Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Enam Bulan Lebih KH. Kholilurrahman Menjabat Bupati Pamekasan, Puluhan Kritikan dan Demo Sering Terjadi

Enam Bulan Lebih KH. Kholilurrahman Menjabat Bupati Pamekasan, Puluhan Kritikan dan Demo Sering Terjadi

  • account_circle Cak Ma’il
  • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
  • visibility 276
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di era demokrasi, mengkritik pemerintah bukanlah pelanggaran, melainkan hak konstitusional warga negara. Bahkan, kritik seharusnya menjadi vitamin bagi pemerintahan agar tetap sehat. Namun, yang membedakan pemerintahan dewasa dan pemerintahan defensif adalah cara merespons kritik tersebut.

Dalam dinamika pemerintahan daerah, kritik adalah cermin yang menunjukkan apakah roda pemerintahan berjalan searah dengan harapan rakyat atau justru melenceng dari jalur aspirasi publik. Di Kabupaten Pamekasan, dalam enam bulan lebih terakhir, geliat aksi demonstrasi dari masyarakat, mahasiswa, hingga kelompok aktivis makin sering terlihat dan terjadi berulang kali. Fenomena ini menimbulkan satu pertanyaan mendasar: bagaimana sebenarnya Pemerintah Pamekasan merespons kritik tersebut? Merangkul atau justru membungkam?

KH. Kholilurrahman dan Sukriyanto, sejak terpilih sebagai pemenang Pilkada 27 November 2024, lalu dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan pada hari Rabu, 19/03/2025, kini sudah menghadapi puluhan kritik dari berbagai elemen masyarakat.

Sebagai sosok ulama sekaligus tokoh karismatik, keduanya mulanya disambut penuh harapan. Figur religius yang dikenal rendah hati ini diyakini mampu membawa pemerintahan yang bersih, adil, dan berpihak pada rakyat kecil.

Enam bulan setengah waktu berjalan, realita politik kembali menunjukkan wajah aslinya. Siapa Bupati Pamekasan? Dalam kurun yang relatif singkat, deretan aksi demonstrasi mewarnai perjalanan pemerintahannya. Mulai dari aksi PKL, mahasiswa, kelompok pemuda, aktivis, hingga masyarakat lainnya bergantian menyampaikan tuntutan di depan kantor bupati.

KH. Kholilurrahman bukan pejabat biasa. Ia adalah tokoh agama, mantan anggota DPR RI, dan pernah menjabat sebagai Bupati sebelumnya. Wajar bila harapan masyarakat melambung tinggi. Mereka berharap perubahan besar hadir secara cepat di Kota Gerbang Salam, terutama dalam hal pelayanan publik, bantuan sosial, lapangan kerja, hingga pemerataan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan kebutuhan air bersih.

Namun ekspektasi yang tinggi seringkali berujung kekecewaan jika tidak segera dijawab. Masalah klasik seperti kemiskinan, pengangguran, keterlambatan anggaran, atau minimnya transparansi memicu masyarakat meluapkan aspirasi dengan turun ke jalan.

Sebagian besar demonstrasi yang terjadi bukan menyerang pribadi sang bupati, melainkan menyuarakan masalah-masalah klasik yang belum terselesaikan: ketidakmerataan bantuan sosial, kebijakan anggaran yang dipertanyakan, dugaan ketidaktransparanan rekrutmen jabatan hingga indikasi jual beli jabatan, serta keluhan pelayanan publik.

Di era digital, masyarakat tidak lagi bodoh, tidak lagi sabar menunggu. Jika dalam hitungan bulan perubahan belum terasa, kritik akan terus mengalir deras selama kepemimpinan KH. Kholilurrahman, baik di media sosial maupun di jalanan lewat demonstrasi.

