Breaking News
light_mode
Beranda » Peristiwa » Idul Fitri Lebih Meriah Tellasan Ketupat, Tradisi Madura pada 8 Syawal

Idul Fitri Lebih Meriah Tellasan Ketupat, Tradisi Madura pada 8 Syawal

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Rabu, 17 Apr 2024
  • visibility 230
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jatimone.com — Tellasan Topak (Lebaran Ketupat) adalah perayaan yang dilaksanakan di Madura pada hari ke-8 bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri.

Orang-orang Madura merayakan Tellasan Topak itu sebagai ungkapan syukur atas kekuatan yang diberikan Allah untuk berpuasa Syawal selama 6 hari yang dimulai pada tanggal 2 hingga 7 Syawal.

 

Secara historis, peringatan Lebaran Ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Wali Songo pada sekitar abad ke-15 masehi. Beliau adalah Sayyid Makhdum Ibrahim atau Sunan Bonang.

 

Kemudian diperkenalkan di Madura oleh Sunan Paddusan atau Raden Bendoro Dwiryopodho (keturunan Sunan Manyuran Mandalika) dan Pengeran Katandur atau Sayyid Baidhawi (cucu Sunan Kudus). Kini Lebaran Ketupat menjadi budaya warga Madura.

 

Di Madura, ada beberapa penyebutan Hari Raya Ketupat. Pertama, Tellasan Petto’, karena dilaksanakan pada hari ke-7 pasca-puasa Syawal. Kedua, Tellasan Topak, karena hidangannya menggunakan ketupat yang terbuat dari anyaman daun kelapa atau janur yang berbentuk persegi empat.

 

Makna Ketupat

Ketupat itu nama simbolik yang mengandung makna lain dari sekadar wadah anyaman dari janur.

 

Ketupat (Kupat, Katopak) dalam bahasa Jawa diartikan sebagai laku sing papat atau amalan yang empat; yaitu puasa Ramadhan, zakat fitrah, memaafkan, dan silaturahim.

 

Selain itu, bisa juga diartikan dengan empat keadaan yang dianugerahkan kepada mereka yang melakukan empat perbuatan; yaitu Lebar (selesai mengerjakan perintah puasa), Lebur (terhapus semua dosa di masa lalu), Luber (melimpah ruwah pahala amalannya), dan Labur (bersih dirinya dan bercahaya wajahnya).

 

Keadaan empat ini oleh Sunan Bonang diterjemahkan dengan istilah ‘Jatining Nur’ yang artinya hati yang putih dan bersih seperti janur yang bersih.

 

Sunan Bonang menjadi simbol keberagamaan yang kaffah setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dan melengkapinya dengan puasa Syawal selama enam hari, sebagaimana yang dianjurkan Nabi Muhammad.

عَنْ أَبِي أَيوب، أَنَّ رَسُوْل الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ (رواه مسلم)

 

Nabi bersabda: “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka nilainya sama dengan puasa selama 1 tahun.”

 

Tellasan Topak di Madura

 

Tellasan Topak adalah ungkapan kebahagiaan orang Madura karena telah usai melaksanakan puasa Syawal selama enam hari. Masyarakat Madura memeriahkannya dengan tradisi guyub menganyam ketupat bersama di suatu tempat. Mereka kemudian saling tukar makanan atau hidangan ketupat yang beragam.

 

Bertukar masakan dilakukan dengan saling antar, dari satu rumah ke rumah lainnya. Selain itu, disedekahkan ke masjid atau mushala yang sedang berdoa. Bahkan disedekahkan kepada masyarakat yang berkumpul di suatu tempat yang membaca surat Yasin dan tahlil untuk memohon keselamatan dan kemanan dalam hidup.

 

Tellasan Topak atau Lebaran Ketupat menjadi tradisi turun temurun sebagai salah satu media untuk mempererat tali kekerabatan (sebagaimana anyaman ketupat) dalam bentuk guyub menganyam ketupat bersama keluarga dan tetangga, memperkuat kepedulian sosial dalam bentuk saling tukar menu ketupat, dan semangat keberagamaan dalam tradisi Yasinan dan Tahlilan di masjid atau mushala serta doa bersama untuk kekuatan spiritual.

 

Tellasan Topak Perspektif Islam

 

Kendati secara serimonial tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad, sahabat, tabi’in, dan bukan ajaran Islam, tetapi tradisi Tellasan Topak ini tidak bertentangan dengan syariat Islam. Justru tradisi ini memperkuat nilai-nilai keislaman yang diajarkan Rasulullah berupa peningkatan ibadah, kepedulian sesama, sedekah, silaturrahim, dan istighotsah.

