Breaking News
light_mode
Beranda » Peristiwa » Demo Bea Cukai Gagal, Himpunan Petani Tembakau Madura Diduga Korbankan Korlap Aksi

Demo Bea Cukai Gagal, Himpunan Petani Tembakau Madura Diduga Korbankan Korlap Aksi

  • account_circle Fiki
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • visibility 394
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAMEKASAN – jatimone.com – Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran ke Kantor Bea Cukai Madura yang digagas oleh Himpunan Petani Tembakau Madura (HPTM) dikabarkan batal terlaksana pada Rabu (8/10/2025). Aksi yang sedianya digelar pukul 10.00 WIB itu berubah menjadi audiensi pada pukul 14.00 WIB di Kantor Bea Cukai Madura.

Usai audiensi, salah satu koordinator lapangan aksi, Zaini Werwer, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Bea Cukai Madura yang dinilai telah banyak membantu pengusaha rokok lokal, khususnya skala kecil dan menengah di wilayah Pamekasan dan sekitarnya.

“Selama ini banyak yang menilai Bea Cukai hanya menindak, padahal faktanya mereka juga banyak membantu. Mulai dari pembinaan, edukasi cukai, hingga pendampingan legalitas bagi pabrik rokok kecil. Itu perlu diakui,” ujar Zaini Werwer, Kamis (9/10/2025).

Menurut Zaini, selama dua tahun terakhir, berbagai program pendampingan, sosialisasi, hingga fasilitasi perizinan yang dilakukan Bea Cukai Madura telah memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan industri rokok lokal di Madura.

Ia menilai, hubungan harmonis antara Bea Cukai dan pelaku usaha rokok harus terus dijaga melalui pendekatan persuasif, bukan represif.

“Kalau pendekatannya humanis, hasilnya jauh lebih baik. Banyak pengusaha kecil sekarang sudah memiliki izin dan bisa berproduksi secara legal. Itu berkat komunikasi yang baik antara Bea Cukai dan pengusaha,” tambahnya.

Lebih lanjut, Zaini mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu negatif terkait Bea Cukai. Ia menegaskan bahwa pembangunan industri rokok Madura membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kita harus jujur, kemajuan pengusaha lokal juga karena ada peran pemerintah, termasuk Bea Cukai. Kalau hanya mengandalkan demo dan tekanan, justru bisa mematikan usaha kecil,” tegasnya.

Namun, di balik batalnya aksi tersebut, muncul isu internal yang memanas di tubuh HPTM. Zaini mengaku kecewa karena sejumlah pihak diduga “mengorbankan” sebagian korlap aksi yang selama ini vokal memperjuangkan nasib petani tembakau.

“Bukan gagal, tapi dibatalkan secara sepihak oleh oknum dari internal HPTM. Kami sudah selidiki dan alhamdulillah dalangnya sudah diketahui. Kami merasa dipermainkan, citra kami dirusak, dan petani kehilangan arah perjuangan,” ungkap mantan aktivis GMNI itu.

Zaini menyebut pembatalan aksi diduga terkait adanya perbedaan kepentingan dan komunikasi yang tidak sejalan di internal organisasi.

“Kami sudah siap turun, tapi tiba-tiba dibatalkan. Katanya ada tekanan dan negosiasi di balik layar,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia menilai, kegagalan aksi tersebut menjadi bukti melemahnya solidaritas antar kelompok perjuangan rakyat kecil.

“Ketika saya yang selama ini jadi suara petani justru disingkirkan, berarti perjuangan mulai kehilangan arah. Jangan sampai kepentingan pribadi menenggelamkan suara rakyat,” ucapnya.

Meski demikian, Zaini menegaskan perjuangan membela petani tembakau tidak berhenti di sini. Ia memastikan aksi lanjutan akan disusun kembali dengan barisan yang lebih solid tanpa campur tangan pihak luar yang dinilai tidak konsisten.

“Perjuangan ini akan kami lanjutkan bersama petani sejati, bukan dengan mereka yang hanya mencari kepentingan pribadi,” pungkasnya.

