusiaan dan spirit kebangsaan, lalu pertanyaannya ada apa dengan santri sehingga dipandang setengah mata oleh beberapa elit yang memiliki spirit tersebut? bagaiamana santri yang setiap harinya mengaji kitab kuning mampu mendirikan bangsa ini dengan tegak dengan tombak kemerdekaan? santri itu ditanami nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai kabangsaan dan tak bosan-bosannya para Yai yang lazim disebut sebagai lurah pondok juga para ustad menyirami dengan rasa kepemilikan terhadap tanah air dan rasa tanggung jawab dalam menyiarkan agama dengan damai.

Dalam Al Quran “Innallaha laa yughayyiru maa bikaumin hatta yughayyiru maa bianfusihim” yang mampu menggerakkan seorang santri untuk membangun negeri ini dengan semangat pembangun dan perubahan, hal inilah yang kemudian mendorong santri memiliki spirit tersebut, memiliki nilai juang yang diluar dugaan para elit, konon ayat tersebut pernah menggema di depan sidang PBB oleh seorang proklamator bangsa Indonesia sebagai acuan bahwa setiap negara harus mampu membawa negaranya pada meja kemerdekaan, ayat itu mampu mengubah suatu bangsa melalui santri yang kental dengan keagamaan dan kebangsaannya, sehingga kita saat ini mengenal dengan politik kebangsaan ada juga yang menyebut sebagai politik keummatan, mengenai beberap istilah tak menjadi perebincangan dalam hal ini. yang menjadi catatan hari ini bagi kita dalam memeras sari pati dari politik santri adalah politk yang digambarkan merupakan suatu nilai yang sangat manusiawi dan mencerminkan nilai-nilai luhur, karena perjuangan berorientasi pada kepentingan Negara dan  bangsaan tanpa terkontaminasi dengan kepentingan individu atau golongan (primordial).

Kepentingan bangsa dan kemanusiaan adalah di atas segalanya seperti yang pernah disampaikan Presiden Indonesia ke4 Abdurrahman Wahid yang familiar dengan sapaan Gus Dur, beliau berujar “yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan“.

Hari ini kita di ajak kembali untuk memberikan kontribusi terhadap bangsa ini sebagai santri yang menyandang tanggung jawab moral, pada dasarnya bisa kita ejewantahkan bilamana kita mampu melihat kondisi bukan terlarut dengan kondisi, bahkan kadang kita dituntut untuk menabrak tradisi sebagai awal pemberantasan budaya yang seringkali membodohi kita, kadang mampu menina bobokkan kita.

Peran santri dalam memajukan bangsa ini cukup besar dan hari ini menjadi tanggung jawab moral dalam mengisi ruang kemerdekaan ini dengan berbagai langkah yang konstruktif semisal membangun kreativitas dan produktivitas santri sehingga terwujud santri yang mandiri BERDIKIARI. tidak lain adalah kewajiban kita sebagai tetesan kemerdekaan, bayangkan jikalau kemerdekaan ini belum dirajut oleh founding fathers kita bagaimana nasib kita ini, apakah menjadi sosok pemberani selayaknya Mahatma Gandhi atau sebagai penakut layaknya pecundang.

Penulis: Taufiq Idris
Editor: Tim SNNet

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gegara Catut Nama KJJT, Oknum Pemilik Kartu Pers Bakal Dipolisikan

    Gegara Catut Nama KJJT, Oknum Pemilik Kartu Pers Bakal Dipolisikan

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Surabaya – jatimone.com – Komunitas media lokal di Kabupaten Sampang, Madura yang mengatasnamakan KOMPAK’S (Komunitas Media Penegak Keadilan’ Sampang) ‘meradang’ bakal dilaporkan polisi. Nama KOMPAK’S tersiar di Kota Pahlawan Surabaya, komunitas itu dengan sengaja mencatut nama Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) di dalam surat audensi yang ditujukan kepada Polres Sampang. Tidak hanya KJJT yang dicatut, […]

  • KH Kholilurrahman dan Sukriyanto Resmi Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan

    KH Kholilurrahman dan Sukriyanto Resmi Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Surabaya – jatimone.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melantik KH Kholilurrahman dan H. Sukriyanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan periode 2025–2030, dalam upacara yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (19/3/2025) malam. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-221 Tahun 2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah […]

  • Pemkab Pamekasan Segera Usulkan Jadwal Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

    Pemkab Pamekasan Segera Usulkan Jadwal Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan akan segera mengusulkan jadwal serah terima jabatan (Sertijab) dari Penjabat (Pj) Bupati kepada Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan terpilih periode 2025–2030. Usulan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan KH. Kholilurrahman dan Sukriyanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang berlangsung […]

  • Iuran BPJS Kesehatan Mau Naik, DPRD Pamekasan: Memberatkan Masyarakat

    Iuran BPJS Kesehatan Mau Naik, DPRD Pamekasan: Memberatkan Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Fiki
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Pamekasan – Jatimone.com – Pemerintah pusat berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada tahun ini. Wacana tersebut mencuat seiring kondisi dana jaminan kesehatan sosial yang terus mengalami defisit setiap tahun. Kenaikan iuran dinilai sebagai langkah yang dianggap efektif untuk menekan defisit. Pasalnya, jika kondisi tersebut terus berlanjut, dikhawatirkan sejumlah rumah sakit akan mengalami kesulitan operasional yang […]

  • Hangat dan Penuh Kekeluargaan, Reuni Bulanan KJJT Pamekasan Berlangsung Khidmat

    Hangat dan Penuh Kekeluargaan, Reuni Bulanan KJJT Pamekasan Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle jatimone
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Pamekasan, – jatimone.com – Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Wilayah Pamekasan menggelar kegiatan rutin reuni bulanan, Sabtu (3/1/2026). Acara tersebut berlangsung di kediaman Dewan Pembina KJJT Pamekasan, Lutfi Rizal, yang berlokasi di Dusun Slatreh, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan yang dikemas secara sederhana itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Puluhan jurnalis […]

  • Perempuan Lansia Ditemukan Meninggal di Sungai Pademawu, Diduga Hanyut

    Perempuan Lansia Ditemukan Meninggal di Sungai Pademawu, Diduga Hanyut

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 160
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Sesosok mayat perempuan lansia ditemukan mengapung di sungai Dusun Malangan Tengah, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, pada Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 08.30 WIB. Korban diketahui bernama Suhriyah (80), warga Kelurahan Parteker, Kecamatan Pamekasan. Kasi Humas Polres Pamekasan AKP Sri Sugiarto membenarkan penemuan tersebut. Menurutnya, jenazah berhasil dievakuasi oleh petugas […]

expand_less