Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » KJJT Kecam Kekerasan Polisi terhadap Jurnalis di Surabaya: Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

KJJT Kecam Kekerasan Polisi terhadap Jurnalis di Surabaya: Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
  • visibility 330
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya – jatimone.com – 25 Maret 2025. Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap dua jurnalis, Wildan Pratama dari Suara Surabaya dan Rama Indra dari Beritajatim.com, saat meliput aksi demonstrasi penolakan UU TNI di depan Gedung Grahadi, Senin (24/3/2025). Insiden ini menjadi sorotan karena mencerminkan ancaman terhadap kebebasan pers di Indonesia.

Ketua Umum KJJT, Ade S Maulana, menegaskan bahwa tindakan represif terhadap jurnalis merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Aparat seharusnya melindungi, bukan justru melakukan intimidasi dan kekerasan,” tegasnya.

Kronologi Kejadian.

Menurut keterangan Rama Indra, ia meliput aksi unjuk rasa sejak pukul 14.16 WIB. Aksi demonstrasi awalnya berlangsung damai, namun mulai ricuh pada pukul 16.22 WIB saat massa aksi melempari botol ke arah barikade polisi di depan Gedung Grahadi. Kericuhan semakin memanas dengan lemparan batu, petasan, dan molotov. Bentrokan sempat terhenti saat azan Maghrib untuk berbuka puasa, di mana beberapa pendemo telah diamankan ke dalam gedung.

Setelah Maghrib, massa aksi masih bertahan di sekitar Alun-Alun Kota Surabaya. Kepolisian mencoba membubarkan mereka dengan kendaraan taktis water cannon dan mendorong massa ke Jalan Yos Sudarso serta Jalan Pemuda. Massa aksi menolak bubar dan kembali melempari polisi dengan batu, kayu, serta pecahan keramik trotoar.

Sekitar pukul 18.28 WIB, Rama Indra yang saat itu berada di pinggir jalan sisi samping belakang aparat, tengah merekam pembubaran aksi.

Dalam pengakuan Rama kepada komunitas jurnalis jawa timur. “Saya melihat beberapa polisi menangkap dua pendemo, lalu memukuli dan menginjak mereka. Saya merekam kejadian itu dengan ponsel saya,” ungkap Rama. Namun, tak lama setelah itu, ia justru menjadi sasaran kekerasan aparat.

“Tiga sampai empat polisi berseragam dan tidak berseragam menghampiri saya, memaksa saya menghapus rekaman video tersebut. Mereka memukul kepala saya dan menyeret saya. Saya sudah menunjukkan kartu pers yang menggantung di leher saya, tetapi mereka tetap memaksa saya menghapus video itu dan merebut ponsel saya,” tambahnya, Senin (24/3/2025)

Rama juga mengungkapkan bahwa ia mengalami kekerasan fisik. “Saya dipukul beberapa kali di kepala dengan tangan kosong dan kayu. Handphone saya diancam akan dibanting. Beruntung ada rekan jurnalis dari detik.com dan kumparan.com yang datang menolong saya dan menegur aparat yang memiting saya,” ujarnya.

Akibat insiden ini, Rama mengalami benjol di kepala, luka baret di pelipis kanan, serta bibir bagian dalam sebelah kiri lecet.

Kecaman dari KJJT.

Menanggapi insiden ini, Ketua Umum KJJT, Ade S Maulana, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran berat terhadap kebebasan pers.

“Kami mendesak Kapolda Jawa Timur untuk segera mengusut kasus ini dan memberikan sanksi tegas kepada aparat yang terlibat. Kekerasan terhadap jurnalis tidak boleh dibiarkan karena ini bukan hanya soal individu, tetapi juga menyangkut kebebasan pers dan hak masyarakat mendapatkan informasi yang akurat,” ujarnya.

Ade juga mengingatkan bahwa peran jurnalis dalam meliput peristiwa di lapangan adalah bagian dari tugas profesional yang harus dihormati oleh semua pihak, termasuk aparat kepolisian.

“Kami tidak akan tinggal diam. Jika kasus ini tidak ditindaklanjuti, kami siap mengambil langkah hukum dan menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk protes atas tindakan represif ini,” tegasnya, Senin (24/3/2025)

KJJT juga mengimbau kepada seluruh jurnalis di Jawa Timur agar tetap waspada dalam menjalankan tugas di lapangan dan tidak segan untuk melaporkan segala bentuk intimidasi maupun kekerasan yang dialami.

Tuntutan KJJT.

Sebagai bentuk solidaritas dan perlindungan terhadap kebebasan pers, KJJT mengajukan beberapa tuntutan kepada pihak berwenang, yaitu:

  1. Kapolda Jawa Timur segera mengusut tuntas kasus kekerasan ini dan memberikan sanksi tegas kepada aparat yang terlibat.
  2. Jaminan perlindungan bagi jurnalis yang bertugas di lapangan, terutama dalam situasi demonstrasi dan bentrokan.
  3. Kepolisian harus memberikan edukasi kepada anggotanya tentang hak-hak jurnalis dan pentingnya kebebasan pers dalam sistem demokrasi.
  4. Pemerintah harus memastikan kebebasan pers tetap terjaga dan tidak ada lagi tindakan represif terhadap jurnalis yang menjalankan tugas jurnalistiknya.Dengan kejadian ini, KJJT berharap ada perbaikan dalam perlindungan terhadap jurnalis dan tidak ada lagi kasus serupa di masa mendatang.

