Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Pembangunan Dinilai Tak Merata, Aktivis dan Warga Pamekasan Gelar Aksi di Kantor Bupati

Pembangunan Dinilai Tak Merata, Aktivis dan Warga Pamekasan Gelar Aksi di Kantor Bupati

  • account_circle Jun
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 367
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAMEKASAN, JatimOne.com – Sejumlah aktivis, pemuda, dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Pamekasan (AMP3) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Jalan Kabupaten No. 107, Senin (29/12/2025).

Dalam aksi tersebut, massa menyoroti ketimpangan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Pamekasan. Mereka menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan belum adil dan merata dalam merealisasikan pembangunan, khususnya perbaikan jalan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Koordinator aksi sekaligus orator, Ahmadi Ghafur, menyampaikan bahwa banyak pembangunan jalan di sejumlah desa justru dilakukan melalui swadaya masyarakat. Sementara itu, menurutnya, akses jalan menuju kediaman Bupati dan keluarga justru dibiayai melalui anggaran pemerintah daerah.

“Bupati Pamekasan kami nilai tumpang tindih dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur. Di banyak daerah, rakyat membangun jalan dari hasil patungan dan meminta sumbangan. Namun jalan menuju rumah Bupati dan rumah istrinya justru menggunakan dana APBD,” tegas Ahmadi dalam orasinya.

Aksi tersebut ditemui langsung oleh Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, didampingi Wakil Bupati serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menanggapi tuntutan massa, Bupati KH. Kholilurrahman menjelaskan bahwa sejumlah pembangunan infrastruktur jalan, khususnya di wilayah Waru Barat, Sana Laok, Dempoh Timur, dan beberapa kawasan Pantura lainnya, telah masuk dalam tahap perencanaan untuk tahun anggaran 2026.

“Tidak mungkin kami laksanakan tahun ini karena waktunya sangat mepet. Setiap program harus mengikuti mekanisme mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga survei. Insyaallah akan kami upayakan mulai bulan April 2026,” ujar Bupati.

Sementara itu, orator dari kalangan masyarakat, Zaim, turut menyampaikan kritik terhadap sikap Wakil Bupati Pamekasan yang dinilai kurang mencerminkan empati kepada rakyat. Ia menyinggung aksi “saweran” kepada seorang figur publik bernama Valen yang sempat viral di media sosial.

“Kalau memang puluhan juta itu bisa disawer, lebih baik digunakan untuk membangun jalan rakyat,” ujar Zaim.

Menanggapi tudingan tersebut, Wakil Bupati Pamekasan Hj. Sukri memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa kepergiannya ke Jakarta merupakan tugas resmi atas perintah Bupati untuk mengurus persoalan BPJS ke pusat. Terkait uang saweran, ia menegaskan bahwa dana tersebut bukan berasal dari APBD.

“Saya bersumpah uang itu bukan uang rakyat dan bukan dana APBD. Itu uang dari pengusaha lokal yang dititipkan kepada saya,” tegasnya.

Ahmadi Ghafur menegaskan, AMP3 akan terus mengawal persoalan tersebut dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.

“Kami akan terus mengawal janji-janji politik Bupati. Jika tuntutan kami tidak diakomodasi, aksi lanjutan pasti akan dilakukan,” ujarnya.

Dalam aksinya, AMP3 menyampaikan enam tuntutan, yakni:

  1. Mendesak Pemkab Pamekasan segera melakukan perbaikan dan pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan rusak dan akses air bersih.
  2. Menuntut peningkatan kualitas dan pemerataan pelayanan publik tanpa diskriminasi.
  3. Meminta pemerintah daerah menyusun kebijakan konkret untuk mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi desa–kota serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat kecil.
  4. Mendesak Wakil Bupati memberikan klarifikasi terbuka kepada publik atas sikap yang dinilai tidak mencerminkan empati rakyat.
  5. Menuntut seluruh pejabat daerah mengedepankan etika, kesederhanaan, dan keberpihakan kepada rakyat.
  6. Menuntut penghapusan anggaran seremonial, perjalanan dinas yang tidak produktif, serta belanja yang tidak prioritas dalam APBD 2026 untuk dialihkan ke pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal.

