Angka Kematian Ibu dan Anak di Pamekasan Masih Tinggi, DPRD Gelar Evaluasi
- account_circle Fiki
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pamekasan – Jatimone.com – Komisi IV DPRD Pamekasan menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi penurunan angka kematian ibu dan anak, Rabu (22/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Wahana Bina Praja Pemkab Pamekasan itu dihadiri Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (Subkor KGM) Dinas Kesehatan Pamekasan, Suliha.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diikuti direktur dan perwakilan rumah sakit se-Pamekasan serta Bidan Koordinator (Bikor) dari masing-masing puskesmas.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Abd Rasyid Fansori, mengatakan bahwa angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Pamekasan masih tergolong tinggi. Pada 2024, jumlah kasus tercatat sebanyak 68 jiwa dan meningkat menjadi 76 jiwa pada 2025.
“Per April 2026 ini, jumlahnya sudah mencapai 33 jiwa. Ini penting untuk segera dilakukan monitoring dan evaluasi,” ujarnya kepada Jatimone.com, Rabu (22/4/2026).
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menjelaskan, kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut bertujuan untuk mencari solusi agar angka kematian ibu dan anak dapat ditekan.
“Kita ingin mencari titik temu dengan menggali berbagai persoalan di lapangan, sehingga kendala yang ada bisa teratasi,” terangnya.
Pihaknya juga berkomitmen untuk mengawal hasil dari kegiatan tersebut, di antaranya dengan mendorong pemaduan sistem rujukan dan rumah sakit tujuan pasien agar lebih efektif.
“Kami akan menindaklanjuti berbagai kasus dan kendala yang disampaikan, serta melakukan rapat internal untuk merumuskan sejumlah rekomendasi,” pungkasnya.
- Penulis: Fiki
- Editor: Rosi
