Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Pemkab Pamekasan Kembangkan Energi Biogas dari Limbah Kotoran Sapi

Pemkab Pamekasan Kembangkan Energi Biogas dari Limbah Kotoran Sapi

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
  • visibility 282
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAMEKASAN – jatimone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur mengembangkan energi biogas dari limbah kotoran sapi sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sistem pertanian terpadu yang berdampak secara ekonomi dan lingkungan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Indah Kurnia Suslistiorini mengatakan, program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Pamekasan dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan PT Biru Karbon Nusantara (BKN).

Hingga saat ini, sebanyak 10 unit instalasi biogas telah dipasang di berbagai desa, antara lain Desa Tampojung Guwa, Pangereman, Tampojung Pregi, Rek Kerrek, Seddur, Kadura Barat, Klompang Barat, Klompang Timur, Potoan Laok, dan Klampar. Instalasi yang terpasang bervariasi, mulai dari sistem ukuran 6 hingga 40, disesuaikan dengan jumlah ternak sapi di masing-masing wilayah.

“Perangkat yang dipasang ini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Harapannya, pemanfaatan biogas ini bisa terus dikembangkan dan menyebar ke seluruh peternak sapi di Pamekasan,” kata Indah di Pamekasan, Minggu.

Ia menambahkan, melalui program tersebut, para peternak diharapkan tidak hanya mengambil manfaat ekonomi dari hasil ternaknya, tetapi juga mampu mengelola limbah kotoran sapi menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Safi’ menjelaskan bahwa pemasangan instalasi biogas ini merupakan bagian dari proyek riset strategis yang fokus pada pemanfaatan limbah peternakan dan mendukung program ketahanan pangan dan energi nasional.

“Kalau masyarakat bisa mengelola limbah ternak dengan baik dan menjadikannya energi, maka kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mendorong kemandirian energi dan meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujarnya.

Safi’ menargetkan agar ke depan, setiap desa dapat memiliki satu unit instalasi biogas yang bisa dimanfaatkan secara kolektif oleh warga untuk kebutuhan rumah tangga maupun mendukung usaha kecil.

Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto menambahkan bahwa selain dari limbah ternak, Pemkab juga mulai mengembangkan biogas dari limbah pabrik tahu. Program tersebut sementara ini masih difokuskan di Desa Bicorong, Kecamatan Pakong.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang ada, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya energi terbarukan,” kata Sukriyanto.

Pemanfaatan biogas ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi alternatif dalam pengelolaan limbah sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, khususnya para peternak dan pelaku industri kecil di Kabupaten Pamekasan.

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Pamekasan Tertinggi Pemilih Dalam Pemilu Tahun 2024

    • calendar_month Rabu, 25 Des 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pamekasan berhasil mencatat prestasi tetinggi dalam partisipasi masyarakat pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pamekasan tahun 2024. Berdasarkan data resmi di KPU Pamekasan mencapai 87,57 %. Se- Jawa Timur, Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sekitar 6-7 persen […]

  • Survei UMKM untuk Program Workshop Marketing Mix oleh Mahasiswa KKN UPN Jatim

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle jatimone
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Dokumentasi survei UMKM Roselia Mandiri Surabaya, Mahasiswa KKN Tematik MBKM kelompok 71 melakukan survei kepada 19 pelaku UMKM (Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah) di Kelurahan Bringin, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya. Survei dilakukan selama 3 hari (18, 19 dan 20 April 2022) dengan sistem pembagian tim dalam kelompok KKN 71. Hari pertama survei dilakukan sebanyak 4 […]

  • Ponpes Banyuanyar Kukuhkan Ratusan Hafidz Al-Qur’an

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Banyuanyar kukuhkan ratusan hafidz Al-Qur’an, Ahad, 07 Januari 2024. Pengukuhan yang dikemas dengan Wisuda Tahfidz Ke-9 ini diikuti oleh 214 santri laki-laki dan perempuan di dua tingkatan satuan pendidikan yang ada dibawah naungan Lembaga Pendidikan Islam Banyuanyar. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Program […]

  • Terdesak Serbuan Toko Online, Pedagang Pasar Sore Pamekasan Waswas Pajak Naik

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Pedagang di Pasar Sore Pamekasan mulai merasakan tekanan di tengah maraknya jual beli secara daring. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pasar tradisional ini menghadapi dua persoalan sekaligus: sepinya pembeli dan kabar rencana kenaikan tarif pajak yang membuat mereka semakin waswas. Ayu, pedagang gorden dan penjahit yang telah lebih […]

  • Jadwal Imsyakiyah Bulan Ramdhan 1445 H / 2024 M Kabupaten Pamekasan

    • calendar_month Rabu, 13 Mar 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 189
    • 0Komentar
  • MELATIH DIRI, MELEK DIGITAL DALAM RANGKA MENGHADAPI TAHUN POLITIK

    • calendar_month Selasa, 23 Mei 2023
    • account_circle jatimone
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Menghadapi tahun politik 2024, media digital menghadapi tantangan misinformasi yang membuat beberapa mahasiswi UPN “Veteran Jawa Timur” mengikuti pelatihan jurnalistik di Tirto.Id untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap media. Profesi Jurnalis berbeda dengan pekerjaan lain. Bukan profesi yang bekerja 9 jam sehari dari pagi hingga malam, Bukan sekedar pekerjaan yang duduk di kursi dan menatap layar […]

expand_less
Exit mobile version