Breaking News
light_mode
Beranda » Peristiwa » Idul Fitri Lebih Meriah Tellasan Ketupat, Tradisi Madura pada 8 Syawal

Idul Fitri Lebih Meriah Tellasan Ketupat, Tradisi Madura pada 8 Syawal

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Rabu, 17 Apr 2024
  • visibility 231
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jatimone.com — Tellasan Topak (Lebaran Ketupat) adalah perayaan yang dilaksanakan di Madura pada hari ke-8 bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri.

Orang-orang Madura merayakan Tellasan Topak itu sebagai ungkapan syukur atas kekuatan yang diberikan Allah untuk berpuasa Syawal selama 6 hari yang dimulai pada tanggal 2 hingga 7 Syawal.

 

Secara historis, peringatan Lebaran Ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Wali Songo pada sekitar abad ke-15 masehi. Beliau adalah Sayyid Makhdum Ibrahim atau Sunan Bonang.

 

Kemudian diperkenalkan di Madura oleh Sunan Paddusan atau Raden Bendoro Dwiryopodho (keturunan Sunan Manyuran Mandalika) dan Pengeran Katandur atau Sayyid Baidhawi (cucu Sunan Kudus). Kini Lebaran Ketupat menjadi budaya warga Madura.

 

Di Madura, ada beberapa penyebutan Hari Raya Ketupat. Pertama, Tellasan Petto’, karena dilaksanakan pada hari ke-7 pasca-puasa Syawal. Kedua, Tellasan Topak, karena hidangannya menggunakan ketupat yang terbuat dari anyaman daun kelapa atau janur yang berbentuk persegi empat.

 

Makna Ketupat

Ketupat itu nama simbolik yang mengandung makna lain dari sekadar wadah anyaman dari janur.

 

Ketupat (Kupat, Katopak) dalam bahasa Jawa diartikan sebagai laku sing papat atau amalan yang empat; yaitu puasa Ramadhan, zakat fitrah, memaafkan, dan silaturahim.

 

Selain itu, bisa juga diartikan dengan empat keadaan yang dianugerahkan kepada mereka yang melakukan empat perbuatan; yaitu Lebar (selesai mengerjakan perintah puasa), Lebur (terhapus semua dosa di masa lalu), Luber (melimpah ruwah pahala amalannya), dan Labur (bersih dirinya dan bercahaya wajahnya).

 

Keadaan empat ini oleh Sunan Bonang diterjemahkan dengan istilah ‘Jatining Nur’ yang artinya hati yang putih dan bersih seperti janur yang bersih.

 

Sunan Bonang menjadi simbol keberagamaan yang kaffah setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dan melengkapinya dengan puasa Syawal selama enam hari, sebagaimana yang dianjurkan Nabi Muhammad.

عَنْ أَبِي أَيوب، أَنَّ رَسُوْل الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ (رواه مسلم)

 

Nabi bersabda: “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka nilainya sama dengan puasa selama 1 tahun.”

 

Tellasan Topak di Madura

 

Tellasan Topak adalah ungkapan kebahagiaan orang Madura karena telah usai melaksanakan puasa Syawal selama enam hari. Masyarakat Madura memeriahkannya dengan tradisi guyub menganyam ketupat bersama di suatu tempat. Mereka kemudian saling tukar makanan atau hidangan ketupat yang beragam.

 

Bertukar masakan dilakukan dengan saling antar, dari satu rumah ke rumah lainnya. Selain itu, disedekahkan ke masjid atau mushala yang sedang berdoa. Bahkan disedekahkan kepada masyarakat yang berkumpul di suatu tempat yang membaca surat Yasin dan tahlil untuk memohon keselamatan dan kemanan dalam hidup.

 

Tellasan Topak atau Lebaran Ketupat menjadi tradisi turun temurun sebagai salah satu media untuk mempererat tali kekerabatan (sebagaimana anyaman ketupat) dalam bentuk guyub menganyam ketupat bersama keluarga dan tetangga, memperkuat kepedulian sosial dalam bentuk saling tukar menu ketupat, dan semangat keberagamaan dalam tradisi Yasinan dan Tahlilan di masjid atau mushala serta doa bersama untuk kekuatan spiritual.

 

Tellasan Topak Perspektif Islam

 

Kendati secara serimonial tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad, sahabat, tabi’in, dan bukan ajaran Islam, tetapi tradisi Tellasan Topak ini tidak bertentangan dengan syariat Islam. Justru tradisi ini memperkuat nilai-nilai keislaman yang diajarkan Rasulullah berupa peningkatan ibadah, kepedulian sesama, sedekah, silaturrahim, dan istighotsah.

