Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Ketua DPRD Pamekasan Tinggalkan Massa Aksi Forum NGO, Bupati Didesak Jawab Tuntutan

Ketua DPRD Pamekasan Tinggalkan Massa Aksi Forum NGO, Bupati Didesak Jawab Tuntutan

  • account_circle Junaidi
  • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pamekasan – Jatimone.com – Aksi unjuk rasa yang digelar Forum NGO di depan Kantor Bupati Pamekasan, Jl. Kabupaten No. 107, Kamis (18/9/2025), diwarnai kekecewaan. Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur, disebut meninggalkan lokasi sebelum memberikan penjelasan kepada massa, meski sempat hadir mendampingi Bupati Kholilurrahman.

Koordinator lapangan aksi, Abdus Marhain, menilai pemerintah daerah tidak berpihak pada rakyat. Ia menyoroti kebijakan anggaran daerah yang dianggap tidak tepat sasaran.

“Tuntutan kami jelas, kenapa masyarakat harus swadaya memperbaiki jalan, sementara bupati menghabiskan APBD Rp1,03 miliar hanya untuk menginap di hotel selama setahun, Rp104,8 juta untuk kasur, dan Rp116 juta hanya untuk empat sofa jati ukir. Semua itu sudah tercatat dalam rencana anggaran,” tegas Marhain.

Kekecewaan juga disampaikan Zaini Wer Wer, Direktur Forum NGO. Ia menilai penjelasan Bupati Kholilurrahman mengenai harga tembakau tidak memihak kepada rakyat kecil.

“Bupati seharusnya berpihak kepada petani dan pengusaha rokok lokal. Kami minta beliau menjembatani agar biaya pita cukai lebih ringan, sekaligus menyuarakan ke pemerintah pusat supaya harga cukai murah. Kalau ini tidak dilakukan, pabrikan rokok lokal akan terus gulung tikar,” ujarnya.

Menurutnya, banyak pengusaha rokok lokal tertekan karena meski produksi masih kecil, mereka sering digerebek aparat bea cukai. “Modal pembuatan rokok sangat mahal, sementara pekerja kecil hanya mengandalkan upah dari industri lokal. Ini masalah serius,” tambah Zaini.

Orator lain, Abuyazid, menyoroti keberadaan gudang rokok milik perusahaan besar yang sudah lama beroperasi di Pamekasan.

“Gudang milik orang luar sudah puluhan tahun di sini hanya mengambil untung. Sementara petani tembakau lokal menjerit karena harga tembakau jatuh. Seharusnya bupati dan dewan lebih peka,” serunya lantang.

Abuyazid menegaskan, kesejahteraan petani tembakau sangat menentukan masa depan Pamekasan.

“Kalau petani maju, Pamekasan juga sukses. Tetapi kenyataannya, janji-janji kampanye dulu tidak sebanding dengan kenyataan sekarang,” ucapnya.

Ia juga menyebut kepemimpinan Bupati Kholilurrahman bersama Sukri gagal memperjuangkan nasib petani. “Bupati tidak bisa menekan gudang-gudang besar seperti Gudang Garam, Sampoerna, atau Djarum. Padahal mayoritas penduduk Pamekasan adalah petani tembakau. Kami kecewa,” tutup Abuyazid dengan nada keras.

  • Penulis: Junaidi
  • Editor: Rosi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disdik Pamekasan Berikan Honor Tunjangan Kepada Guru Yang Sudah Menerima Tunjangan Sertifikasi Dari Kemenag

    • calendar_month Selasa, 20 Mar 2018
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimtarget.com _ Salah seorang guru menerima Tunjangan dari dua instansi yang sama bersumber dari Negara. (17/03/18) Sebut saja HM menerima tunjangan sertifikasi yang berangkat dari salah satu lembaga yang bernaung dibawah lingkungan Kemenag Pamekasan dan ironisnya si HM juga mendapat tunjangan dan berangkat dari SDN yang bernaung dilingkungan Disdik Pamekasan. Menurut informasi yang diterima suaranusantara.net, […]

  • Pj Bupati Pamekasan Kunjungi Korban Angin Kencang di Desa Konang, Serahkan Bantuan Darurat

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Penjabat (Pj) Bupati Pamekasan, Masrukin, bersama sejumlah pejabat Pemkab meninjau langsung lokasi terdampak angin kencang di Desa Konang, Kecamatan Galis, Senin (6/1/2025). Kunjungan tersebut sekaligus dalam rangka penyaluran bantuan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Dalam kunjungan itu, Pj Bupati menyerahkan sejumlah bantuan darurat kepada warga terdampak berupa […]

  • Oknum PNS Pamekasan Diduga Berhubungan Gelap

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone.com – Seorang oknum PNS di Kabupaten Pamekasan, Madura, berinisial HM, menjadi perbicangan hangat setelah terungkap skandal perselingkuhannya dengan seorang pria berinisial I. HM yang merupakan seorang guru Taman Kanak-kanak (TK) ini bahkan telah mengakui perselingkuhannya tersebut. Kasus ini mencuat setelah foto-foto mesra HM dan R tersebar di media sosial. HM kemudian dipanggil oleh […]

  • Google Merilis AI Generasi Baru untuk Gmail dan Cloud Software

    • calendar_month Rabu, 15 Mar 2023
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Google Alphabet pada hari Selasa meluncurkan serangkaian alat kecerdasan buatan atau AI untuk gmail, dan perangkat lunak awan nya, membidik Microsoft beberapa hari sebelum saingannya diharapkan membuat pengumuman serupa. Dalam pemutaran ulang chatbot dogfight yang diluncurkan oleh raksasa teknologi bulan lalu, ABC disebut- sebut sebagai” tongkat ajaib” untuk perangkat lunak Google Documents populernya yang dapat […]

  • Idul Fitri Lebih Meriah Tellasan Ketupat, Tradisi Madura pada 8 Syawal

    • calendar_month Rabu, 17 Apr 2024
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Jatimone.com — Tellasan Topak (Lebaran Ketupat) adalah perayaan yang dilaksanakan di Madura pada hari ke-8 bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri. Orang-orang Madura merayakan Tellasan Topak itu sebagai ungkapan syukur atas kekuatan yang diberikan Allah untuk berpuasa Syawal selama 6 hari yang dimulai pada tanggal 2 hingga 7 Syawal.   Secara historis, peringatan Lebaran […]

  • Peran Santri Dalam Memerdekakan Bangsa

    • calendar_month Minggu, 21 Okt 2018
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Taufiq Idris Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan bahkan menghapus sejarah pahlawannya (distorsi), hal ini menggambarkan bagaimana manusia (regenarasi) yang mampu melakukan internalisasi nilai-nilai perjuangan para pejuang bangsa dalam banyak literatur kesejarahan, bangsa ini diperlukan untuk kembali membaca teks-teks sejarah lama sehingga mampu melakuan kontekstualisasi dan rekontruksi dari sebuah nilai tadi. Spirit peradaban […]

expand_less
Exit mobile version