Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Pembekalan Praktikum “Kajian Sosial Keagamaan” Jurusan Perbandingan Agama, Sungguh Luar Biasa

Pembekalan Praktikum “Kajian Sosial Keagamaan” Jurusan Perbandingan Agama, Sungguh Luar Biasa

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Jumat, 19 Okt 2018
  • visibility 227
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kajian Sosial Keagamaan

Malang _ Fakultas Ushuluddin menyelenggarakan pengkajian sosial keagamaan dengan memberikan pembekalan terhadap mahasiswa kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari Malang (Gus Ach Dhofir Zuhry selaku Ketua Sekolah Tinggi Filsafat dan Pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah Kepanjen Malang). (18/10/)

Menjadi kebiasaan Gus Dhofir sebelum memulai acara dengan bertawassul dan bermunajat dengan kalimat “Aku Beragama Dengan Agama Cinta”

Beliau sampaikan bahwa kalau kita beragama dengan cinta, maka tidak ada bentuk kebencian, tuduhan dan penistaan terhadap Agama. faktanya Agama selalu dijadikan kendaraan bagi elit kapitalis.

Dalam penyampaiannya Gus Dhofir juga mengutip dari Jean Jacques Rousseau (seorang filosof dari Perancis) Agama adalah kontrak sosial. Ya, karena Agama tidak bisa lepas dari antropologi budaya, saling berkorelasi satu sama lain.

Beliau juga menyampaikan Didalam Agama itu ada dua. Pertama adalah liturgi, niscaya bagi umat beragama untuk melakukan kegiatan-kegiatan peribadatan keagamaan. kedua sakramen, peribadatan yang suci untuk mendekatkan diri pada Tuhannya, sebagai jalan penempuh spiritual.

Dengan mencontohkan Agama Islam adalah Kontinuasi dari Agama monotheis atau Abrahamistik, yaitu yang mewariskan kepercayaan pada satu Tuhan. Dan sekaligus Islam merupakan diskontinuasi dari Agama yang Paganistik (penyembah berhala) baik berhala Arca maupun berhala selangkangan, internet dan juga berhala-berhala yang serupa.

Gus millenial ini menambahkan dengan sepenggal sejarah Maulid Nabi. Mudhaffarrudin Gabburi ia adalah seorang yang menginisiasi Maulid Nabi. Pada mulanya ia terinspirasi dari kaum Kristiani yang pada saat itu Islam sedang mengalami kekalahan dalam perang.
Meskipun yang sesungguhnya tidak pernah ada perang yang otentik atas nama Agama. meflud kanderi; yaitu memperingati kelahiran Yesus. Peringatan Maulid Nabi murni diadopsi oleh orang Kristen. Singkat cerita, dari sinilah orang Islam terinspirasi memulai memperingati maulid Nabi yang notabene adalah tradisi umat Kristen.
Pada saat itu mereka memenangkan peperangan. Kemudian dari sanalah Mudhaffarudin Gabburi berinisiasi untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan tujuan agar orang Islam mampu memenangkan peperangan. Terbukti kemenangan ditangan orang Islam setelah melakukan perayaan Maulid Nabi.

Ia juga menjelaskan apa itu Gereja? Dalam kepercayaan orang Kristen, Gereja itu orang yang menyatu dengan Tuhan, jadi Gereja itu bukan gedungnya melainkan orang yang telah sampai kemudian menyatu spiritualitasnya dengan Tuhan.

Sayyed Husaen Naser (cendekiawan Muslim); kalau Agama tidak benar maka pembawa Agama tidak benar, dan kalau pembawa Agama tidak benar maka Tuhan juga tidak benar. Lalu semuanya menjadi muspra, non sense tanpa terkecuali itu Agama Islam, Kristen, Yahudi, Hindu Budha
kebenaran dalam Agama bukan legitimasi dari perang, sehingga banyak persoalan yang Agama tidak menyelesaikan secara keseluruhan. Sebagai contoh ada seseorang bayi yang nangis ketika bersama rombongan (sekitar 200 orang) yang sedang bersembunyi dari perang. Nah, kalau bayi ini dibiarkan menangis maka rombongan tadi semuanya akan mati karena ketahuan oleh musuh. Pilihannya hanya dua, bunuh bayinya atau mati bersama karena tidak tega membunuh bayi tersebut. Disanalah Agama tidak bisa memilih antara keduanya yang sama-sama tidak dibenarkan dalam Agama.

