Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Makanan Bergizi atau Kantong Pejabat Semakin Terisi?

Makanan Bergizi atau Kantong Pejabat Semakin Terisi?

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
  • visibility 224
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya lahir dengan niat mulia: meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Anak-anak sekolah seharusnya mendapatkan makanan pokok, protein, sayur, buah, hingga susu demi tumbuh kembang yang sehat, cerdas, dan produktif. Namun, kenyataan di lapangan jauh dari harapan. Alih-alih mencetak generasi emas, banyak anak justru menjadi korban keracunan akibat makanan basi dan pengelolaan dapur yang amburadul.

Pertanyaannya: apakah ini sekadar masalah teknis, atau justru bukti bahwa program ini hanyalah proyek politik untuk memenuhi janji-janji kampanye presiden, sementara di bawah, oknum-oknum rakus menjadikannya ladang bisnis basah?

Ladang Subur Korupsi Baru

Anggaran raksasa yang mencapai Rp 400 triliun adalah godaan besar. Dari pengadaan bahan baku, pencairan dana, hingga distribusi di sekolah dan pesantren, semua celah terbuka lebar bagi praktik korupsi “ketok harga”, mark-up, hingga penyunatan kualitas. Ironisnya, anak-anak yang dijanjikan gizi malah muntah karena ikan bau, ikan berbelatung, daging bau, susu kadaluwarsa, dan sayur layu. Bukankah ini indikasi jelas bahwa pengawasan hanya formalitas, sementara kantong pejabat semakin terisi?.

Rakyat Jadi Kelinci Percobaan

Pemerintah terus menjual mimpi bahwa MBG adalah langkah besar menuju Indonesia bebas stunting 2045. Namun, fakta di lapangan membuktikan rakyat lebih mirip kelinci percobaan. Distribusi makanan dilakukan tanpa standar penyimpanan, tanpa pasokan air bersih, tanpa evaluasi rantai pasokan bahan lainnya. Akibatnya, anak-anak di pelosok desa hingga kota justru tumbang satu per satu. Generasi yang seharusnya cerdas malah terancam masa depannya.

“Generasi Bangsa tumbang satu persatu di berbagai daerah dari pelosok desa hingga perkotaan karena asupan makanan yang seharusnya bergizi, berprotein tinggi, dan seharusnya bisa menunjang pertumbuhan fisik, otak, dan kognitif anak. Justru sebaliknya malah akan menimbulkan masalah baru, seperti makanan yang basi, ikan bau, ikan berbelatung menjadi asupan gizi brutal, sehingga di bawah banyak mengakibatkan anak-anak trauma dan takut untuk memakannya. Inilah terjadi di berbagai daerah”

Pengawasan yang Bocor

Klaim pemerintah bahwa makanan terkontaminasi dicegah sebelum dikonsumsi terasa janggal ketika keracunan massal tetap terjadi. Ini bukti sistem pengawasan bocor. SOP yang digadang-gadang tidak dijalankan, dan regulasi hanya jadi dokumen mati. Bila tidak ada tindakan tegas, MBG akan berubah menjadi skandal nasional yang merugikan rakyat dua kali: hilangnya uang negara, sekaligus hancurnya kesehatan generasi penerus Bangsa dan Negara.

“Pemerintah harus memperketat cara pengelolaan di dapur-dapur yang telah di sediakan oleh pemerintah, karena di bawah banyak oknum nakal atau penangung jawab dalam penyaluran MBG hanya ingin mengambil keuntungan belaka dari pada menseriusi asupan gizi yang benar terhadap anak didik di sekolah-sekolah.”

Harus Ada Evaluasi Serius

Pemerintah tidak boleh sekadar mengumbar janji di podium. Eksekutif dan legislatif wajib turun langsung ke dapur MBG, memeriksa air bersih, kualitas bahan, serta kesiapan sekolah dan pesantren. Pengawasan tidak bisa diserahkan hanya kepada satu badan, tetapi harus melibatkan semua stakeholder—dari Kemenkes, Dinas Pendidikan, LSM, hingga insan pers.

Jika dijalankan serius, MBG bisa membuka lapangan kerja baru dan mendorong ekonomi rakyat. Namun, jika dibiarkan seperti sekarang, program ini hanya akan menjadi lahan korupsi baru dengan korban anak-anak bangsa.