Demonstrasi Bukan Selalu Pertanda Gagal, Melainkan Ketidakpuasan Publik

  1. Pilih kasih terhadap PKL eks Arek Lancor yang dipindah ke Foodclony dan eks PJKA yang mendapatkan fasilitas rombong dan tenda. Sedangkan PKL Foodclony hanya dijanjikan tanpa pernah mendapatkan apa pun. Padahal mereka pindah lebih awal daripada eks PJKA. Ada apa?
  2. Pelayanan kesehatan: mahasiswa menuntut perbaikan pelayanan, termasuk ketersediaan mesin cuci darah yang dinilai kurang.
  3. Kerusakan lingkungan: penanganan kerusakan lingkungan yang dianggap tidak bertanggung jawab, termasuk masalah tambang ilegal.
  4. Tata kelola pemerintahan: desakan penguatan tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.
  5. Nang Ning Nong yang disebut-sebut melebihi kebijakan Bupati dan merambah ke OPD Pamekasan. Apa sebenarnya jabatannya…?

Dari perspektif lain, maraknya demo di Pamekasan sejatinya menunjukkan demokrasi lokal berjalan. Masyarakat kini berani bersuara tanpa takut status atau jabatan seseorang. Bahkan sosok kyai sekalipun bisa dikritik dengan lantang jika dianggap tak memenuhi harapan publik.

Frekuensi demonstrasi tidak selalu berarti kegagalan total pemerintah. Justru di era keterbukaan informasi, seorang pemimpin diuji bukan dari seberapa sedikit kritik yang diterima, melainkan seberapa bijak ia menghadapi kritik. Bupati Pamekasan punya peluang menjadikan demonstrasi sebagai sarana evaluasi kebijakan. Dengan membuka dialog konstruktif dan solutif, pemerintah bisa menunjukkan bahwa kritik adalah bahan bakar perbaikan, bukan ancaman kekuasaan.

Pemerintah harus sadar: banyaknya demo bukan tanda mutlak kegagalan, melainkan tanda rakyat semakin sadar haknya. Publik hari ini lebih berani menyuarakan pendapat, bahkan kepada pemimpin sekaliber kyai.

Penilaian publik tidak berhenti pada seberapa banyak kritik, tetapi seberapa bijak pemerintah menjawab dan mencari solusinya.

Keadaan saat ini menuntut pemerintah dewasa dalam bersikap. Demo bukan musuh, melainkan cermin: indikator di mana letak masalah, siapa yang dirugikan, dan kebijakan mana yang harus dievaluasi.

Sebab pemerintah tidak selalu salah, pengkritik pun tidak selalu benar. Tetapi pemerintah wajib menjelaskan, bukan membentak. Wajib membuka data, bukan menutup diri. Wajib menyelesaikan masalah, bukan memindahkan kesalahan.

Ada banyak langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk meredam kegaduhan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik: membuka ruang dialog resmi melalui audiensi terbuka, pertemuan berkala, konferensi pers yang solutif, atau menunjuk juru bicara publik yang komunikatif.

Pertanyaan terpenting sekarang: apakah pemerintah akan menutup diri, atau membuka ruang dialog kepada rakyat? Apakah pemerintah akan membungkam semua kritikan dari mahasiswa, aktivis, dan masyarakat dengan pola lama “bungkam dengan uang”? Atau justru mencari solusi terbaik demi kemajuan Pamekasan ke depan?

KH. Kholilurrahman memang sudah menyatakan di media online bahwa dirinya mendukung kebebasan pers dan siap merespons kritik masyarakat. Namun, kenyataannya publik belum melihat bukti nyata dalam pelaksanaannya. Janji-janji itu terdengar manis, tetapi tetap saja terasa seperti retorika politik semata.