Maka dari itu, tidak benar perang atas nama Agama, yang ada adalah perang ekspansi ekonomi, ekspansi kekuasaan ekspansi politik, (Bisa Anda cek dalam bukunya Karen Amstrong – Perang Suci) lalu kemudian Agama dituntut untuk melegitimasi perang yang sebenarnya adalah perang kekuasaan. Penyampaian Gus Dhofir

Penulis: Andi
Editor: Tim SNNet

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMR Kecamatan Proppo Siap Menangkan Pasangan BERBAKTI

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 197
    • 0Komentar

    PAMEKASAN, Jatimone.com – Relawan Paguyuban Masyarakat Ronggosukowati (PMR) Se-Kecamatan Proppo Deklarasi siap memenangkan pasangan Bersama Ra. Bakir-Taufadi (BERBAKTI) untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan 2024, Selasa (17/9/24) Dalam konsolidasi tersebut Calon Bupati Pamekasan, Muhammad Baqir Aminatullah, dan Kholis Ketua PMR Pamekasan, Keduanya memberikan semangat dari Kordinator dapil (Kordapil) sampai ke Kordinator Tempat Pemungutan Suara […]

  • BUMN PT PLN Peduli Bersama Klepean Centre For Humanity Gelar Pelatihan Pendampingan NIB Bagi Pelaku UMKM

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone.com – BUMN PT PLN Peduli bekerjasama dengan Perkumpulan Klepean Centre For Humanity, menggelar Pelatihan UMKM di Hotel Berlian, Kabupaten Pamekasan. Acara ini dihadiri oleh warga pekaku UMKM dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini bertema “Strategi Pemasaran Online dan Pendampingan Pengurusan NIB (Nomor Induk Berusaha) Bagi UMKM”. Abd. Mannan, salah satu narasumber […]

  • Peran Santri Dalam Memerdekakan Bangsa

    • calendar_month Minggu, 21 Okt 2018
    • account_circle jatimone
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Taufiq Idris Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan bahkan menghapus sejarah pahlawannya (distorsi), hal ini menggambarkan bagaimana manusia (regenarasi) yang mampu melakukan internalisasi nilai-nilai perjuangan para pejuang bangsa dalam banyak literatur kesejarahan, bangsa ini diperlukan untuk kembali membaca teks-teks sejarah lama sehingga mampu melakuan kontekstualisasi dan rekontruksi dari sebuah nilai tadi. Spirit peradaban […]

  • Bupati Pamekasan Lantik Taufikurrachman sebagai Sekda Definitif

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Fiki
    • visibility 99
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – Jatimone.com – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kholilurrahman, melantik dan mengambil sumpah Taufikurrachman sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif di Peringgitan Dalam Pendopo Agung Ronggosukowati, Kamis (26/2/2026). Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pamekasan, H. Sukriyanto, para asisten, staf ahli bupati, staf khusus bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta sejumlah pihak lainnya. “Dengan […]

  • KPU Pamekasan Pastikan Pemilih di Lokasi Khusus Bisa Mencoblos

    • calendar_month Selasa, 30 Jan 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone.com – Dalam rangka mensukseskan Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pamekasan melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara pada Selasa (30/01/2024). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pamekasan mengungkapkan terdapat 28 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang merupakan lokasi khusus untuk Pemilihan Umum yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari […]

  • Berkurban Mudah Tanpa Repot, Beli Hewan Qurban Cukup Daring dan Bayar Cashless

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • account_circle jatimone
    • visibility 220
    • 0Komentar

    BANDUNG – Hari Raya Qurban atau Iduladha 1443 Hijriyah sebentar lagi tiba. Umat Islam dari berbagai penjuru negeri bersiap merayakannya dengan suka cita, menyembelih hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba.   Iduladha dimaknai sebagai hari raya untuk mengingat peristiwa pengorbanan yang terjadi terhadap Nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Keduanya diuji untuk melakukan pengorbanan sebagai […]

expand_less
Exit mobile version