Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Peran Santri Dalam Memerdekakan Bangsa

Peran Santri Dalam Memerdekakan Bangsa

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Minggu, 21 Okt 2018
  • visibility 209
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Taufiq Idris

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan bahkan menghapus sejarah pahlawannya (distorsi), hal ini menggambarkan bagaimana manusia (regenarasi) yang mampu melakukan internalisasi nilai-nilai perjuangan para pejuang bangsa dalam banyak literatur kesejarahan, bangsa ini diperlukan untuk kembali membaca teks-teks sejarah lama sehingga mampu melakuan kontekstualisasi dan rekontruksi dari sebuah nilai tadi.

Spirit peradaban dan spirit kebangsaan disertai nasiolisme yang yang tinggi mampu menggerakan masyarakat untuk terus melakukan kraesi-kreasi yang dianggap menjadi sebab terjadinya sebuah gerakan yang mengantarkan pada sebuah harap kolektif yang tertanam sejak awal untuk merajut kebebasan dalam berekspresi dan berinovasi sebagai bentuk kemerdekaan.

Kita sebagai bangsa yang sadar bahwa sejak lahir manusia ini menjadi khalifah fil ard dimuka bumi yang merdeka, dan barang tentu mengetahui bahwa kemerdekaan tanah air tidak serta merta didapat dengan ruang kosong, dengan kata lain kemerdekaan sebuah bangsa sarat akan pertumpahan darah dan banyak wanita menjadi janda, anak menjadi yatim dan tak kalah pentingnya adalah kemerdekaan ini didapat dengan berbagai gagasan antar elemen bangsa, artinya apa?.

Kemerdekaan ini didapat dengan seribu gagasan yang dirumuskan oleh seluruh elemen bangsa ini tak terkecuali didalamnya adalah santri. peranan santri inilah tidak boleh kita anggap remeh dan bahkan berasumsi tidak ada samasekali kemudian dengan entengnya dilupakan begitu saja dalam percaturan sejarah kemerdekaan.

Apa yang menjadi motif penulis buku-buku sejarah Nasional tidak mencantumkan peran besar dari seorang santri. beberapa buku yang mengurai tentang rentetan kemerdekaan bangsa, semisal penulis sebut “SEJARAH INDONESIA MODERN, SEJARAH NASIONAL, dan banyak lagi buku yang menggambarkan tentang kemerdekaan ini, namun tak satupun penulis temukan dalam buku tersebut kiprah atau peranan santri dalam dinamika bangsa, dalam hal ini penulis angkat “resolusi jihad” semisal.

Hal inilah kemudian mengusik penulis untuk mengatakan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia ini tidak bisa lepas dari jerih dan pola pikir yang visioner dari seorang Santri. kita diingatkan pada sebuah fenomina besar yang terjadi pada masa silam, ada banyak sumber mengatakan tanggal 22 Oktober 1945 digemparkan dengan sebuah intruksi dari seorang santri jebolan Madura yang lazim kita disebut “resolosi jihad”. konon beliau menyandang predikat Hadratus syaikh karena banyaknya kitab dan hadis yang telah dihafal dan menguasai secara mendalam sehingga membentuk beliau menjadi stik holder dari sebuah gerak yang mampu menggerakkan seluruh masyarat jawa madura dari kalangan petani (proletar) sampai kiai untuk bahu membahu mempertahankan kemerdekaan yang baru saja di dapat.

Kebijakan santrilah yang mengakibatkan momentum besar tersebut terjadi, bahwa ujung tombak pergerakan itu merupakan santri dari seorang ulamak hkarismatik asal bangkalan Madura yaitu Syaikhona Kholil sehingga menjadi kewajiban dan keharusan dari seorang santri untuk mengungkapkan tabir-tabir yang sengaja menutupi dari lemberan sejarah.

Cinta tanah air (Nasiolisme) menjadi rujukan dan sebagai sumber kekuatan untuk memberikan kontribusi pada bangsa ini, sumbangsih santri tidak perlu dipertanyakan lagi terhadap bangsa ini yakni mengusir penjajah sudah menjadi aktivitas santri.

Bangsa ini didirikan oleh santri dengan spirit kemerdekaan, spirit kemanusiaan dan spirit kebangsaan, lalu pertanyaannya ada apa dengan santri sehingga dipandang setengah mata oleh beberapa elit yang memiliki spirit tersebut? bagaiamana santri yang setiap harinya mengaji kitab kuning mampu mendirikan bangsa ini dengan tegak dengan tombak kemerdekaan? santri itu ditanami nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai kabangsaan dan tak bosan-bosannya para Yai yang lazim disebut sebagai lurah pondok juga para ustad menyirami dengan rasa kepemilikan terhadap tanah air dan rasa tanggung jawab dalam menyiarkan agama dengan damai.

