Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » DISDIKBUD PAMEKASAN PERKUAT PERAN GPK SEBAGAI KEBIJAKAN DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH INKLUSIF DAN RAMAH ANAK

DISDIKBUD PAMEKASAN PERKUAT PERAN GPK SEBAGAI KEBIJAKAN DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH INKLUSIF DAN RAMAH ANAK

  • account_circle jatimone
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAMEKASAN, JatimOne.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan memperkuat peran Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam penerapan pendidikan inklusif di sekolah reguler.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak hanya mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga memperoleh pembelajaran yang adaptif, bermutu, aman, dan bebas dari diskriminasi.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdikbud Pamekasan, Ridwan, mengatakan penguatan pendidikan inklusif tersebut mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 21 Tahun 2025 tentang Pendidikan Inklusif.

Hal itu disampaikan Ridwan dalam kegiatan Perencanaan Pembelajaran Inklusif di Pamekasan, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, regulasi tersebut menjadi landasan bagi satuan pendidikan dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan setiap peserta didik, termasuk penyandang disabilitas.

“Ada lima pilar utama yang diamanatkan kepada para GPK untuk diimplementasikan di lingkungan sekolah,” kata Ridwan.

Kelima pilar tersebut meliputi integrasi perencanaan pembelajaran, penguasaan pendekatan dan metode pembelajaran adaptif, pemenuhan hak akses pendidikan bermutu, pembangunan budaya sekolah bebas diskriminasi, serta penguatan pendidikan karakter dan lingkungan ramah anak.

Ridwan menjelaskan, GPK juga dibekali kemampuan teknis untuk menyusun perencanaan pembelajaran secara terstruktur. Salah satunya dengan mengintegrasikan Program Pembelajaran Individual (PPI)ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas reguler.

“Tujuannya agar proses pendampingan terhadap siswa berkebutuhan khusus dapat terukur dengan jelas tanpa mengganggu ritme dan dinamika belajar peserta didik lainnya,” ujarnya.

Selain perencanaan pembelajaran, GPK dituntut menguasai berbagai pendekatan pembelajaran adaptif. Hal itu penting karena setiap anak penyandang disabilitas memiliki karakteristik, kebutuhan, serta hambatan belajar yang berbeda.

Beberapa metode yang dapat diterapkan di antaranya Universal Design for Learning (UDL), pembelajaran multisensori, serta peer tutoring atau pembelajaran sebaya.

“Melalui UDL, kurikulum dirancang lebih fleksibel dan dapat diakses oleh berbagai gaya belajar. Sementara metode multisensori memanfaatkan aspek visual, auditori, dan kinestetik untuk membantu siswa memahami materi,” jelas Ridwan.

Sedangkan melalui pembelajaran sebaya, siswa reguler dilibatkan untuk saling mendampingi dan belajar bersama sehingga interaksi antarsiswa dapat terbangun secara positif.

Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi

Disdikbud Pamekasan juga menekankan pentingnya pemenuhan hak pendidikan bagi anak penyandang disabilitas. GPK memiliki peran untuk memastikan siswa memperoleh akses terhadap sarana dan prasarana, media pembelajaran, serta materi ajar yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Para GPK juga diamanatkan menjadi jembatan edukasi dan katalisator sosial di lingkungan sekolah,” katanya.

Peran tersebut, lanjut Ridwan, tidak hanya dilakukan terhadap siswa berkebutuhan khusus. GPK juga perlu memberikan pemahaman kepada guru kelas, siswa lain, hingga orang tua mengenai pentingnya menghargai perbedaan.

Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari pencegahan diskriminasi dan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

“Perbedaan fisik, emosional maupun intelektual merupakan bagian dari keberagaman yang harus dihargai,” tegasnya.

Dorong Sekolah Ramah Anak

Penguatan pendidikan inklusif juga diarahkan untuk membangun lingkungan sekolah yang ramah anak. Nilai-nilai seperti empati, toleransi, kemandirian, dan gotong royong diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pendampingan siswa.

“Penguatan karakter menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem sekolah yang aman dan ramah anak. Para penyandang disabilitas harus merasa diterima dan didorong untuk memaksimalkan potensi dirinya,” ujar Ridwan.

Menurutnya, penerapan pendidikan inklusif berdasarkan Perbup Nomor 21 Tahun 2025 juga diharapkan memberikan dampak terhadap tata kelola sekolah.

Setidaknya terdapat tiga aspek yang menjadi perhatian, yakni tata kelola kelas, kualitas pembelajaran, dan budaya sekolah.

