Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Warga Songgon Keluhkan Maraknya Durian Yang Datang Dari Luar Banyuwangi

Warga Songgon Keluhkan Maraknya Durian Yang Datang Dari Luar Banyuwangi

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
  • visibility 259
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga Songgon Keluhkan Maraknya Durian Yang Datang Dari Luar Banyuwangi
Penjual Durian Songgon

Banyuwangi, Kecamatan Songgon sudah menjadi destinasi wisata durian yang terkenal di Banyuwangi. Namun, akhir-akhir ini seluruh warga Songgon mengeluhkan banyaknya durian luar Banyuwangi yang terus merambah wilayah Banyuwangi.(15/03/18).

Maraknya durian luar Banyuwangi, membuat sejumlah pedagang asal Banyuwangi mengeluh. Lantaran rusaknya harga jual dan merusak citra nama baik Banyuwangi yang terkenal menjadi econ Durian yang manis dan enak.

“Durian luar Banyuwangi kini terus menyebar luas ke seluruh Banyuwangi,” ujar Slamet, 38, warga Desa/Kecamatan Songgon.

Slamet mengatakan, maraknya durian luar daerah Banyuwangi memang bukan salah siapapun, Namun karena sudah semakin marak dan merusak harga dan rasa citra Banyuwangi itu yang membuat sejumlah pedagang Banyuwangi mengeluh. “Kalau saja peredaran Durian luar Banyuwangi di stop, pastinya pedagang Banyuwangi lebih berkembang,” katanya.

Harga jual dipasaran kini rusak, kalau harga durian lokal asli Banyuwangi mencapai Rp 25 ribu. Sedangkan harga durian luar Banyuwangi malah Rp 20 ribu.

“Kalau harga sudah seperti ini pasti pembeli milih yang murah,” cetusnya.
Namun, walaupun dengan harga murah. Pembeli banyak yang tertipu dengan bentuknya. Rasa durian luar Banyuwangi hambar dan tidak jelas rasanya.

 “Memang murah, tapi rasanya berbeda dengan asli Banyuwangi,” ungkapnya.
Durian asal Banyuwangi, rasanya lebih manis dan ada sedikit pahitnya. Itulah ciri khas durian Banyuwangi. “Kebanyakan penjual durian luar Banyuwangi, menawarkan dan mengatasnamakan duriannya asli Banyuwangi,” jelasnya.

Slamet menambahkan, bolehlah bersaing harga di pasaran. Namun yang sangat disayangkan, penjual durian luar Banyuwangi seharusnya menjelaskan dan mengatakan ke pembeli kalau durian tersebut asal luar Banyuwangi. “Kalau mengaku-ngaku durian Banyuwangi, pastinya juga merusak nama baik Banyuwangi,” tuturnya.

Salah satu pembeli asal Banyuwangi, Herman mengaku lebih memilih membeli durian asli Banyuwangi dibandingkan dengan durian luar Banyuwangi. Walaupun harga sedikit mahal, namun tidak mengecewakan pembelinya. “Lebih enak durian asal Banyuwangi, karena lebih legit dan ada ciri khasnya,” kata lelaki yang berusia 39 tahun tersebut.

Herman mangatakan, durian Banyuwangi memiliki ciri khas dan bentuk yang unik. Kalau durian luar Banyuwangi, bentuknya hanya bulat saja. Sedangkan rasanya juga hambar. “Tidak ada rasanya, seperti banyak airnya,” ungkap warga Kelurahan/Kecamatan Banyuwangi tersebut.

Herman menambahkan, keluarganya pernah tertipu oleh penjual durian luar Banyuwangi yang mengatakan durian tersebut asli Banyuwangi. Namun, setelah dibuka dan dimakan di rumahnya durian tersebut tidak ada rasanya. “Kalau durian Banyuwangi, seperti ada alkoholnya yang sedikit menggigit ke lidah,” jelasnya.

Herman menyayangkan prilaku penjual yang ingin untung namun harus menipu para pembeli. Seharusnya pemerintah daerah Banyuwangi, lebih bijak dan selalu memantau citra nama Banyuwangi. “Kalau pemerintah lebih jeli kepada para warga kecil, pasti mereka akan menyetop peredaran barang-barang import,” pungkasnya.