“Jurnalis bukan musuh, mereka bekerja untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami berharap kejadian ini menjadi yang terakhir dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” pungkas Ade Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur, Senin (24/3/2025).

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

    Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

    • calendar_month Sabtu, 16 Mar 2019
    • account_circle jatimone
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Peningkatan penjualan yang sangat signifikan untuk small MPV PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Xpander sepertinya bakal berpengaruh terhadap model lain pabrikan berlambang tiga berlian ini. Pasalnya, beredar rencana untuk mengejar produksi pesaing Toyota Avanza ini, Pajero Sport bakal kembali berstatus impor alias CBU. Menurut Direktur of Sales & Marketing Division PT MMKSI, […]

  • Kabidpropam Polda Jatim Pimpin Apel Pembinaan dan Pemulihan Etika Profesi Polri Di Polres Pamekasan

    Kabidpropam Polda Jatim Pimpin Apel Pembinaan dan Pemulihan Etika Profesi Polri Di Polres Pamekasan

    • calendar_month Rabu, 17 Apr 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 159
    • 0Komentar

    PAMEKASAN-Personil Polres Pamekasan mengikuti Apel Pembinaan dan Pemulihan Etika Profesi Polri sebagai langkah tindak lanjut implementasi program prioritas Kapolri transformasi menuju Polri yang Presisi.   Giat Pembinaan  dan Pemulihan Etika Profesi Polri tersebut berlangsung di Lapangan Multifungsi Polres Pamekasan, Rabu (17/4/2024).   Hadir dalam kegiatan tersebut Kombes Pol Iman Setiawan, S.I.K., Kabidpropam Polda Jatim didampingi […]

  • Membangun Pemuda Desa Untuk Bangsa

    Membangun Pemuda Desa Untuk Bangsa

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle jatimone
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Warga membersihkan rumput liar di area sekitar Taman Pemakaman Umum (TPU) Gungguh. Pamekasan – Masyarakat yang tergabung dalam Pemuda Gungguh Bersatu (PGS) melakukan kerja bakti di sekitar area Taman Pemakaman Umum (TPU) Kampung Gungguh Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan pada Rabu, 18 Mei 2022. Tampak beberapa warga yang hadir bahu-membahu menebangi tanaman liar, menyapu […]

  • PMR Deklarasi Dukungan untuk Achmad Baidawi Maju Sebagai Calon Bupati Pamekasan

    PMR Deklarasi Dukungan untuk Achmad Baidawi Maju Sebagai Calon Bupati Pamekasan

    • calendar_month Kamis, 6 Jun 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Paguyuban Masyarakat Ronggosukowati (PMR) deklarasi Achmad Baidowi sebagai calon bupati Pamekasan 2024 di Hotel Cahaya Berlian, Jl. Raya Panglegur No. 69–71, Pamekasan, Jawa Timur, pada Kamis, 6 Juni 2024. Sebelumnya, nama Achmad Baidowi atau akrab disapa Awiek telah masuk bursa dan menjadi salah satu figur kuat yang akan bertarung dalam Pilkada Pamekasan 2024. Nasir, selaku […]

  • Aksi Tari Rondhing Vilka, Penari Cilik yang Curi Perhatian di Pendopo Pamekasan

    Aksi Tari Rondhing Vilka, Penari Cilik yang Curi Perhatian di Pendopo Pamekasan

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Jun
    • visibility 355
    • 0Komentar

    PAMEKASAN, JatimOne.com – Penampilan Vilka Arkana Arsyka, siswi SDN Potoan Laok 1, Kecamatan Palengaan, berhasil memukau para tamu undangan dalam kegiatan Tarèka Ngèmodhi Ngolang Taon Sè Kapèng 7 Ghâlimpo’ Dhu’remmek yang digelar di Pendopo Ronggo Sukowati, Pamekasan, Senin malam (29/12/2025). Bersama rekan-rekannya dari Sanggar Seni Makan Ati, Vilka tampil penuh semangat membawakan Tari Rondhing. Gerakan […]

  • Cetak Rekor Laga Terlama di Liga Inggris: Everton vs Tottenham

    Cetak Rekor Laga Terlama di Liga Inggris: Everton vs Tottenham

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2019
    • account_circle jatimone
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Jatim One _ Duel Everton vs Tottenham Cetak Rekor Laga Terlama di Liga Inggris  Hotspur, Minggu (3/11) waktu setempat, menjadi pertandingan terlama dalam sejarah Liga Inggris. Kemenangan Tottenham yang sudah berada di depan mata harus buyar karena tambahan waktu sebanyak 12 menit. Tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-97. Awalnya, Spurs berhasil memecahkan kebuntuan […]

expand_less