  • Penulis: Fiki
  • Editor: Rosi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Pamekasan Gelar Musrenbang RKPD 2026, Fokus Pemerataan Pembangunan

    Pemkab Pamekasan Gelar Musrenbang RKPD 2026, Fokus Pemerataan Pembangunan

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 363
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Selasa (25/3/2025). Hadir dalam agenda tersebut Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman, Wakil Bupati H. Sukriyanto, Ketua DPRD Pamekasan Ali Maskur, Kepala Badan […]

  • Sempat Viral di TikTok, Fitriyah Minta Maaf Usai Dilaporkan Atas Dugaan Fitnah oleh Rekan Kerja

    Sempat Viral di TikTok, Fitriyah Minta Maaf Usai Dilaporkan Atas Dugaan Fitnah oleh Rekan Kerja

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Sumenep, 11 Juli 2025 — Perseteruan antara mantan rekan kerja di sebuah toko kosmetik ternama di Sumenep akhirnya menemui titik damai. Setelah sempat viral karena unggahan live TikTok yang memuat dugaan ujaran fitnah, Fitriyah Hurin Binti Yusmanto yang dikenal dengan akun TikTok tante_jahat @iin_bhawell1 akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Nadia Fauziah. Persoalan ini […]

  • Oknom Perangkat Desa Nyalabu Laok Terancam Mengembalikan Uang Gaji ke Desa

    Oknom Perangkat Desa Nyalabu Laok Terancam Mengembalikan Uang Gaji ke Desa

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Seorang perangkat Desa Nyalabu Laok berinisial HR terancam harus mengembalikan gaji yang diterimanya kepada pemerintah desa, menyusul dugaan rangkap jabatan yang dilakukannya sebagai guru dan perangkat desa secara bersamaan. Inspektorat Kabupaten Pamekasan pun akan memanggil HR beserta Kepala Desa setempat untuk dimintai klarifikasi atas temuan tersebut. Kamis (26/6/25) HR diduga menerima […]

  • Pemkab dan DPRD Pamekasan Fasilitasi Tuntutan Ganti Rugi Nelayan Terdampak Survei Seismik Petronas

    Pemkab dan DPRD Pamekasan Fasilitasi Tuntutan Ganti Rugi Nelayan Terdampak Survei Seismik Petronas

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 320
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Pamekasan, Jawa Timur, berkomitmen memfasilitasi tuntutan ganti rugi nelayan Pantai Utara (Pantura) Pamekasan akibat kerusakan alat tangkap yang ditimbulkan oleh kegiatan survei seismik Petronas dan Elnusa di perairan Pasean pada September 2024 lalu. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Pamekasan, Abdul Fata, mengatakan bahwa pihaknya segera […]

  • Gegara Catut Nama KJJT, Oknum Pemilik Kartu Pers Bakal Dipolisikan

    Gegara Catut Nama KJJT, Oknum Pemilik Kartu Pers Bakal Dipolisikan

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Surabaya – jatimone.com – Komunitas media lokal di Kabupaten Sampang, Madura yang mengatasnamakan KOMPAK’S (Komunitas Media Penegak Keadilan’ Sampang) ‘meradang’ bakal dilaporkan polisi. Nama KOMPAK’S tersiar di Kota Pahlawan Surabaya, komunitas itu dengan sengaja mencatut nama Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) di dalam surat audensi yang ditujukan kepada Polres Sampang. Tidak hanya KJJT yang dicatut, […]

  • Aksi Bela Kalimat Tauhid Sebut Banser Antek-antek Penjajah dan Antek-antek Komunis

    Aksi Bela Kalimat Tauhid Sebut Banser Antek-antek Penjajah dan Antek-antek Komunis

    • calendar_month Jumat, 26 Okt 2018
    • account_circle jatimone
    • visibility 202
    • 0Komentar

    JatimOne- Ribuan massa aksi bela kalimat tauhid padati jalan depan gedung menkopolhukam dalam aksinya memprotes atas pembakaran bendera kalimat tauhid yang terjadi diGarut Jawa Barat. (26/10) Aksi kali ini menuntut pemerintah mengusut oknum yang di duga menjadi pelaku pembakaran bendera, tidak hanya itu massa meminta bubarkan Banser sama seperti HTI, Orator aksi sebut Banser kali […]

expand_less