Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Dugaan Rangkap Jabatan Guru di Pamekasan, Kemenag: Sudah Dipanggil dan Buat Pernyataan Resmi

Dugaan Rangkap Jabatan Guru di Pamekasan, Kemenag: Sudah Dipanggil dan Buat Pernyataan Resmi

  • account_circle Fiki
  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • visibility 265
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pamekasan – jatimone.com – Dugaan rangkap jabatan dua guru di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan mencuat ke publik. Keduanya disebut masih aktif mengajar dan sempat menerima tunjangan profesi guru, meski memegang jabatan penting di salah satu partai politik.

Dua guru dimaksud yakni Mohammad Alim, Kepala Sekolah MTs Multazam Pademawu, dan Ahmad Jaelani, guru MIS Miftahul Ulum Karanganyar, Proppo, Pamekasan. Berdasarkan data yang dihimpun, keduanya telah aktif dalam kepengurusan partai yang sama selama tiga periode dengan posisi bergantian sebagai ketua dan sekretaris umum:

  1. 2015–2020: Ketua Ahmad Jaelani, Sekretaris Umum Mohammad Alim
  2. 2020–2025: Ketua Abdullah, Sekretaris Umum Mohammad Alim
  3. 2025–2030: Ketua Mohammad Alim, Sekretaris Umum Ahmad Jaelani

Informasi yang diperoleh menyebut, Mohammad Alim sempat dipanggil secara kedinasan oleh pihak Kemenag Pamekasan terkait status penerima tunjangan profesi guru (sertifikasi). Berdasarkan hasil konfirmasi wartawan jatimone melalui konfirmasi resmi via pesan singkat kepada Kepala Kemenag Pamekasan, H. Mawardi, pihaknya membenarkan bahwa yang bersangkutan telah dimintai klarifikasi dan membuat surat pernyataan resmi.

“Sudah kita panggil secara kedinasan. Yang bersangkutan sudah membuat surat pernyataan tidak mengajukan tunjangan sertifikasi lagi. Surat pernyataannya sudah kami terima,” ujar H. Mawardi, kepada wartawan jatimone.com, Jumat (17/10).

“InsyaAllah berikutnya yang bersangkutan tidak menerima tunjangan sertifikasi lagi,” tambahnya.

Sebelumnya, Mohammad Alim juga membenarkan bahwa dirinya telah membuat surat pernyataan resmi di Kemenag setelah dilantik sebagai ketua partai.

“Sudah ada pemanggilan dan sudah bikin pernyataan di Kemenag bahwa sejak pelantikan pengurus partai pada 6 September, saya tidak menerima tunjangan sertifikasi,” ujarnya, Selasa (7/10).

Meski demikian, Alim menegaskan bahwa dirinya dan Ahmad Jaelani masih aktif mengajar seperti biasa.

“Kami tetap aktif mengajar karena pekerjaan utama kami memang sebagai guru,” tambahnya.

Sementara itu, pemerhati kebijakan publik Risma Aulia menilai, posisi guru bersertifikasi yang juga aktif di partai politik perlu mendapat perhatian serius dari sisi etika dan regulasi.

“Guru sertifikasi menerima tunjangan profesi dari negara. Jika terlibat dalam politik praktis, tentu menimbulkan pertanyaan dari sisi etika dan aturan hukum,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemenag Pamekasan belum menyampaikan hasil evaluasi lanjutan terhadap status kepegawaian kedua guru tersebut.

  • Penulis: Fiki
  • Editor: Rosi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rencana Pemblokiran 86.460 Peserta BPJS PBID Jadi ‘Kado Pahit’ Akhir Tahun, Aktivis Pamekasan Gelar Aksi Protes

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Jun
    • visibility 237
    • 0Komentar

    PAMEKASAN, JatimOne.com – Puluhan aktivis yang tergabung dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Pamekasan, Selasa (09/12/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia. Massa menyuarakan penolakan terhadap rencana pemerintah daerah yang akan menghapus 86.460 peserta BPJS Kesehatan jalur Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID). Dalam orasinya, Dus Salam, salah satu orator […]

  • Pertahankan Budaya Madura di Ajang Sapi Hias

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Ahbib
    • visibility 401
    • 0Komentar

    SUMENEP, Jatimone.com – Sebanyak 40 pasang sapi meriahkan ajang Karapan Sapi Hias atau yang dikenal dengan sebutan Sapi Tangghek di Desa Langsar, Kampung Cemmanis, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Acara adat ini digelar sebagai bentuk nadar sekaligus hiburan rakyat, dan menjadi momentum tahunan yang sudah melekat dalam budaya masyarakat setempat, 13 September 2025. Pembukaan resmi dilakukan […]

  • DPRD Gagal Juangkan Masyarakat, Paksakan Wacana Bohong

    • calendar_month Minggu, 16 Sep 2018
    • account_circle jatimone
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Ilustrasi Poligami Jaman Now Penulis Moh. YazidGagalnya perjuangan DPRD untuk masyarakat pamekasan kali ini terpaksa harus mengangkat wacana yang bohong. (13/09)Wacana yang tidak kunjung selesai mulai tahun 2016 hingga sekarang diangkat kembali agar dikonsumsi oleh publik namun terbalik, yaitu memunculkan ketidak percayaan masyarakat terhadap kinerja DPRD itu sendiriDPRD Pamekasan Pertahankan wacana Poligami tidak kunjung selesai […]

  • KONI Pamekasan Gelar Audiensi dengan Komisi IV, Dorong Penguatan Fasilitas dan Prestasi Atlet

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Jun
    • visibility 219
    • 0Komentar

    PAMEKASAN, JatimOne.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pamekasan yang dipimpin oleh H. Faruk melakukan audiensi dengan Komisi IV DPRD Pamekasan dan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Selasa (09/12/2025). Pertemuan tersebut digelar untuk memperkuat sinergi dalam pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga daerah. Dalam kesempatan itu, H. Faruk menegaskan pentingnya dukungan berbagai pihak, […]

  • Mendukung Wacana Menaikkan PAD dan Menolak Tanggapan Ketua Komisi I DPRD Pamekasan

    • calendar_month Sabtu, 29 Sep 2018
    • account_circle jatimone
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Ilustrasi PAD Penulis: Moh. Yazid (Ketua Lembaga Penelitian dan Kajian Strategis) Berbicara PAD tentu sangat erat sekali huungannya dengan Retribusi, begitu juga upaya yang dilakukan apabila merencanakan peningkatan PAD  tentunya retribusipun harus dinaikkan. Mustahil apabila suatu daerah menginginkan PAD yang tinggi akan tetapi retribusi tidak dinaiknan dan begitu juga akan terjadi loncatan PAD apabila betul-betul […]

  • Warga Palengaan Laok Pamekasan Galang Dana untuk Perbaikan Jalan Kabupaten

    • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Masyarakat Desa Palengaan Laok, muak dengan jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Frustasi dengan kondisi jalan yang kian parah, minimnya perhatian pemerintah, dan tingginya angka kecelakaan, mereka pun bersatu padu dalam Komunitas Watoah Ajem untuk menggalang dana guna memperbaiki jalan Kabupaten mereka sendiri di Perempatan lampu mirah perpustakaan umum […]

expand_less
Exit mobile version