 

Dengan demikian, tradisi Tellasan Topak ini penting dilestarikan sebagai bentuk komitmen pada tradisi leluhur, sebagaimana termaktub dalam sebuah kaidah:

اَلْمُحَافَظَةُ عَلَى الْقَدِيْمِ الصَّالِحْ وَالْاَخْذُ بِالْجَدِيْدِ الْاَصْلَحِ

 

Artinya: Memelihara (menjaga) nilai atau ajaran lama yang baik, dan mengambil nilai atau ajaran baru yang lebih baik.

 

(smbr Nuonline.com)

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ponpes Darut Tauhid Al Hasani Desa Plakpak Wisuda 39 Santri Tahfidz Al-Qur’an dan Kitab Klasik

    Ponpes Darut Tauhid Al Hasani Desa Plakpak Wisuda 39 Santri Tahfidz Al-Qur’an dan Kitab Klasik

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Fiki
    • visibility 237
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com — Pondok Pesantren Darut Tauhid Al Hasani yang berlokasi di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, kembali menorehkan prestasi dalam mencetak generasi Qur’ani. Sebanyak 39 santri resmi diwisuda dalam Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Akademik Santri, dengan capaian hafalan 10, 20, dan 30 juz Al-Qur’an, serta penguasaan Juz Amma, Kitab Imrithi, Kitab Bahasa […]

  • Kapolres Pamekasan Turun Langsung Bagikan Brosur Ops patuh Semeru 2024

    Kapolres Pamekasan Turun Langsung Bagikan Brosur Ops patuh Semeru 2024

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 198
    • 0Komentar

    PAMEKASAN -jatimone.com – Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan didampingi Para PJU Polres Pamekasan membagikan Brosur Ops Patuh Semeru 2024 kepada pengendara yang melintas di depan Mapolres Pamekasan, Senin (15/7/2024). Pembagian brosur operasi itu dilakukan agar masyarakat mengetahui adanya Operasi Patuh Semeru 20244. Operasi tersebut berlangsung selama 14 hari ke depan mulai 15 Juli – […]

  • Jalin Silaturahmi, KJJT Pamekasan Sambangi Kantor KPU Pamekasan.

    Jalin Silaturahmi, KJJT Pamekasan Sambangi Kantor KPU Pamekasan.

    • calendar_month Kamis, 1 Feb 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone.com – Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Pamekasan jalin silaturahim dan diskusi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pamekasan dikantor KPU Pamekasan, Kamis (01/02/2024). Pada kegiatan tersebut ketua KJJT Pamekasan memperkenalkan struktur pepengurusannya dengan didampingi oleh sekretaris Rofiqi Toha, bendahara Gaffar serta seluruh anggotanya. Ismail, Ketua KJJT Pamekasan berharap agar kedepannya bisa menjalin komunikasi […]

  • Respons Cepat, Polres Pamekasan Amankan Pelaku Pencurian Disertai Kekerasan dalam 24 Jam

    Respons Cepat, Polres Pamekasan Amankan Pelaku Pencurian Disertai Kekerasan dalam 24 Jam

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Jun
    • visibility 184
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Satreskrim Polres Pamekasan berhasil mengamankan 1 (satu) orang terduga pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan inisial MYAP (27) warga Jl. Gatot Koco Kel. Kolpajung, Kab. Pamekasan. Pelaku diamankan di Jl. Stadion, Kel. Lawangan Daya, Kab. Pamekasan pada hari minggu (16/11/2026) sekitar pukul 20.51 Wib. Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto melalui […]

  • Dinkes Pamekasan Bekali Siswa SMK MUBA Jelang PKL 2025, Tekankan Profesionalisme dan Etika Pelayanan

    Dinkes Pamekasan Bekali Siswa SMK MUBA Jelang PKL 2025, Tekankan Profesionalisme dan Etika Pelayanan

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (Kabid SDK), Avira Sulistyawati, S.KM., M.M., memberikan pembekalan kepada siswa SMK MUBA (Mambaul Ulum Bata-Bata) jurusan kesehatan yang akan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) tahun 2025. (11/06/25). Dalam arahannya, Avira menekankan pentingnya profesionalisme, etika pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bekal […]

  • Il potere delle maschere: da Medusa a simboli moderni

    Il potere delle maschere: da Medusa a simboli moderni

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Le maschere hanno da sempre svolto un ruolo fondamentale nella cultura umana, rappresentando strumenti di identità, trasformazione e potere. Dall’antichità ai giorni nostri, esse incarnano simboli complessi che riflettono paure, desideri e aspirazioni collettive. In questo articolo, esploreremo il viaggio delle maschere attraverso i secoli, con un focus particolare sulla loro presenza nel contesto culturale […]

expand_less