Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Makanan Bergizi atau Kantong Pejabat Semakin Terisi?

Makanan Bergizi atau Kantong Pejabat Semakin Terisi?

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
  • visibility 222
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya lahir dengan niat mulia: meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Anak-anak sekolah seharusnya mendapatkan makanan pokok, protein, sayur, buah, hingga susu demi tumbuh kembang yang sehat, cerdas, dan produktif. Namun, kenyataan di lapangan jauh dari harapan. Alih-alih mencetak generasi emas, banyak anak justru menjadi korban keracunan akibat makanan basi dan pengelolaan dapur yang amburadul.

Pertanyaannya: apakah ini sekadar masalah teknis, atau justru bukti bahwa program ini hanyalah proyek politik untuk memenuhi janji-janji kampanye presiden, sementara di bawah, oknum-oknum rakus menjadikannya ladang bisnis basah?

Ladang Subur Korupsi Baru

Anggaran raksasa yang mencapai Rp 400 triliun adalah godaan besar. Dari pengadaan bahan baku, pencairan dana, hingga distribusi di sekolah dan pesantren, semua celah terbuka lebar bagi praktik korupsi “ketok harga”, mark-up, hingga penyunatan kualitas. Ironisnya, anak-anak yang dijanjikan gizi malah muntah karena ikan bau, ikan berbelatung, daging bau, susu kadaluwarsa, dan sayur layu. Bukankah ini indikasi jelas bahwa pengawasan hanya formalitas, sementara kantong pejabat semakin terisi?.

Rakyat Jadi Kelinci Percobaan

Pemerintah terus menjual mimpi bahwa MBG adalah langkah besar menuju Indonesia bebas stunting 2045. Namun, fakta di lapangan membuktikan rakyat lebih mirip kelinci percobaan. Distribusi makanan dilakukan tanpa standar penyimpanan, tanpa pasokan air bersih, tanpa evaluasi rantai pasokan bahan lainnya. Akibatnya, anak-anak di pelosok desa hingga kota justru tumbang satu per satu. Generasi yang seharusnya cerdas malah terancam masa depannya.

“Generasi Bangsa tumbang satu persatu di berbagai daerah dari pelosok desa hingga perkotaan karena asupan makanan yang seharusnya bergizi, berprotein tinggi, dan seharusnya bisa menunjang pertumbuhan fisik, otak, dan kognitif anak. Justru sebaliknya malah akan menimbulkan masalah baru, seperti makanan yang basi, ikan bau, ikan berbelatung menjadi asupan gizi brutal, sehingga di bawah banyak mengakibatkan anak-anak trauma dan takut untuk memakannya. Inilah terjadi di berbagai daerah”

Pengawasan yang Bocor

Klaim pemerintah bahwa makanan terkontaminasi dicegah sebelum dikonsumsi terasa janggal ketika keracunan massal tetap terjadi. Ini bukti sistem pengawasan bocor. SOP yang digadang-gadang tidak dijalankan, dan regulasi hanya jadi dokumen mati. Bila tidak ada tindakan tegas, MBG akan berubah menjadi skandal nasional yang merugikan rakyat dua kali: hilangnya uang negara, sekaligus hancurnya kesehatan generasi penerus Bangsa dan Negara.

“Pemerintah harus memperketat cara pengelolaan di dapur-dapur yang telah di sediakan oleh pemerintah, karena di bawah banyak oknum nakal atau penangung jawab dalam penyaluran MBG hanya ingin mengambil keuntungan belaka dari pada menseriusi asupan gizi yang benar terhadap anak didik di sekolah-sekolah.”

Harus Ada Evaluasi Serius

Pemerintah tidak boleh sekadar mengumbar janji di podium. Eksekutif dan legislatif wajib turun langsung ke dapur MBG, memeriksa air bersih, kualitas bahan, serta kesiapan sekolah dan pesantren. Pengawasan tidak bisa diserahkan hanya kepada satu badan, tetapi harus melibatkan semua stakeholder—dari Kemenkes, Dinas Pendidikan, LSM, hingga insan pers.

Jika dijalankan serius, MBG bisa membuka lapangan kerja baru dan mendorong ekonomi rakyat. Namun, jika dibiarkan seperti sekarang, program ini hanya akan menjadi lahan korupsi baru dengan korban anak-anak bangsa.