Dalam Al Quran “Innallaha laa yughayyiru maa bikaumin hatta yughayyiru maa bianfusihim” yang mampu menggerakkan seorang santri untuk membangun negeri ini dengan semangat pembangun dan perubahan, hal inilah yang kemudian mendorong santri memiliki spirit tersebut, memiliki nilai juang yang diluar dugaan para elit, konon ayat tersebut pernah menggema di depan sidang PBB oleh seorang proklamator bangsa Indonesia sebagai acuan bahwa setiap negara harus mampu membawa negaranya pada meja kemerdekaan, ayat itu mampu mengubah suatu bangsa melalui santri yang kental dengan keagamaan dan kebangsaannya, sehingga kita saat ini mengenal dengan politik kebangsaan ada juga yang menyebut sebagai politik keummatan, mengenai beberap istilah tak menjadi perebincangan dalam hal ini. yang menjadi catatan hari ini bagi kita dalam memeras sari pati dari politik santri adalah politk yang digambarkan merupakan suatu nilai yang sangat manusiawi dan mencerminkan nilai-nilai luhur, karena perjuangan berorientasi pada kepentingan Negara dan  bangsaan tanpa terkontaminasi dengan kepentingan individu atau golongan (primordial).

Kepentingan bangsa dan kemanusiaan adalah di atas segalanya seperti yang pernah disampaikan Presiden Indonesia ke4 Abdurrahman Wahid yang familiar dengan sapaan Gus Dur, beliau berujar “yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan“.

Hari ini kita di ajak kembali untuk memberikan kontribusi terhadap bangsa ini sebagai santri yang menyandang tanggung jawab moral, pada dasarnya bisa kita ejewantahkan bilamana kita mampu melihat kondisi bukan terlarut dengan kondisi, bahkan kadang kita dituntut untuk menabrak tradisi sebagai awal pemberantasan budaya yang seringkali membodohi kita, kadang mampu menina bobokkan kita.

Peran santri dalam memajukan bangsa ini cukup besar dan hari ini menjadi tanggung jawab moral dalam mengisi ruang kemerdekaan ini dengan berbagai langkah yang konstruktif semisal membangun kreativitas dan produktivitas santri sehingga terwujud santri yang mandiri BERDIKIARI. tidak lain adalah kewajiban kita sebagai tetesan kemerdekaan, bayangkan jikalau kemerdekaan ini belum dirajut oleh founding fathers kita bagaimana nasib kita ini, apakah menjadi sosok pemberani selayaknya Mahatma Gandhi atau sebagai penakut layaknya pecundang.

Penulis: Taufiq Idris
Editor: Tim SNNet

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah Pamen Polda Jatim dan Kapolres Dimutasi

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 247
    • 0Komentar

    SURABAYA – jatimone.com – Menjelang tahun baru 2025, sejumlah Perwira Polda Jawa Timur ( Jatim) berganti, pergantian pejabat di lingkungan Polda Jatim ini tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (STR) ST/2776/XII/KEP/2024 yang terbit pada tanggal pada 29 Desember 2024. Kabidhumas Polda Jatim, Kombespol Dirmanto mengatakan mutasi Perwira termasuk sejumlah Kapolres ini adalah bentuk penyegaran di lingkungan […]

  • Rudy Susanto Bakal Calon Bupati Ngopi Bareng Bersama KJJT Wilayah Pamekasan

    • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Pamekasan Ngopi Bareng Bersama Rudy Susanto Bakal Calon Bupati Pamekasan 2024 di rumah Haris Desa Tampung Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, mendialogkan berbagai rencana program Pamekasan kedepan. Sabtu (4/5/24) Rudy Susanto, berterimakasih kepada KJJT Pamekasan telah di Undang untuk “ngopi bareng” dalam pertemuan rutin bulannya, sehingga saya […]

  • Kemendesa dan UNICEF Selenggarakan Bimtek Desa Peduli Iklim dan Tanggap Bencana Ramah Anak di Tiga Kabupaten

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Jakarta – jatimone.com – Dalam rangka memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan bencana, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) melalui Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan (PSBLDP), menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Desa Peduli Iklim dan Desa Tanggap Bencana yang Ramah Anak”. Kegiatan berlangsung di tiga […]

  • PC PMII Pamekasan Gelar Rakercab, Wujudkan Tagline “PMII Kerja PMII Cipta Karya

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan periode 2024-2025 berkomitmen untuk mewujudkan tagline besar organisasi, “PMII Cipta Kerja, PMII Cipta Karya”, melalui Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang diselenggarakan di Hotel Cahaya Berlian Pamekasan pada Senin, (1103/2024). Hadir dalam acara tersebut Ketua Majelis Pembina Cabang (MABINCAP) Syaiful Hadi dan Sekretaris […]

  • Kekeringan: Warga Pamekasan Terpaksa Beli Air Penuhi Kebutuhan Hidup

    • calendar_month Sabtu, 27 Okt 2018
    • account_circle jatimone
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Pamekasan, SNN – Warga Dusun Saasa Desa Tampung Kecamatan Waru rela keluarkan uang hanya untuk membeli air kepada Sopir mobil tangki yang melayani jasa penjualan air. (27/10) Zainuddin kali ini yang pesan air dengan wajah keterpaksaan daripada hari-harinya tidak mandi walaupun pada dasarnya ia juga kesulitan untuk mendapatkan penghasilan. “Saya juga terpaksa mas, daripada saya […]

  • Rudy Susanto Kunjungan Ke Pengrajin Batik

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Rudy Susanto, bakal calon Bupati Pamekasan, Mengunjungi para penggiat batik di Desa Toket Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, Rudy mengajak masyarakat lebih mengenal dan mencintai batik. Senin, 6 Mei 2024. Rudy, mengatakan, saat ini perkembangan batik di Pamekasan sangat pesat, perajin batik di Pamekasan saat ini tidak hanya menciptakan motif batik yang […]

expand_less
Exit mobile version