Dalam tata kelola kelas, kolaborasi antara guru kelas reguler dan GPK diharapkan semakin sistematis melalui penyusunan dan pelaksanaan PPI.

Sementara dari sisi pembelajaran, sekolah didorong meningkatkan penggunaan media pembelajaran adaptif serta menerapkan evaluasi berdasarkan perkembangan dan kemampuan individu siswa.

“Sedangkan dari sisi budaya sekolah, diharapkan terbentuk ekosistem pendidikan inklusif yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik, aman, dan berperspektif hak asasi manusia,” pungkas Ridwan. [MY]

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DEMA UIN Madura Gelar Audiensi dengan Rektorat, Sejumlah Aspirasi Mahasiswa Mengemuka

    DEMA UIN Madura Gelar Audiensi dengan Rektorat, Sejumlah Aspirasi Mahasiswa Mengemuka

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Jun
    • visibility 372
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Madura menggelar audiensi resmi dengan jajaran pimpinan rektorat pada Kamis (26/2/2026). Forum tersebut menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan pimpinan kampus guna menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkembang di lingkungan Universitas Islam Negeri Madura. Presiden Mahasiswa UIN Madura periode 2026, Muhammad Gufron, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bentuk […]

  • bank bjb Gandeng PT. Fidac Inovasi Teknologi, Salurkan Kredit  dengan Skema Channeling

    bank bjb Gandeng PT. Fidac Inovasi Teknologi, Salurkan Kredit dengan Skema Channeling

    • calendar_month Kamis, 13 Okt 2022
    • account_circle jatimone
    • visibility 231
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dalam era digital saat ini, kolaborasi antara lembaga keuangan perbankan dengan perusahaan fintech sangat diperlukan. Sinergi ini akan menguntungkan kedua belah pihak dimana bank sebagai pemberi dana dan perusahaan fintech sebagai penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBBTI) bersama-sama turut mengembangkan industri keuangan yang menyediakan akses pendanaan bagi masyarakat dan pelaku usaha […]

  • Pemkab Pamekasan Usulkan Perbaikan 187 Sekolah Rusak ke Kemendikdasmen

    Pemkab Pamekasan Usulkan Perbaikan 187 Sekolah Rusak ke Kemendikdasmen

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Fiki
    • visibility 100
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – Jatimone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, mengusulkan perbaikan 187 sekolah rusak kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun anggaran 2026. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, mengatakan sebanyak 187 sekolah yang diusulkan untuk diperbaiki tersebut terdiri dari jenjang TK hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). […]

  • Arek Lancor Ramai Dengan Pedagang Liar, Satpol PP dan Diskop Saling Lempar Tanggungjawab

    Arek Lancor Ramai Dengan Pedagang Liar, Satpol PP dan Diskop Saling Lempar Tanggungjawab

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Pamekasan, Pedagang Kaki lima (PKL) di Arek Lancor Pamekasan semakin merajalela, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pemekasan Terkesan saling lempar hak tanggung jawab. Satpol PP Pamekasan dan DisKop saling lempar tanggung jawab terkait penanganan hak atas Pernyataan tersebut. Kepala Satpol PP, […]

  • Pesan Terakhir Arifin Panigoro kepada Ridwan Kamil: Rumuskan Kebijakan Terbaik Bidang Kesehatan

    Pesan Terakhir Arifin Panigoro kepada Ridwan Kamil: Rumuskan Kebijakan Terbaik Bidang Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle jatimone
    • visibility 209
    • 0Komentar

      JAKARTA — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melayat ke rumah duka almarhum Arifin Panigoro di Jalan Madrasah II, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2022) pagi. Ridwan Kamil hadir dengan peci hitam dan batik nuansa hitam serta tetap menggunakan masker ciri khasnya bermotif megamendung. Tak lupa ia mendoakan almarhum serta keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan. Arifin […]

  • DPRD Pamekasan Minta Gudang Perbesar Tonase Pembelian Tembakau Petani

    DPRD Pamekasan Minta Gudang Perbesar Tonase Pembelian Tembakau Petani

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Fiki
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Pembelian tembakau hasil panen petani di Pamekasan mulai berjalan. Untuk memastikan seluruh hasil panen terserap tanpa sisa, DPRD Pamekasan meminta agar setiap gudang meningkatkan tonase pembeliannya. Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Umam menegaskan bahwa seluruh gudang—baik lokal maupun nasional—harus memperbesar volume pembelian agar tidak ada tembakau petani yang tidak terserap. “Mohon […]

expand_less