Maka dari itu eksekutif harus hadir ke bawah survi langsung terutama dalam menjaga kebersihan di dapur MBG, dan yang paling utama juga, sebelum di distribusikan adalah pasokan air bersih untuk mencuci beras, sayuran, ikan dan makanan lainnya dan di sekolah apakah sudah dipersiapkan tempat mencuci tangannya.

Opini Redaksi

Program sebesar MBG tidak boleh dijalankan dengan logika proyek politik. Anggaran jumbo tanpa pengawasan adalah bom waktu. Pemerintah harus segera menghentikan praktik asal-asalan, melakukan evaluasi menyeluruh, dan memastikan bahwa uang rakyat benar-benar digunakan untuk masa depan rakyat—bukan untuk mempertebal kantong pejabat.

 

Penulis : Cak Ma’el

Ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Wilayah Pamekasan

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Caleg Muda Pamekasan Ini Bantu Ringankan Beban Ekonomi Lansia Tanpa Tempat Tinggal

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone.com – Naufal Bachtiar Rohman, Calon Legislatif Dapil 1 Pamekasan, memberikan sepaket sembako dan sejumlah uang perempuan lanjut usia, Fatimah di Dusun Sekar Putih, Desa Laden, Kecamatan, Pamekasan. Politisi muda dari Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut menuturkan, pemberian bantuan tersebut bertujuan untuk meringankan beban ekonomi untuk kebutuhan sehari-hari Fatimah. “Bantuan ini, diniatkan untuk membantu […]

  • Dindik Jatim Pastikan Sekolah Bebas Pungli, LP3M Ingatkan Transparansi dan Pemerataan

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com –  Polemik soal pungutan di sekolah negeri jenjang SMA, SMK, dan SLB kembali mencuat. Dinas Pendidikan Jawa Timur buru-buru meluruskan kabar itu dengan menegaskan tidak ada praktik pungutan liar (pungli) di satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemprov Jatim. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memastikan setiap kebutuhan biaya pendidikan telah […]

  • ORMAWA Gathering Universitas Madura: Cetak Pemimpin Revisioner, Perkuat Branding Organisasi

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Universitas Madura melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar kegiatan ORMAWA Gathering, Minggu (1/6/2025), dengan tema “Mencetak Pemimpin Revolusioner dan Branding Organisasi”. Acara ini menghadirkan seluruh pimpinan organisasi mahasiswa dari tingkat universitas hingga program studi. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Madura, H. Gazali, dan dihadiri oleh sejumlah narasumber, antara lain Kusnadi mewakili Muhammad Alwi dari Dinas Pendidikan dan […]

  • Presiden Forum N.G.O. Madura Bertemu Langsung Bea Cukai Jawa Timur, Bahas Nasib Rokok Lokal

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Fiki
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Surabaya – jatimone.com – Presiden Forum N.G.O. Madura, Zaini Wer wer, Melakukan audiensi resmi ke Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, ia Menyampaikan Aspirasi Penting terkait Nasib industri Rokok Lokal dan keberlangsungan hidup Petani tembakau madura, Beserta Nasib Para Buruh Pabrikan Rokok Lokal Ala tradisional agar ada “Pita khusus Rokok Madura kelas […]

  • Pj Sekda Pamekasan Imbau ASN Tak Belanja di PKL Jalanan: Arahkan ke Food Colony Demi Ketertiban Lalu Lintas

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Pamekasan – Jatimone.com – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Pamekasan, Achmad Faisol, mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk tidak berbelanja di Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih beroperasi di zona terlarang, khususnya di sekitar jalan raya dan trotoar. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap kelancaran lalu […]

  • Wacana Pilkada Dipilih DPRD Dinilai Ancam Supremasi Sipil dan Cederai Demokrasi

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Jun
    • visibility 205
    • 0Komentar

    PAMEKASAN, JatimOne.com – Wacana pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang mengemuka di awal pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto menuai beragam respons dari masyarakat. Usulan Pilkada tidak langsung tersebut memantik pro dan kontra di ruang publik, termasuk di Kabupaten Pamekasan. Sejumlah partai politik di parlemen dikabarkan telah menyatakan dukungan terhadap […]

expand_less
Exit mobile version