Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Pembekalan Praktikum “Kajian Sosial Keagamaan” Jurusan Perbandingan Agama, Sungguh Luar Biasa

Pembekalan Praktikum “Kajian Sosial Keagamaan” Jurusan Perbandingan Agama, Sungguh Luar Biasa

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Jumat, 19 Okt 2018
  • visibility 228
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kajian Sosial Keagamaan

Malang _ Fakultas Ushuluddin menyelenggarakan pengkajian sosial keagamaan dengan memberikan pembekalan terhadap mahasiswa kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari Malang (Gus Ach Dhofir Zuhry selaku Ketua Sekolah Tinggi Filsafat dan Pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah Kepanjen Malang). (18/10/)

Menjadi kebiasaan Gus Dhofir sebelum memulai acara dengan bertawassul dan bermunajat dengan kalimat “Aku Beragama Dengan Agama Cinta”

Beliau sampaikan bahwa kalau kita beragama dengan cinta, maka tidak ada bentuk kebencian, tuduhan dan penistaan terhadap Agama. faktanya Agama selalu dijadikan kendaraan bagi elit kapitalis.

Dalam penyampaiannya Gus Dhofir juga mengutip dari Jean Jacques Rousseau (seorang filosof dari Perancis) Agama adalah kontrak sosial. Ya, karena Agama tidak bisa lepas dari antropologi budaya, saling berkorelasi satu sama lain.

Beliau juga menyampaikan Didalam Agama itu ada dua. Pertama adalah liturgi, niscaya bagi umat beragama untuk melakukan kegiatan-kegiatan peribadatan keagamaan. kedua sakramen, peribadatan yang suci untuk mendekatkan diri pada Tuhannya, sebagai jalan penempuh spiritual.

Dengan mencontohkan Agama Islam adalah Kontinuasi dari Agama monotheis atau Abrahamistik, yaitu yang mewariskan kepercayaan pada satu Tuhan. Dan sekaligus Islam merupakan diskontinuasi dari Agama yang Paganistik (penyembah berhala) baik berhala Arca maupun berhala selangkangan, internet dan juga berhala-berhala yang serupa.

Gus millenial ini menambahkan dengan sepenggal sejarah Maulid Nabi. Mudhaffarrudin Gabburi ia adalah seorang yang menginisiasi Maulid Nabi. Pada mulanya ia terinspirasi dari kaum Kristiani yang pada saat itu Islam sedang mengalami kekalahan dalam perang.
Meskipun yang sesungguhnya tidak pernah ada perang yang otentik atas nama Agama. meflud kanderi; yaitu memperingati kelahiran Yesus. Peringatan Maulid Nabi murni diadopsi oleh orang Kristen. Singkat cerita, dari sinilah orang Islam terinspirasi memulai memperingati maulid Nabi yang notabene adalah tradisi umat Kristen.
Pada saat itu mereka memenangkan peperangan. Kemudian dari sanalah Mudhaffarudin Gabburi berinisiasi untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan tujuan agar orang Islam mampu memenangkan peperangan. Terbukti kemenangan ditangan orang Islam setelah melakukan perayaan Maulid Nabi.

Ia juga menjelaskan apa itu Gereja? Dalam kepercayaan orang Kristen, Gereja itu orang yang menyatu dengan Tuhan, jadi Gereja itu bukan gedungnya melainkan orang yang telah sampai kemudian menyatu spiritualitasnya dengan Tuhan.

Sayyed Husaen Naser (cendekiawan Muslim); kalau Agama tidak benar maka pembawa Agama tidak benar, dan kalau pembawa Agama tidak benar maka Tuhan juga tidak benar. Lalu semuanya menjadi muspra, non sense tanpa terkecuali itu Agama Islam, Kristen, Yahudi, Hindu Budha
kebenaran dalam Agama bukan legitimasi dari perang, sehingga banyak persoalan yang Agama tidak menyelesaikan secara keseluruhan. Sebagai contoh ada seseorang bayi yang nangis ketika bersama rombongan (sekitar 200 orang) yang sedang bersembunyi dari perang. Nah, kalau bayi ini dibiarkan menangis maka rombongan tadi semuanya akan mati karena ketahuan oleh musuh. Pilihannya hanya dua, bunuh bayinya atau mati bersama karena tidak tega membunuh bayi tersebut. Disanalah Agama tidak bisa memilih antara keduanya yang sama-sama tidak dibenarkan dalam Agama.