  • Penulis: Cak Ma’il
  • Editor: Fiki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FPRB Gandeng TNI Polri dan Pemkab Bersihkan Sungai Perkotaan

    FPRB Gandeng TNI Polri dan Pemkab Bersihkan Sungai Perkotaan

    • calendar_month Minggu, 21 Jan 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone.com – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pamekasan melakukan gerakan bersih sungai dengan segenap elemen masyarakat untuk mencegah bencana banjir dan risikonya di wilayah perkotaan bumi gerbang salam. Gerakan bersih sungai diikuti berbagai elemen yang terdiri Pemerintah kabupaten Pamekasan, Kodim 0826/Pamekasan bersama Polres Pamekasan, FPRB gayeng bersihkan rumpun bambu dan sampah sungai. Mereka […]

  • Para LSM Persoalkan Wabup Pamekasan Atas Sikap Enggannya Menjadi Bupati

    Para LSM Persoalkan Wabup Pamekasan Atas Sikap Enggannya Menjadi Bupati

    • calendar_month Sabtu, 31 Mar 2018
    • account_circle jatimone
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimtarget.com _ Berawal dari diskusi group WA Forum LSM hingga memanas lantara tarik ulur menyikapi persoalan Enggannya wakil bupati (Khalil Asy’ari) tidak mau dilantik menjadi Bupati dan mengisi kekosongan kepemimpinan kabupaten Pamekasan. (31/03) Dilansir di media JATIMPOS.CO//PAMEKASAN – Memasuki masa akhir jabatannya yang kurang dari dua bulan, Wakil Bupati Pamekasan Halil, mengungkapkan jika dirinya secara […]

  • Forum LSM Audiensi Ke Polres Pamekasan Tanyakan Hasil Penyelidikan Imunisasi Vaksin Difteri

    Forum LSM Audiensi Ke Polres Pamekasan Tanyakan Hasil Penyelidikan Imunisasi Vaksin Difteri

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2018
    • account_circle jatimone
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Forum LSM Pamekasan Bersama Kapolres Pamekasan, Jatimtarget.com _ Forum LSM Pamekasan Audiensi ke Polres Pamekasan menyikapi Imunisasi Vaksin Difteri yang menyisakan trauma masyarakat hingga saat ini. (27/02/18) Audiensi berlangsung di Aula Joglo Joko Tarup Polres Pamekasan ditemui langsung oleh KAPOLRES bersama Anggotanya jam 10:00 (WIB) sampai jam 11:00 (WIB) siang ini. Forum LSM Pamekasan meminta kepada Polres […]

  • PC PMII Pamekasan Gelar Riset Bantu Petani Tembakau dan Pengusaha Rokok Lokal

    PC PMII Pamekasan Gelar Riset Bantu Petani Tembakau dan Pengusaha Rokok Lokal

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan menunjukkan komitmennya dalam Mewujudkan Tagline “PMII Kerja PMII Cipta Karya” melalui riset penelitian. Dengan mengusung judul “Peningkatan Produktivitas Petani Tembakau Madura dan Pengusaha Industri Rokok Lokal Kabupaten Pamekasan”, PC PMII Pamekasan siap menyelami permasalahan dan merumuskan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan Petani dan pelaku usaha […]

  • Menit Terakhir Pendaftaran, Abd Kholis Resmi Maju Calon Ketua KONI Pamekasan

    Menit Terakhir Pendaftaran, Abd Kholis Resmi Maju Calon Ketua KONI Pamekasan

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Fiki
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com — Detik-detik terakhir penutupan pendaftaran calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pamekasan berlangsung penuh antusias. Tepat pukul 15.00 WIB, Sabtu (8/11/2025), Abd Kholis, Ketua Komisi Disiplin (Komdis) IPSI Pamekasan, resmi menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia dan menjadi peserta terakhir yang mendaftar sebagai calon Ketua KONI Pamekasan periode 2025. Dalam proses […]

  • Lulus Kuliah jadi Panitia KPU, Gempur: Sejarah Buruk Pemilwa IAIN Madura

    Lulus Kuliah jadi Panitia KPU, Gempur: Sejarah Buruk Pemilwa IAIN Madura

    • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
    • account_circle jatimone
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatim One – Gerakan Mahasiswa Pemandu Revolusi (Gempur) IAIN MADURA yang dikomandoi oleh Khoirul Anam mengancam akan menggelar Audiensi besar di ruang sidang Rektorat IAIN Madura dalam waktu dekat. Sabtu, 25/12/21. Menurut Herul petuah sapaan akrabnya, mengaku bahwa Rizal, selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, dinilai sangat […]

expand_less