Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Sistem Paruh Dua ‘Agedhu’, Warisan Budaya Ternak Sapi Warga Pademawu Timur

Sistem Paruh Dua ‘Agedhu’, Warisan Budaya Ternak Sapi Warga Pademawu Timur

  • account_circle Ahbib
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
  • visibility 353
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pamekasan – jatimone.com – Tradisi bagi hasil ternak sapi dengan sistem paruh dua atau agedhu masih bertahan di Desa Pademawu Timur, Dusun Sawahan, Pamekasan. Sistem ini bukan sekadar pola kerja sama ekonomi rakyat, melainkan juga bagian dari warisan budaya masyarakat Madura. Kondisi itu terpantau pada Jumat (19/09/2025).

Menurut tokoh masyarakat setempat, Fatillah, masyarakat Madura menyebut sistem ini dengan istilah paronan atau agedhu. Prinsipnya sederhana, keuntungan dari ternak sapi dibagi dua antara pemilik dan perawat.

“Kesepakatan biasanya dilakukan secara kekeluargaan tanpa aturan tertulis, tetapi sudah berjalan turun-temurun puluhan tahun,” jelasnya.

Dalam praktiknya, agedhu banyak diterapkan pada sapi jantan Madura. Misnadi, salah satu peternak berpengalaman, mengatakan masa pemeliharaan umumnya minimal satu tahun, meski dalam kondisi tertentu bisa lebih singkat. Ia mencontohkan kasus seekor sapi yang dibeli Rp12 juta, lalu enam bulan kemudian dijual Rp16 juta.

“Selisih empat juta itu dibagi dua, masing-masing dua juta. Selain itu, pemilik biasanya juga memberi biaya jamu bulanan antara Rp25 ribu sampai Rp50 ribu,” terangnya. Menurutnya, sapi jantan kerap dianggap sebagai usaha sampingan oleh masyarakat.

Sementara itu, pada sapi betina, sistem agedhu berfokus pada hasil reproduksi. Fatillah menjelaskan, anak sapi yang lahir akan dibagi dua antara pemilik dan perawat, sedangkan biaya inseminasi buatan biasanya ditanggung pemilik. “Kalau lahir dua anak, biasanya satu untuk pemilik dan satu untuk perawat,” katanya.

Pengalaman serupa diungkapkan Mohammad Said, peternak yang sudah puluhan tahun menjalankan sistem ini bersama keluarga dekat. Ia menilai, agedhu bukan hanya soal untung, melainkan soal kebersamaan. “Saya sudah terbiasa memakai sistem ini. Walau hasilnya tidak selalu besar, yang penting ada rasa percaya,” ujarnya.

Seiring waktu, tren beternak sapi di Pademawu Timur mengalami pergeseran. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak memelihara sapi Madura, kini sebagian beralih ke sapi silangan seperti Limousin. Misnadi menyebut perbedaan utamanya terletak pada masa pemeliharaan.

“Kalau sapi Madura cukup enam bulan sampai setahun, sedangkan Limousin bisa dua sampai empat tahun. Memang lebih lama, tapi pertumbuhannya lebih cepat dan bobotnya lebih besar,” ungkapnya. Meski demikian, kesepakatan bagi hasil tetap sama, yakni dibagi dua saat penjualan.

Bagi masyarakat Dusun Sawahan, sistem agedhu tidak hanya dipandang dari sisi ekonomi. Tradisi ini tetap dipertahankan karena mengandung nilai adat, kebersamaan, sekaligus memberi peluang bagi warga yang tidak punya modal untuk ikut beternak.

“Ini sudah jadi semacam tabungan keluarga,” tutur Fatillah.

Di tengah perubahan zaman dan tren beternak modern, agedhu masih menjadi identitas ekonomi rakyat Madura sekaligus simbol solidaritas sosial yang terus dijaga.

  • Penulis: Ahbib
  • Editor: Rosi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Formatur Geruduk Disdik Pamekasan, Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Beasiswa Rp10 Miliar

    Mahasiswa Formatur Geruduk Disdik Pamekasan, Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Beasiswa Rp10 Miliar

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Jun
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Pantura (FORMATUR)menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan, Selasa (21/10/2025). Aksi tersebut menyoroti dugaan penyimpangan pada program bantuan khusus siswa miskin dan beasiswa santri tahun anggaran 2024 yang nilainya mencapai Rp10,3 miliar. Dalam aksi itu, mahasiswa membawa press […]

  • Pemkab Pamekasan Gelar Pelatihan Konten Kreatif untuk Perkuat Informasi Publik OPD

    Pemkab Pamekasan Gelar Pelatihan Konten Kreatif untuk Perkuat Informasi Publik OPD

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Fiki
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Pamekasan – Jatimone.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar pelatihan pembuatan konten kreatif singkat secara daring, Kamis (13/11/2025). Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang TIK Diskominfo tersebut diikuti oleh perwakilan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber, yakni konten kreator Raden […]

  • SP Minta KPK Tangkap Zainal Abidin Selaku Anggota DPRD Jatim. Ada Apa?

    SP Minta KPK Tangkap Zainal Abidin Selaku Anggota DPRD Jatim. Ada Apa?

    • calendar_month Rabu, 28 Des 2022
    • account_circle jatimone
    • visibility 199
    • 0Komentar

      Jakarta – Massa yang tergabung dalam Sumenep Progress mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (28/12/2022). Mereka melakukan aksi demontrasi meminta KPK menangkap Anggota DPRD Jatim Fraksi Demokrat, Zainal Abidin, yang diduga menyunat dana hibah Pemprov Jatim untuk Pokmas. Nur Hidayat, selaku koordinator aksi tersebut menyatakan bahwa Zainal […]

  • Peringati Hari Buruh Internasional, Pemkab Pamekasan Gelar Bakti Sosial untuk Buruh Non-Formal

    Peringati Hari Buruh Internasional, Pemkab Pamekasan Gelar Bakti Sosial untuk Buruh Non-Formal

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 226
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei dengan menggelar kegiatan bakti sosial bagi para buruh, khususnya buruh sektor non-formal. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM-Naker) itu mencakup pembagian paket sembako kepada 100 […]

  • Perkuat SDM Menuju Bank Hybrid, bank bjb Gandeng Dua Perusahaan IT Dunia

    Perkuat SDM Menuju Bank Hybrid, bank bjb Gandeng Dua Perusahaan IT Dunia

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle jatimone
    • visibility 215
    • 0Komentar

      BANDUNG – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) dengan kode emiten BJBR menggandeng dua perusahaan IT kelas dunia untuk pengembangan sistem cloud dan digitalisasi layanan. Kerja sama ini seiring langkah bank bjb menjadi bank digital. Dua perusahaan besar yang digandeng bank bjb adalah Amazon Web Service (AWS) untuk pengembangan […]

  • Empat Tahun Berjuang Melawan Sakit, Bukti Nyata Kelalaian Pemerintah

    Empat Tahun Berjuang Melawan Sakit, Bukti Nyata Kelalaian Pemerintah

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Ahmad Zainundin, warga Dusun Kendal, Desa Banban, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, telah mengalami penderitaan selama empat tahun akibat kelumpuhan yang dialaminya. Kondisi ini bermula dari adanya pembekuan darah di kepalanya yang menyebabkan gangguan pada saraf hingga akhirnya membuatnya tak bisa berjalan. Sayangnya, hingga saat ini, perhatian dari pemerintah nyaris tidak ada, […]

expand_less