Breaking News
light_mode
Beranda » Advertorial » Wartawan ID Card: Ketika Profesi Mulia Tercoreng oleh Ketidakmampuan

Wartawan ID Card: Ketika Profesi Mulia Tercoreng oleh Ketidakmampuan

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 244
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penulis: Abuyazid, M.Pd

Abuya Official News.com

Di tengah derasnya arus informasi, profesi wartawan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Namun tantangan terbesar justru hadir dari dalam dunia pers sendiri: munculnya “wartawan instan” yang hanya mengandalkan ID card tanpa kemampuan jurnalistik yang memadai.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di level nasional, tetapi juga terasa di daerah, termasuk Pamekasan. Kondisi inilah yang membuat sebagian pejabat atau lembaga kerap merasa enggan berhadapan dengan wartawan—bukan karena mereka anti media, tetapi karena sebagian oknum tidak mencerminkan standar profesi yang semestinya.

Padahal, esensi profesi wartawan adalah mengabarkan, bukan mengancam. Wartawan hadir untuk menerangi ruang publik dengan informasi yang benar, akurat, dan berimbang.

1. ID Card Bukan Sertifikat Kompetensi

Sertifikat Kompetensi adalah bukti bahwa wartawan memahami etika jurnalistik, teknik peliputan, verifikasi informasi, serta tanggung jawab moral atas setiap kata yang ditulis. Sertifikasi memastikan bahwa wartawan mengemban tugas mulia: mengedukasi, mengabarkan, dan membela kepentingan publik.

Ketika wartawan dibekali kompetensi yang terstandar, kualitas pemberitaan meningkat. Media menjadi pilar demokrasi yang kuat, mampu menjalankan fungsi kontrol sosial dengan akurat dan bermartabat. Publik pun terlindungi dari sensasi, manipulasi, maupun jurnalisme abal-abal yang hanya mengandalkan atribut, bukan kemampuan.

Dunia pers tidak boleh menjadi profesi yang mudah disusupi kepentingan karena lemahnya integritas para pelakunya. Karena itu, perusahaan media dan organisasi pers wajib mendorong sertifikasi profesi sebagai syarat utama, bukan sekadar pelengkap.

Pada akhirnya, wartawan bukanlah profesi yang cukup dijalankan dengan memiliki ID card. Wartawan adalah profesi intelektual yang membutuhkan kemampuan, etika, integritas, dan tanggung jawab.

2. Wartawan Ada untuk Mengabarkan, Bukan Mengancam

Wartawan sejati bekerja untuk membuka informasi, bukan menakut-nakuti narasumber. Tugasnya adalah menghadirkan transparansi, bukan tekanan; kejelasan, bukan intimidasi.

Ketika ada oknum yang hadir tanpa kompetensi, tanpa karya jurnalistik, bahkan tanpa memahami etika profesi, nama wartawan menjadi tercoreng. Pejabat dan masyarakat akhirnya merasa tidak nyaman, bukan karena takut pada media, tetapi pada perilaku oknum yang tidak bertanggung jawab.

Padahal, wartawan adalah jembatan komunikasi antara publik dan pemangku kepentingan. Pertanyaan yang dilontarkan wartawan saat liputan bukan untuk menyudutkan, tetapi untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam kondisi ini, sangat keliru apabila wartawan dianggap sebagai ancaman. Pemerintah daerah, instansi publik, maupun narasumber pribadi justru membutuhkan wartawan profesional untuk menyampaikan capaian, program, dan persoalan publik secara lebih transparan.

3. Menulis adalah Fondasi Utama

Profesi wartawan tidak bisa dipisahkan dari kemampuan menulis. Tulisan adalah napas, jiwa, dan identitas seorang wartawan.

Namun realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Banyak orang membawa ID card media ke mana-mana, tetapi gagap saat diminta menulis berita. Mereka lebih sibuk tampil di lapangan ketimbang menghasilkan karya yang berkualitas.

Padahal, tulisan yang baik lahir dari riset, wawancara mendalam, verifikasi, dan pemahaman etika pers. Tanpa kemampuan menulis, bagaimana berita dapat diproduksi? Bagaimana publik memperoleh informasi yang benar?

Wartawan sejati dinilai dari karya, bukan atribut. Dari integritas, bukan kedekatan. Ketika menulis bukan menjadi prioritas, profesi wartawan terancam berubah menjadi alat intimidasi, bukan penyampai kebenaran.

Karena itu, standar harus ditegakkan kembali: wartawan harus bisa menulis. Bukan hanya hadir, bukan hanya memegang ID card, tetapi menghadirkan informasi yang mencerahkan.

4. Profesionalitas Wartawan adalah Modal Kepercayaan Publik

Kepercayaan publik adalah modal terbesar media. Dan modal ini hanya bisa dibangun melalui profesionalitas, integritas, serta karya jurnalistik yang berkualitas.

