Breaking News
light_mode
Beranda » Peristiwa » Idul Fitri Lebih Meriah Tellasan Ketupat, Tradisi Madura pada 8 Syawal

Idul Fitri Lebih Meriah Tellasan Ketupat, Tradisi Madura pada 8 Syawal

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Rabu, 17 Apr 2024
  • visibility 229
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jatimone.com — Tellasan Topak (Lebaran Ketupat) adalah perayaan yang dilaksanakan di Madura pada hari ke-8 bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri.

Orang-orang Madura merayakan Tellasan Topak itu sebagai ungkapan syukur atas kekuatan yang diberikan Allah untuk berpuasa Syawal selama 6 hari yang dimulai pada tanggal 2 hingga 7 Syawal.

 

Secara historis, peringatan Lebaran Ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Wali Songo pada sekitar abad ke-15 masehi. Beliau adalah Sayyid Makhdum Ibrahim atau Sunan Bonang.

 

Kemudian diperkenalkan di Madura oleh Sunan Paddusan atau Raden Bendoro Dwiryopodho (keturunan Sunan Manyuran Mandalika) dan Pengeran Katandur atau Sayyid Baidhawi (cucu Sunan Kudus). Kini Lebaran Ketupat menjadi budaya warga Madura.

 

Di Madura, ada beberapa penyebutan Hari Raya Ketupat. Pertama, Tellasan Petto’, karena dilaksanakan pada hari ke-7 pasca-puasa Syawal. Kedua, Tellasan Topak, karena hidangannya menggunakan ketupat yang terbuat dari anyaman daun kelapa atau janur yang berbentuk persegi empat.

 

Makna Ketupat

Ketupat itu nama simbolik yang mengandung makna lain dari sekadar wadah anyaman dari janur.

 

Ketupat (Kupat, Katopak) dalam bahasa Jawa diartikan sebagai laku sing papat atau amalan yang empat; yaitu puasa Ramadhan, zakat fitrah, memaafkan, dan silaturahim.

 

Selain itu, bisa juga diartikan dengan empat keadaan yang dianugerahkan kepada mereka yang melakukan empat perbuatan; yaitu Lebar (selesai mengerjakan perintah puasa), Lebur (terhapus semua dosa di masa lalu), Luber (melimpah ruwah pahala amalannya), dan Labur (bersih dirinya dan bercahaya wajahnya).

 

Keadaan empat ini oleh Sunan Bonang diterjemahkan dengan istilah ‘Jatining Nur’ yang artinya hati yang putih dan bersih seperti janur yang bersih.

 

Sunan Bonang menjadi simbol keberagamaan yang kaffah setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dan melengkapinya dengan puasa Syawal selama enam hari, sebagaimana yang dianjurkan Nabi Muhammad.

عَنْ أَبِي أَيوب، أَنَّ رَسُوْل الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ (رواه مسلم)

 

Nabi bersabda: “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka nilainya sama dengan puasa selama 1 tahun.”

 

Tellasan Topak di Madura

 

Tellasan Topak adalah ungkapan kebahagiaan orang Madura karena telah usai melaksanakan puasa Syawal selama enam hari. Masyarakat Madura memeriahkannya dengan tradisi guyub menganyam ketupat bersama di suatu tempat. Mereka kemudian saling tukar makanan atau hidangan ketupat yang beragam.

 

Bertukar masakan dilakukan dengan saling antar, dari satu rumah ke rumah lainnya. Selain itu, disedekahkan ke masjid atau mushala yang sedang berdoa. Bahkan disedekahkan kepada masyarakat yang berkumpul di suatu tempat yang membaca surat Yasin dan tahlil untuk memohon keselamatan dan kemanan dalam hidup.

 

Tellasan Topak atau Lebaran Ketupat menjadi tradisi turun temurun sebagai salah satu media untuk mempererat tali kekerabatan (sebagaimana anyaman ketupat) dalam bentuk guyub menganyam ketupat bersama keluarga dan tetangga, memperkuat kepedulian sosial dalam bentuk saling tukar menu ketupat, dan semangat keberagamaan dalam tradisi Yasinan dan Tahlilan di masjid atau mushala serta doa bersama untuk kekuatan spiritual.