Maka dari itu, tidak benar perang atas nama Agama, yang ada adalah perang ekspansi ekonomi, ekspansi kekuasaan ekspansi politik, (Bisa Anda cek dalam bukunya Karen Amstrong – Perang Suci) lalu kemudian Agama dituntut untuk melegitimasi perang yang sebenarnya adalah perang kekuasaan. Penyampaian Gus Dhofir

Penulis: Andi
Editor: Tim SNNet

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jawa Timur jadi Ladang Koruptor, Gemaki Desak KPK Tuntaskan OTT DPRD Jatim

    Jawa Timur jadi Ladang Koruptor, Gemaki Desak KPK Tuntaskan OTT DPRD Jatim

    • calendar_month Jumat, 30 Des 2022
    • account_circle jatimone
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Jatimone – Sejumlah pemuda mengasnamakan Gerakan Mahasiswa Antikorupsi (GEMAKI) mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta periksa Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anik Maslachah. Mereka melakukan aksi unjuk rasa depan Gedung Merah Putih KPK RI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat (30/12/2022). Dalam orasinya, koordinator aksi Ahmad Muzakir menyampaikan bahwa KPK harus melanjutkan pengembangan kasus korupsi dana […]

  • Ketika Isi Perut Terancam, Independensi Profesi Pun Tergadaikan

    Ketika Isi Perut Terancam, Independensi Profesi Pun Tergadaikan

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Dunia pers di Kabupaten Pamekasan kembali diguncang oleh dinamika internal yang memantik pertanyaan serius tentang integritas dan independensi profesi jurnalis. Sorotan tertuju pada oknum ketua organisasi pers di Kabupaten Pamekasan Madura, yang secara terbuka mengkritik karya tulis rekan seprofesinya sendiri berjudul ‘Di Balik Kemeriahan Acara Sultan Madura, Ada Jeritan Pedagang.’ Tulisan tersebut, yang ditulis oleh […]

  • Kapolres Pamekasan Menanaman Jagung 1 Juta Hektar, Bentuk Komitmen Bersama Forkopimda

    Kapolres Pamekasan Menanaman Jagung 1 Juta Hektar, Bentuk Komitmen Bersama Forkopimda

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 220
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Dalam upaya mendukung swasembada pangan tahun 2025, Polres Pamekasan menggelar kegiatan Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektar bertempat di Dsn. Batu Putih, Desa. Larangan Dalam, Kec. Larangan, Kab. Pamekasan, Selasa (21/1/2025). Sebelum giat penanaman jagung, Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto bersama Forkopimda Kabupaten Pamekasan mengikuti kegiatan Zoom Meeting dengan Bapak […]

  • Jokowi Pukul Aktivis Demonstran, Dipahlawani Kapolres Pamekasan

    Jokowi Pukul Aktivis Demonstran, Dipahlawani Kapolres Pamekasan

    • calendar_month Minggu, 3 Mar 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 184
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, mendamaikan kesalahpahaman Aiptu Joko Wiseno (Jokowi) dengan aktivis demonstran.   Jokowi dan samhari yang sempat bersitegang saat melakukan pengamananan rekapitulasi suara tingkat kabupaten di depan Gedung PKPRI Pamekasan, Jalan Raya Kemuning, Sabtu (02/03/24).   AKBP Jazuli Dani Iriawan menghadirkan langsung anggotanya, Aiptu Joko Wiseno untuk saling bersalaman dan meminta […]

  • Bhabinkamtibmas Pamekasan Hidupkan Lahan Desa Lewat Program Ketahanan Pangan

    Bhabinkamtibmas Pamekasan Hidupkan Lahan Desa Lewat Program Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 306
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus digelorakan hingga ke tingkat desa. Di Pamekasan, Madura, inisiatif nyata ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Larangan Dalam, Polsek Larangan, Bripka Adi Purwanto. Bersama salah satu warga, Ibrahim, dari Dusun Batu Putih, Bripka Adi memanfaatkan lahan pekarangan bekas Kantor Desa Larangan Dalam yang telah lama terbengkalai. […]

  • Usai Lepas Jabatan Pj Bupati, Masrukin Fokus Jalankan Tugas sebagai Sekda

    Usai Lepas Jabatan Pj Bupati, Masrukin Fokus Jalankan Tugas sebagai Sekda

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 247
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Setelah resmi menyerahkan jabatan Bupati Pamekasan kepada pemimpin definitif, KH. Kholilurrahman, Masrukin kini kembali mengemban tugas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan. Pria yang sempat menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Pamekasan selama lebih dari dua tahun itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung selama masa kepemimpinannya. […]

expand_less