Wartawan profesional bekerja dengan fakta, konfirmasi berimbang, independensi, serta kesadaran moral bahwa setiap berita memiliki dampak sosial. Mereka tidak menggunakan profesinya untuk mencari keuntungan pribadi atau menekan narasumber.

Tanpa profesionalitas, media kehilangan kredibilitas. Tanpa kredibilitas, publik kehilangan kepercayaan. Ketika publik tidak lagi percaya pada media, demokrasi berada dalam bahaya.

Pejabat dan masyarakat akan lebih terbuka kepada wartawan yang bekerja secara terampil, sopan, dan berbasis data. Karena pada akhirnya, kepercayaan dibangun oleh kualitas tulisan, bukan oleh kartu identitas.

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Pamekasan Intruksikan Anggotanya Tidak Arogan Dalam Melaksanakan Tugas

    Polres Pamekasan Intruksikan Anggotanya Tidak Arogan Dalam Melaksanakan Tugas

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 236
    • 0Komentar

    PAMEKASAN, – Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan menekankan kepada seluruh personil Polres dan Polsek Jajaran Polres Pamekasan Agar profesional dalam melaksanakan tugas dan jangan ada anggota yang arogan.   Penekanan ini disampaikan oleh orang nomor satu di jajaran Kepolisian Resor Pamekasan saat mengambil Apel Jam Pimpinan di Lapangan Apel Polres Pamekasan, Senin (4/3/2024).   […]

  • KJJT Pamekasan Perkuat Solidaritas Melalui Konferwil

    KJJT Pamekasan Perkuat Solidaritas Melalui Konferwil

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Fiki
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Pamekasan gelar konferensi wilayah (Konferwil) di Kota Batu, Sabtu (20/12/2025). Isma’il dan Syafrawi terpilih sebagai ketua dan sekretaris KJJT Pamekasan untuk periode 2026-2028 dalam Konferwil tersebut. Keduanya dipilih melalui proses musyawarah yang mencerminkan kehendak anggota untuk melanjutkan kepemimpinan yang dinilai tegas, berani, dan konsisten menjaga marwah profesi wartawan. Selain pemilihan […]

  • Pemkab Pamekasan Gelar Forum Konsultasi RPJMD 2025–2029, DPRD Sampaikan Delapan Pokok Pikiran

    Pemkab Pamekasan Gelar Forum Konsultasi RPJMD 2025–2029, DPRD Sampaikan Delapan Pokok Pikiran

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Pamekasan – Jatimone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggelar forum konsultasi publik terkait rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pamekasan 2025–2029 pada Senin (28/4/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun kritik, saran, dan masukan dari berbagai pihak guna menyempurnakan dokumen rancangan awal RPJMD, yang akan menjadi pedoman pembangunan daerah lima tahun ke depan. Sebagai […]

  • Pengembalian Formulir Pendaftaran Ke Partai Demokrat, Bukti Keseriusan Rudy Maju Calon Bupati Pamekasan

    Pengembalian Formulir Pendaftaran Ke Partai Demokrat, Bukti Keseriusan Rudy Maju Calon Bupati Pamekasan

    • calendar_month Rabu, 1 Mei 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Rudy Susanto, Kasi Penyidikan Kantor Syahbandar Utama Surabaya, resmi mengembalikan formulir pendaftaran di Partai Demokrat, Kota Pamekasan, Rabu (1/5/24). Rudy, bersama timnya mengembalikan formulir pendaftaran sebagai Bakal Calon Bupati Pamekasan menuju Pilkada 2024. Minggu (28/4/24). “Saya sudah kembalikan formulir pendaftaran tanggal 28 april 2024 secara resmi sebagai bakal calon Bupati Pamekasan […]

  • Rudy Susanto Kunjungan Ke Pengrajin Batik

    Rudy Susanto Kunjungan Ke Pengrajin Batik

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Rudy Susanto, bakal calon Bupati Pamekasan, Mengunjungi para penggiat batik di Desa Toket Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, Rudy mengajak masyarakat lebih mengenal dan mencintai batik. Senin, 6 Mei 2024. Rudy, mengatakan, saat ini perkembangan batik di Pamekasan sangat pesat, perajin batik di Pamekasan saat ini tidak hanya menciptakan motif batik yang […]

  • Bocah Palesanggar Ditemukan Tewas di Sungai Klampar Proppo Setelah Terseret Arus

    Bocah Palesanggar Ditemukan Tewas di Sungai Klampar Proppo Setelah Terseret Arus

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Dua bocah kakak beradik asal Dusun Patemun, Desa Palesanggar, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, terseret arus sungai pada Selasa (13/05/2025). Sang adik, Mohammad Abdullah (8), berhasil selamat setelah tersangkut di batang pohon, namun kakaknya, Mohammad Husairi (11), ditemukan tewas sehari kemudian. Jenazah Husairi ditemukan pada Rabu (14/05/2025) sekitar pukul 11.00 WIB di […]

expand_less