Aksi demonstrasi sempat memanas dan hampir ricuh akibat adanya dugaan provokator yang berupaya menarik mundur massa. Aksi juga diwarnai pembakaran ban bekas sebagai bentuk kekecewaan terhadap jawaban pemerintah yang dinilai bertele-tele.

Situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah aparat keamanan melakukan pengamanan di sekitar lokasi aksi.

  • Penulis: Jun
  • Editor: Rosi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Badrut Tamam Bupati Pamekasan Hebat

    • calendar_month Kamis, 7 Mar 2019
    • account_circle jatimone
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Oleh: Moh.Yazid, M.Pd* Bupati pamekasan memaknai hari pahlawan dalam konteks kekinian yaitu memperbaiki kinerja dengan pemerintahan yang bersih dan pelayanan yang mengarah kepada tujuan utama yaitu tercapainya pamekasan hebat, disampaikan pada saat peringai hari pahlawan kamis, (07/03/19) melahirkan pemikirin penulis untuk ambil bagian dalam berkontibusi terhadap tercapainya kinerja pemerintahan pamekasan. Bupati saat ini bertekat menjadikan […]

  • DPRD Pamekasan Teken KUA-PPAS APBD-P 2025, Fokus pada Penguatan Program Prioritas

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 279
    • 0Komentar

    PAMEKASAN –jatimone.com– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan resmi menandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan 2025. Penandatanganan digelar di ruang sidang paripurna DPRD Pamekasan, Senin (15/9/2025). Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur, menegaskan bahwa pengesahan KUA-PPAS ini mencerminkan komitmen bersama antara legislatif dan […]

  • Target PAD Pamekasan 2026 Dipatok Rp360 Miliar, DPRD Minta OPD Maksimalkan Kinerja

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Fiki
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026 sebesar Rp360 miliar. Target tersebut dinilai cukup optimistis sehingga membutuhkan kerja maksimal dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi mengatakan, pembahasan target PAD dilakukan secara serius dengan menjadikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah […]

  • SULIT UNTUK MEMUTUSKAN DALAM MEMILIH CALON BUPATI PAMEKASAN

    • calendar_month Jumat, 19 Jan 2018
    • account_circle jatimone
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Keputusan yang paling sulit adalah pada saat kita harus menentukan pilihan. Hal seperti ini berulang kesekian kalinya, situasi dimana harus memilih antara dua pilihan yang kedua-duanya merupakan pilihan yang penting dan wajib. Dari sekiankalinya yang saya hadapi kali ini mungkin situasi yang bisa dibilang menjadi harapan masyarakat secara umum khususnya kabupaten pamekasan. Situasi yang sangat […]

  • ORMAWA Gathering Universitas Madura: Cetak Pemimpin Revisioner, Perkuat Branding Organisasi

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Universitas Madura melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar kegiatan ORMAWA Gathering, Minggu (1/6/2025), dengan tema “Mencetak Pemimpin Revolusioner dan Branding Organisasi”. Acara ini menghadirkan seluruh pimpinan organisasi mahasiswa dari tingkat universitas hingga program studi. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Madura, H. Gazali, dan dihadiri oleh sejumlah narasumber, antara lain Kusnadi mewakili Muhammad Alwi dari Dinas Pendidikan dan […]

  • UNIRA Hadirkan Teknologi Sensor Digital untuk Peternak Madura

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Fakultas Pertanian Program Studi Peternakan Universitas Madura (UNIRA) menggelar program pengabdian masyarakat dengan menghadirkan inovasi teknologi sensor digital. Kegiatan yang berlangsung di Desa Panaguan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (7/9/2025), difokuskan pada pendampingan Kelompok Tani Harapan Jaya terkait pemanfaatan sensor untuk mendeteksi stres lingkungan pada sapi Madura secara real-time. Ketua tim […]

expand_less
Exit mobile version