Reporter: Rohman
Editor: Taufiq

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Pamekasan Dorong Ekonomi Inklusif melalui Program Kewirausahaan

    Pemkab Pamekasan Dorong Ekonomi Inklusif melalui Program Kewirausahaan

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 312
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program kewirausahaan inklusif bagi kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas dan warga miskin ekstrem. “Kewirausahaan inklusif ini merupakan upaya untuk memberdayakan kelompok rentan melalui pelatihan, pendampingan, dan pemberian akses sumber daya agar mereka bisa memulai dan mengembangkan usaha secara mandiri,” kata […]

  • Buah Durian Lokal “Si Boneng” Songgon Banyuwangi Dinilai Unik Tanpa Biji

    Buah Durian Lokal “Si Boneng” Songgon Banyuwangi Dinilai Unik Tanpa Biji

    • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
    • account_circle jatimone
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Penikmat Durian Si Boneng Banyuwangi, Berbagai macam durian di Banyuwangi kini mulai beragam, salah satunya ada durian lokal yang tidak berbiji dan tebal yang sering di sebut Boneng kini makin diburu dan diminati banyak kalangan, kemarin. (14/03/18) Untuk membeli durian Boneng masyarakat rela pesan dan menunggu dua hingga tiga bulan. Salah satu penjual durian Boneng, […]

  • Kapolres Pamekasan Tinjau Pos Pengamanan dan Ingatkan Pemudik soal Keselamatan

    Kapolres Pamekasan Tinjau Pos Pengamanan dan Ingatkan Pemudik soal Keselamatan

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 213
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – Jatimone.com – Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto, bersama beberapa Pejabat Utama Polres Pamekasan, melakukan pengecekan dan pengamanan di Pos PAM Operasi Ketupat Semeru 2025 di Terminal Ronggosukowati. Dalam kesempatan tersebut, ia menyempatkan diri menyapa para pemudik yang mulai memadati terminal. Kapolres menyampaikan imbauan kepada para pemudik terkait kewaspadaan dan keselamatan selama perjalanan […]

  • Pendidikan Belum Mampu Imbangi Dunia Industri

    Pendidikan Belum Mampu Imbangi Dunia Industri

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2019
    • account_circle jatimone
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Ilustrasi Pendidikan Sumenep, JatimOne _ Peran pendidikan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur belum bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satunya keberadaan dunia pendidikan belum bisa mengimbangi dunia industri. Afifi Rahmat pagiat pendidikan dari Lembaga Study Umat dan Bangsa (El-Stub)  mengatakan, dunia pendidikan dan dunia indrustri belum seimbang. Sehingga keluaran dari dunia pendidikan tidak sesuai dengan […]

  • Kantongi Persetujuan OJK, bank bjb Resmi Masuk jadi Pemegang Saham Bank Bengkulu

    Kantongi Persetujuan OJK, bank bjb Resmi Masuk jadi Pemegang Saham Bank Bengkulu

    • calendar_month Kamis, 1 Des 2022
    • account_circle jatimone
    • visibility 262
    • 0Komentar

      JAKARTA – Penguatan permodalan sesama Bank Pembangunan Daerah (BPD) melalui skema Kelompok Usaha Bank (KUB), khususnya yang dilakukan oleh bank bjb kepada Bank Bengkulu, kini memasuki babak baru. Seiring terbitnya persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penyertaan modal tahap I sebesar Rp 99,9 miliar, maka bank bjb telah efektif menjadi salah satu pemegang […]

  • Akankah Indonesia Kembali Menuju Negara Otoriter ?

    Akankah Indonesia Kembali Menuju Negara Otoriter ?

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2019
    • account_circle jatimone
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Baru-baru ini banyak pihak yang tercengang dengan langkah Partai Perindo yang melakukan Judicial Review terhadap Pasal 169 huruf n UU Pemilu di Mahkamah Konstitusi. Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa calon presiden dan calon wakil presiden bukanlah orang yang pernah mejadi presiden atau wakil presiden sebanyak dua periode. Publik khawatir, jika aturan ini dianulir, maka akan […]

expand_less