Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Sistem Paruh Dua ‘Agedhu’, Warisan Budaya Ternak Sapi Warga Pademawu Timur

Sistem Paruh Dua ‘Agedhu’, Warisan Budaya Ternak Sapi Warga Pademawu Timur

  • account_circle Ahbib
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pamekasan – jatimone.com – Tradisi bagi hasil ternak sapi dengan sistem paruh dua atau agedhu masih bertahan di Desa Pademawu Timur, Dusun Sawahan, Pamekasan. Sistem ini bukan sekadar pola kerja sama ekonomi rakyat, melainkan juga bagian dari warisan budaya masyarakat Madura. Kondisi itu terpantau pada Jumat (19/09/2025).

Menurut tokoh masyarakat setempat, Fatillah, masyarakat Madura menyebut sistem ini dengan istilah paronan atau agedhu. Prinsipnya sederhana, keuntungan dari ternak sapi dibagi dua antara pemilik dan perawat.

“Kesepakatan biasanya dilakukan secara kekeluargaan tanpa aturan tertulis, tetapi sudah berjalan turun-temurun puluhan tahun,” jelasnya.

Dalam praktiknya, agedhu banyak diterapkan pada sapi jantan Madura. Misnadi, salah satu peternak berpengalaman, mengatakan masa pemeliharaan umumnya minimal satu tahun, meski dalam kondisi tertentu bisa lebih singkat. Ia mencontohkan kasus seekor sapi yang dibeli Rp12 juta, lalu enam bulan kemudian dijual Rp16 juta.

“Selisih empat juta itu dibagi dua, masing-masing dua juta. Selain itu, pemilik biasanya juga memberi biaya jamu bulanan antara Rp25 ribu sampai Rp50 ribu,” terangnya. Menurutnya, sapi jantan kerap dianggap sebagai usaha sampingan oleh masyarakat.

Sementara itu, pada sapi betina, sistem agedhu berfokus pada hasil reproduksi. Fatillah menjelaskan, anak sapi yang lahir akan dibagi dua antara pemilik dan perawat, sedangkan biaya inseminasi buatan biasanya ditanggung pemilik. “Kalau lahir dua anak, biasanya satu untuk pemilik dan satu untuk perawat,” katanya.

Pengalaman serupa diungkapkan Mohammad Said, peternak yang sudah puluhan tahun menjalankan sistem ini bersama keluarga dekat. Ia menilai, agedhu bukan hanya soal untung, melainkan soal kebersamaan. “Saya sudah terbiasa memakai sistem ini. Walau hasilnya tidak selalu besar, yang penting ada rasa percaya,” ujarnya.

Seiring waktu, tren beternak sapi di Pademawu Timur mengalami pergeseran. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak memelihara sapi Madura, kini sebagian beralih ke sapi silangan seperti Limousin. Misnadi menyebut perbedaan utamanya terletak pada masa pemeliharaan.

“Kalau sapi Madura cukup enam bulan sampai setahun, sedangkan Limousin bisa dua sampai empat tahun. Memang lebih lama, tapi pertumbuhannya lebih cepat dan bobotnya lebih besar,” ungkapnya. Meski demikian, kesepakatan bagi hasil tetap sama, yakni dibagi dua saat penjualan.

Bagi masyarakat Dusun Sawahan, sistem agedhu tidak hanya dipandang dari sisi ekonomi. Tradisi ini tetap dipertahankan karena mengandung nilai adat, kebersamaan, sekaligus memberi peluang bagi warga yang tidak punya modal untuk ikut beternak.

“Ini sudah jadi semacam tabungan keluarga,” tutur Fatillah.

Di tengah perubahan zaman dan tren beternak modern, agedhu masih menjadi identitas ekonomi rakyat Madura sekaligus simbol solidaritas sosial yang terus dijaga.

  • Penulis: Ahbib
  • Editor: Rosi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Aktivasi Paket Nelpon Sepuasnya Untuk Pengguna Telkomsel

    Cara Aktivasi Paket Nelpon Sepuasnya Untuk Pengguna Telkomsel

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Ilustrasi Nikmati telepon tanpa batas setiap hari ke sesama Telkomsel mulai dari Rp800 khusus untuk pelanggan di area Madura, Pantura, dan Lombok.  Untuk pelanggan yang berada di Madura, Pantura, dan Lombok dapat melakukan pembelian paket dengan cara sebagai berikut: Akses UMB *888*88# Kamu akan mendapatkan menu konfirmasi: “Apakah Anda akan membeli paket SEPUASNYA Tsel/1 Hari […]

  • PPKBD Gelar Peduli Stunting Bersama Ibu Hamil 

    PPKBD Gelar Peduli Stunting Bersama Ibu Hamil 

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2024
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone.com – Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Kecamatan Proppo gelar Peduli Stunting bersama ibu hamil dibalai penyuluhan kecamatan Proppo Pamekasan. Rabu, (31/01/2024). Acara yang dihadiri oleh KAPUS Proppo, KAPUS Panaguan, Camat, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBID DPPPA), KUA, serta 54 ibu-ibu hamil dari semua desa di Kecamatan Proppo Pamekasan […]

  • Survei UMKM untuk Program Workshop Marketing Mix oleh Mahasiswa KKN UPN Jatim

    Survei UMKM untuk Program Workshop Marketing Mix oleh Mahasiswa KKN UPN Jatim

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Dokumentasi survei UMKM Roselia Mandiri Surabaya, Mahasiswa KKN Tematik MBKM kelompok 71 melakukan survei kepada 19 pelaku UMKM (Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah) di Kelurahan Bringin, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya. Survei dilakukan selama 3 hari (18, 19 dan 20 April 2022) dengan sistem pembagian tim dalam kelompok KKN 71. Hari pertama survei dilakukan sebanyak 4 […]

  • Komisi IV DPRD Pamekasan Tinjau RSIA Puri Bunda, Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan

    Komisi IV DPRD Pamekasan Tinjau RSIA Puri Bunda, Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Dalam rangka memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal, Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Bunda Madura pada Kamis (16/1/2025). Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Halili Yasin, dan disambut hangat oleh Owner RSIA Puri Bunda Madura, dr. Franky Kawilarang. Turut […]

  • KH Kholilurrahman dan Sukriyanto Resmi Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan

    KH Kholilurrahman dan Sukriyanto Resmi Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Surabaya – jatimone.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melantik KH Kholilurrahman dan H. Sukriyanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan periode 2025–2030, dalam upacara yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (19/3/2025) malam. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-221 Tahun 2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah […]

  • Penyerobotan Tanah Milik Leluhur di Dusun Soloh Laok

    Penyerobotan Tanah Milik Leluhur di Dusun Soloh Laok

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Penyerobotan tanah milik leluhur di Dusun Soloh Laok Desa Murtajih Kec. Pademawu Kab. Pamekasan, Jum’at (28/6/24) Moh. Safii, terkejut saat mendengar kabar bahwa tanah warisan keluarganya di Soloh Laok, Murtajih, telah diakuisisi oleh orang lain. Padahal, tanah tersebut sudah dimiliki oleh keluarga Moh. Safii selama puluhan tahun, sejak tahun 1976 dan […]

expand_less