 

Tellasan Topak Perspektif Islam

 

Kendati secara serimonial tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad, sahabat, tabi’in, dan bukan ajaran Islam, tetapi tradisi Tellasan Topak ini tidak bertentangan dengan syariat Islam. Justru tradisi ini memperkuat nilai-nilai keislaman yang diajarkan Rasulullah berupa peningkatan ibadah, kepedulian sesama, sedekah, silaturrahim, dan istighotsah.

 

Dengan demikian, tradisi Tellasan Topak ini penting dilestarikan sebagai bentuk komitmen pada tradisi leluhur, sebagaimana termaktub dalam sebuah kaidah:

اَلْمُحَافَظَةُ عَلَى الْقَدِيْمِ الصَّالِحْ وَالْاَخْذُ بِالْجَدِيْدِ الْاَصْلَحِ

 

Artinya: Memelihara (menjaga) nilai atau ajaran lama yang baik, dan mengambil nilai atau ajaran baru yang lebih baik.

 

(smbr Nuonline.com)

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Pamekasan Tinjau Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tiga Kecamatan

    Wabup Pamekasan Tinjau Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tiga Kecamatan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 325
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, H. Sukriyanto, meninjau secara langsung progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di sejumlah desa pada Selasa, 9 Desember 2025. Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengawal program prioritas Presiden Prabowo di tingkat daerah. Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan di tiga kecamatan. Pertama, Wabup meninjau pembangunan KDKMP […]

  • Pemkab Pamekasan Kembangkan Energi Biogas dari Limbah Kotoran Sapi

    Pemkab Pamekasan Kembangkan Energi Biogas dari Limbah Kotoran Sapi

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 283
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur mengembangkan energi biogas dari limbah kotoran sapi sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sistem pertanian terpadu yang berdampak secara ekonomi dan lingkungan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Indah Kurnia Suslistiorini mengatakan, program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara […]

  • Lima Figur Sudah Daftar Ke Partai Nasdem Namun Rekom Masih Rahasia

    Lima Figur Sudah Daftar Ke Partai Nasdem Namun Rekom Masih Rahasia

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 184
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – Lima kriteria yang akan mendapat rekom Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) namun masih dirahasiakan tentang kriteria dari 5 figur bakal calon Bupati Pamekasan yang akan mendapat rekomnya.   Acara FGD bertujuan jejaring calon pemimpin yang akan di rekom oleh paertai Nasdem, dari lima kriteria salah satu rekomendasinya bakal calon Bupati […]

  • Angka Kematian Ibu dan Anak di Pamekasan Masih Tinggi, DPRD Gelar Evaluasi

    Angka Kematian Ibu dan Anak di Pamekasan Masih Tinggi, DPRD Gelar Evaluasi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Fiki
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Pamekasan – Jatimone.com – Komisi IV DPRD Pamekasan menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi penurunan angka kematian ibu dan anak, Rabu (22/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Wahana Bina Praja Pemkab Pamekasan itu dihadiri Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (Subkor KGM) Dinas Kesehatan Pamekasan, Suliha. Selain itu, kegiatan tersebut juga diikuti direktur dan perwakilan […]

  • Demo Bea Cukai Gagal, Himpunan Petani Tembakau Madura Diduga Korbankan Korlap Aksi

    Demo Bea Cukai Gagal, Himpunan Petani Tembakau Madura Diduga Korbankan Korlap Aksi

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Fiki
    • visibility 394
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran ke Kantor Bea Cukai Madura yang digagas oleh Himpunan Petani Tembakau Madura (HPTM) dikabarkan batal terlaksana pada Rabu (8/10/2025). Aksi yang sedianya digelar pukul 10.00 WIB itu berubah menjadi audiensi pada pukul 14.00 WIB di Kantor Bea Cukai Madura. Usai audiensi, salah satu koordinator lapangan aksi, […]

  • Kemendesa dan UNICEF Selenggarakan Bimtek Desa Peduli Iklim dan Tanggap Bencana Ramah Anak di Tiga Kabupaten

    Kemendesa dan UNICEF Selenggarakan Bimtek Desa Peduli Iklim dan Tanggap Bencana Ramah Anak di Tiga Kabupaten

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Jakarta – jatimone.com – Dalam rangka memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan bencana, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) melalui Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan (PSBLDP), menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Desa Peduli Iklim dan Desa Tanggap Bencana yang Ramah Anak”. Kegiatan berlangsung di tiga […]

expand_less