Breaking News
light_mode
Trending Tags

LP3M Nilai Satu Tahun Kepemimpinan Bupati–Wabup Pamekasan Tunjukkan Sejumlah Perubahan

  • account_circle Rosi
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAMEKASAN – Jatimone.com – Ketua Lembaga Pusat Penelitian dan Pengembangan Madura (LP3M), Suroso, menilai satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan telah menunjukkan sejumlah hasil dan kerja nyata bagi daerah, Jumat (03/04/2026).

Menurut Suroso, berbagai kebijakan pemerintah daerah dalam setahun terakhir mulai terlihat manfaatnya di tengah masyarakat, terutama dalam penataan kawasan perkotaan, penguatan komunikasi pemerintah, serta dukungan terhadap sektor pendidikan dan ekonomi lokal.

Salah satu capaian yang ia soroti adalah penataan kawasan Arek Lancor. Lokasi yang sebelumnya terkesan semrawut dan dipenuhi pedagang kaki lima (PKL), kini dinilai lebih bersih dan nyaman setelah para PKL dipindahkan ke Food Colony.

“Arek Lancor yang semula seperti pasar dan semrawut kini sudah bersih dan nyaman karena para PKL sudah dipindah ke Food Colony,” ujar Suroso.

Selain itu, kawasan eks Stasiun PJKA yang sebelumnya dikeluhkan warga Kelurahan Patemon karena aktivitas PKL, kini dinilai lebih rapi dan tidak lagi mengganggu ketentraman warga sekitar. Penataan juga terlihat di sepanjang trotoar Jalan Jokotole yang sebelumnya dipenuhi PKL dan mobil pikap penjual buah hingga mengganggu arus lalu lintas.

Suroso juga menyinggung berkurangnya persoalan banjir di Kota Pamekasan. Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya kota ini kerap mengalami banjir parah, namun kondisi tersebut kini sudah jauh membaik.

Di bidang komunikasi pemerintahan, ia menilai program pertemuan rutin antara ulama dan umara sangat positif karena mampu memperlancar komunikasi dan mempererat silaturahmi. Begitu juga dengan program Tera’ Bulan yang dinilainya efektif sebagai ruang komunikasi antara Bupati dan Wakil Bupati dengan tokoh desa, kelurahan, dan masyarakat.

Selain itu, Suroso menilai komunikasi pemerintah daerah dengan pimpinan perguruan tinggi di Pamekasan juga berjalan sangat baik. Menurutnya, hal ini penting karena Pamekasan dikenal sebagai kota pendidikan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga menunjukkan dukungan terhadap keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hal itu dibuktikan dengan pengajuan surat oleh Bupati Pamekasan ke Kementerian Koperasi RI pada 9 Oktober 2025 terkait pilot project KDKMP di Pamekasan.

Dukungan terhadap pengembangan industri rokok lokal juga disebut menjadi langkah positif pemerintah daerah karena sektor tersebut dinilai masih memiliki peran penting bagi perekonomian masyarakat.

Meski demikian, Suroso menilai masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi pada tahun kedua kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran daerah yang membuat tidak semua janji politik dapat langsung direalisasikan.

Ia menyebut, kondisi tersebut sering kali tidak mudah dijelaskan kepada masyarakat dan para pendukung yang menginginkan seluruh janji politik segera diwujudkan. Di sisi lain, pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat juga menjadi kendala tersendiri bagi daerah.

Tantangan lainnya adalah karakter masyarakat Pamekasan yang dikenal kritis dan terbiasa menyampaikan pandangan secara tajam. Karena itu, menurut Suroso, pemerintah daerah perlu menyikapi kritik dengan bijak, rasional, dan realistis.

Ia juga menyoroti dampak keterbatasan anggaran terhadap motivasi kerja aparatur pemerintahan, mulai dari organisasi perangkat daerah, camat, lurah, hingga kepala desa. Dalam kondisi seperti itu, Bupati dan Wakil Bupati dinilai perlu terus memberikan dorongan agar jajaran pemerintahan tetap berinovasi dan mampu menghasilkan kinerja yang baik.

Suroso berharap, pada tahun kedua kepemimpinan, pemerintah daerah dapat terus menjaga semangat kerja sama, komunikasi, dan inovasi agar pembangunan di Kabupaten Pamekasan tetap berjalan meski dengan keterbatasan anggaran.

  • Penulis: Rosi
  • Editor: Fiki
expand_less
Exit mobile version