 

Dengan demikian, tradisi Tellasan Topak ini penting dilestarikan sebagai bentuk komitmen pada tradisi leluhur, sebagaimana termaktub dalam sebuah kaidah:

اَلْمُحَافَظَةُ عَلَى الْقَدِيْمِ الصَّالِحْ وَالْاَخْذُ بِالْجَدِيْدِ الْاَصْلَحِ

 

Artinya: Memelihara (menjaga) nilai atau ajaran lama yang baik, dan mengambil nilai atau ajaran baru yang lebih baik.

 

(smbr Nuonline.com)

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KOPRI PC PMII Pamekasan Kecam Keras Tindakan Kekerasan Berbasis Gender terhadap Een Jumiati

    KOPRI PC PMII Pamekasan Kecam Keras Tindakan Kekerasan Berbasis Gender terhadap Een Jumiati

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Korps Putri (KOPRI) Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus kekerasan berbasis gender yang mengakibatkan meninggalnya saudari Een Jumiati. Kejadian ini merupakan cerminan nyata dari masih maraknya permasalahan kekerasan terhadap perempuan di tengah masyarakat kita. Ketua KOPRI PC PMII Pamekasan, Maftuhah, menyatakan, “Kami sangat […]

  • Ketua LP3M Soroti Munculnya Tokoh-Tokoh Baru Jelang Pilkada Pamekasan 2029

    Ketua LP3M Soroti Munculnya Tokoh-Tokoh Baru Jelang Pilkada Pamekasan 2029

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Ros
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Meski Pemilihan Bupati Pamekasan baru akan digelar pada 2029 mendatang, dinamika politik lokal mulai menunjukkan geliat sejak dini. Sejumlah tokoh mulai bermunculan ke ruang publik dengan berbagai aktivitas sosial untuk membangun simpati masyarakat. Ketua Lembaga Pusat Penelitian dan Pengembangan Madura (LP3M), Suroso, mengatakan fenomena tersebut tidak lepas dari kepastian bahwa KH. […]

  • Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

    Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • account_circle jatimone
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Peningkatan penjualan yang sangat signifikan untuk small MPV PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Deals Indonesia( MMKSI), Xpander sepertinya bakal berpengaruh terhadap model lain pabrikan berlambang tiga berlian ini. Pasalnya, beredar rencana untuk mengejar produksi pesaing Toyota Avanza ini, Pajero Sport bakal kembali berstatus impor alias CBU. Menurut Direktur of Sales & Marketing Division PT MMKSI, […]

  • Wabup Pamekasan Sukriyanto Sidak Pasar Kolpajung, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran

    Wabup Pamekasan Sukriyanto Sidak Pasar Kolpajung, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Rosi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – Siaranmadura – Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Kolpajung, Senin (16/3/2026). Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam kegiatan tersebut, Sukriyanto meninjau langsung sejumlah lapak pedagang serta memantau harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Dari hasil pemantauan di lapangan, […]

  • Taman Arek Lancor Pamekasan Menjadi Lahan Penjual Liar

    Taman Arek Lancor Pamekasan Menjadi Lahan Penjual Liar

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pamekasan kembali melaksanakan kegiatan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di pinggiran taman Arek Lancor, Kamis (22/02/24) Satpol PP melaksanakan kegiatan tersebut setiap hari bahkan malam demi kelancaran pengguna jalan yang berlalu lalang di daerah sangat padat terhadap pengguna jalan. Kepala Satpol PP Pamekasan, […]

  • MPC Pemuda Pancasila Pamekasan Kukuhkan MPAC Palengaan Masa Khidmat 2025–2029, Tekankan Peran Positif di Tengah Masyarakat

    MPC Pemuda Pancasila Pamekasan Kukuhkan MPAC Palengaan Masa Khidmat 2025–2029, Tekankan Peran Positif di Tengah Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Jun
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Pamekasan resmi mengukuhkan kepengurusan Majelis Pimpinan Anak Cabang (MPAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Palengaan masa khidmat 2025–2029. Kegiatan pengukuhan berlangsung di Pendopo Balai Kecamatan Palengaan, Sabtu (4/10/2025). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pamekasan, Surahmat, S.E., serta perwakilan berbagai organisasi kepemudaan […]

expand_less