Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Akankah Indonesia Kembali Menuju Negara Otoriter ?

Akankah Indonesia Kembali Menuju Negara Otoriter ?

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Senin, 4 Nov 2019
  • visibility 263
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Baru-baru ini banyak pihak yang tercengang dengan langkah Partai Perindo yang melakukan Judicial Review terhadap Pasal 169 huruf n UU Pemilu di Mahkamah Konstitusi.

Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa calon presiden dan calon wakil presiden bukanlah orang yang pernah mejadi presiden atau wakil presiden sebanyak dua periode.

Publik khawatir, jika aturan ini dianulir, maka akan terbuka lagi peluang bangsa ini diperintah lagi oleh penguasa yang otoriter dan ini akan berdampak pada semua lembaga negara lain yang telah dibatasi masa jabatannya sesuai perintah UUD atau UU.

Ini ibarat membuka kotak pandora yang akan menimbulkan instabilitas konstitusi di kemudian hari. Pasti akan sulit bagi petahana menahan godaan untuk terus-menerus berkuasa. Dan, apabila kekuasaan sudah dipegang terlalu lama, maka otoritarianisme berkuasa akan mustahil dihindarkan.

Saya curiga upaya Judicial Review yang dilakukan, semangatnya hanya untuk mencari peluang bagi calon Presiden dan Wakil Presiden yang memiliki hasrat untuk berkuasa lebih dari dua periode.

Kecurigaan yang semakin besar dirasakan setelah Jusuf Kalla mengajukan diri sebagai pihak terkait dalam JR tersebut, pengajuan JK sebagai pihak terkait tersebut memberikan kesan bahwa Indonesia akan dikembalikan pada jaman otoriter.

Langkah tersebut jelas sangat bertentangan dengan semangat reformasi yang berupaya membatasi hasrat kekuasaan yang berlebihan, Indonesia memiliki sejarah pahit terhadap pemimpin yang berkulasa selama berpuluh-puluh tahun.

Ketika saya membaca sejarah kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun membuat rakyat trauma akan ketidak bebasan berpendapat pada jaman itu, kebebasan berpendapat pada saat itu dikunci dan gaya kepemimpinan otoriter terbukti tidak mensejahterakan raykat, kali ini sepertinya tercium kembali aroma kepemimpan gaya Soeharto.

Demokrasi kita sedang dipertaruhkan. Jangan sampai kepentingan yang lebih besar dikalahkan oleh kepentingan segelintir orang.

M Tomar Attohir – Pengamat Kebijakan Publik

Tags

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Bantu Pelaku Usaha Kecil di Pamekasan, Salurkan Gerobak dan Modal Usaha

    PLN Bantu Pelaku Usaha Kecil di Pamekasan, Salurkan Gerobak dan Modal Usaha

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Pamekasan – Jatimone.com – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat prasejahtera serta komitmen dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura menyalurkan bantuan berupa satu unit gerobak usaha dan sejumlah modal kerja kepada Rosidatul Fitriya, seorang pelaku usaha kecil di Dusun Slatreh, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Bantuan […]

  • Pertahankan Budaya Madura di Ajang Sapi Hias

    Pertahankan Budaya Madura di Ajang Sapi Hias

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Ahbib
    • visibility 401
    • 0Komentar

    SUMENEP, Jatimone.com – Sebanyak 40 pasang sapi meriahkan ajang Karapan Sapi Hias atau yang dikenal dengan sebutan Sapi Tangghek di Desa Langsar, Kampung Cemmanis, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Acara adat ini digelar sebagai bentuk nadar sekaligus hiburan rakyat, dan menjadi momentum tahunan yang sudah melekat dalam budaya masyarakat setempat, 13 September 2025. Pembukaan resmi dilakukan […]

  • Rapor Belum Dibagikan, DPRD Pamekasan Panggil Disdikbud dan SDN Gladak Anyar 2

    Rapor Belum Dibagikan, DPRD Pamekasan Panggil Disdikbud dan SDN Gladak Anyar 2

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Fiki
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Rapor Belum Dibagikan, DPRD Pamekasan Panggil Disdikbud dan SDN Gladak Anyar 2 PAMEKASAN – Jatimone.com – Persoalan belum diserahkannya rapor siswa kelas IV-A dan IV-B di SDN Gladak Anyar 2 menjadi perhatian publik sejak Sabtu (10/1/2026). Menindaklanjuti hal tersebut, DPRD Pamekasan menyurati Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, agar menghadirkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama pihak […]

  • Fraksi Demokrat Minta Ranwal RPJMD Segera Uji Publik, Pemkab Pamekasan Siap Gelar Konsultasi

    Fraksi Demokrat Minta Ranwal RPJMD Segera Uji Publik, Pemkab Pamekasan Siap Gelar Konsultasi

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 199
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Pamekasan meminta agar rancangan awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) segera dilakukan uji publik dan disampaikan ke DPRD untuk segera dibahas. Permintaan itu disampaikan oleh Tabri, Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat, dalam pernyataannya pada Sabtu (26/4/2025). “Permintaan ini bukan bentuk desakan, melainkan upaya agar […]

  • Forum N.G.O Madura Apresiasi Upaya Kadis KPP dalam Atasi Kelangkaan Pupuk di Pamekasan

    Forum N.G.O Madura Apresiasi Upaya Kadis KPP dalam Atasi Kelangkaan Pupuk di Pamekasan

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone.com – Presiden Forum NGO Madura Zaini Wer Wwer mengapresiasi Kinerja Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan atas upaya yang dilakukan dalam rangka mengatasi kelangkaan pupuk di Wilayah Kabupaten Pamekasan Zaini mengatakan, meskipun kelangkaan pupuk masih terus menjadi polemik tahunan namun upaya yang telah dilakukan tersebut merupakan bukti nyata kinerja Nolo Garjito […]

  • Jokowi Pukul Aktivis Demonstran, Dipahlawani Kapolres Pamekasan

    Jokowi Pukul Aktivis Demonstran, Dipahlawani Kapolres Pamekasan

    • calendar_month Minggu, 3 Mar 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 184
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, mendamaikan kesalahpahaman Aiptu Joko Wiseno (Jokowi) dengan aktivis demonstran.   Jokowi dan samhari yang sempat bersitegang saat melakukan pengamananan rekapitulasi suara tingkat kabupaten di depan Gedung PKPRI Pamekasan, Jalan Raya Kemuning, Sabtu (02/03/24).   AKBP Jazuli Dani Iriawan menghadirkan langsung anggotanya, Aiptu Joko Wiseno untuk saling bersalaman dan meminta […]

expand_less