Maka dari itu eksekutif harus hadir ke bawah survi langsung terutama dalam menjaga kebersihan di dapur MBG, dan yang paling utama juga, sebelum di distribusikan adalah pasokan air bersih untuk mencuci beras, sayuran, ikan dan makanan lainnya dan di sekolah apakah sudah dipersiapkan tempat mencuci tangannya.

Opini Redaksi

Program sebesar MBG tidak boleh dijalankan dengan logika proyek politik. Anggaran jumbo tanpa pengawasan adalah bom waktu. Pemerintah harus segera menghentikan praktik asal-asalan, melakukan evaluasi menyeluruh, dan memastikan bahwa uang rakyat benar-benar digunakan untuk masa depan rakyat—bukan untuk mempertebal kantong pejabat.

 

Penulis : Cak Ma’el

Ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Wilayah Pamekasan

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uji Lab Temukan Bakteri pada Menu MBG Bie Queen, DPRD Minta Pengawasan Diperketat

    Uji Lab Temukan Bakteri pada Menu MBG Bie Queen, DPRD Minta Pengawasan Diperketat

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Fiki
    • visibility 188
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Bie Queen telah keluar. Menu dari dapur ini sebelumnya diduga menjadi penyebab sembilan siswa SD Negeri Toronan 1 mengalami gejala keracunan pada Rabu (15/11/2025). Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, ditemukan bakteri Bacillus cereus serta kontaminasi jamur pada sampel makanan. Mikroorganisme […]

  • Rosyid Fansori Tanggapi Kehendak Tokoh Pantura Maju Bupati Pamekasan 2024

    Rosyid Fansori Tanggapi Kehendak Tokoh Pantura Maju Bupati Pamekasan 2024

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 225
    • 0Komentar

    PAMEKASAN — Baru-baru ini muncul nama Rosyid Fansori politisi muda dari fraksi PPP yang dikehendaki untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan 2024 mendatang, terutama dari tokoh masyarakat, persatuan kepala desa pantura (pantai utara), tokoh politisi pantura dan masyarakat pantura. Dengan berbagai alasan pantura harus ada yang menjadi Bupati atau wakil Bupati Pamekasan 2024 mendatang.   […]

  • Pemkab Pamekasan Salurkan Bantuan 285 Unit Rumah Tidak Layak Huni Sepanjang 2024

    Pemkab Pamekasan Salurkan Bantuan 285 Unit Rumah Tidak Layak Huni Sepanjang 2024

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) menyalurkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 285 unit selama tahun 2024. Bantuan ini menyasar warga prasejahtera sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih layak. Kepala DPRKP Pamekasan, […]

  • Pemkab Pamekasan Ancam Sanksi Kios Jual Pupuk Bersubsidi Melebihi HET

    Pemkab Pamekasan Ancam Sanksi Kios Jual Pupuk Bersubsidi Melebihi HET

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 298
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, mengancam akan memberikan sanksi kepada kios pupuk yang kedapatan menjual pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. “Jika ada yang menjual pupuk bersubsidi melebihi HET, itu jelas merupakan pelanggaran dan akan kami tindak,” kata Kepala Bidang Produksi Pertanian pada Dinas […]

  • Pemkab Pamekasan Gelar Pelatihan Kerja untuk Tekan Angka Pengangguran

    Pemkab Pamekasan Gelar Pelatihan Kerja untuk Tekan Angka Pengangguran

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 301
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM-Naker) menggelar pelatihan keterampilan kerja guna menekan angka pengangguran di wilayah setempat. “Pada tahun anggaran 2025 ini, kami mengalokasikan tiga paket pelatihan kerja yang dapat diikuti oleh masyarakat,” kata Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Kerja Diskop UKM-Naker […]

  • Hari Pemungutan Suara 27 November, Pemkab Pamekasan Tetapkan Hari Libur

    Hari Pemungutan Suara 27 November, Pemkab Pamekasan Tetapkan Hari Libur

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 229
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menetapkan Rabu, 27 November 2024 sebagai hari libur dalam rangka pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota secara serentak. Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/381/432.031/2024 yang diterbitkan pada 22 November 2024 dan ditandatangani […]

expand_less