Malam Kemilau Madura Meriahkan Hari Jadi Pamekasan ke-496, Hairul Saleh Momentum Pelestarian Budaya
- account_circle jatimone
- calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PAMEKASAN, JatimOne.com – Pemerintah Kabupaten Pamekasan menggelar Malam Kemilau Madura sebagai puncak rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-496. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Monumen Arek Lancor, Senin (2/11/2026) malam, menyuguhkan beragam pertunjukan seni dan budaya yang merepresentasikan kekayaan serta keberagaman masyarakat.
Mengusung tema “Simfoni Budaya Pamekasan”, kegiatan tersebut menghadirkan kolaborasi seni dari tiga kelompok etnik, yakni Madura, Tionghoa, dan Arab. Berbagai penampilan ditampilkan, mulai dari musik Daul, Tari Ronding, Tari Topeng Getak, hingga pertunjukan Barongsai dan musik Gambus Alasik.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Hairul Saleh, S.Pd., menyampaikan bahwa keberagaman budaya yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut merupakan gambaran nyata kehidupan masyarakat Pamekasan yang dibangun melalui kebersamaan berbagai etnik.
Menurutnya, ketiga kelompok etnik tersebut memiliki kontribusi dalam perjalanan pembangunan Pamekasan. Karena itu, kolaborasi budaya menjadi bagian penting untuk memperkuat persatuan sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada masyarakat luas.
“Alhamdulillah memang tiga etnik itu adalah yang termasuk bagian yang membangun Pamekasan. Mereka bertiga sinergi untuk membangun Pamekasan. Oleh karenanya, wajar kita angkat menjadi tema besar,” ungkap Hairul.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan dalam memeriahkan hari jadi daerah, melainkan juga menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya lokal untuk menunjukkan kreativitas serta mempertahankan warisan leluhur.
Hairul menambahkan, rangkaian peringatan Hari Jadi Pamekasan ke-496 juga diisi dengan berbagai kegiatan kebudayaan, di antaranya lomba bercerita koleksi museum, lomba pencak silat jurus tunggal, serta sejumlah kegiatan yang dikoordinasikan bersama Dewan Kesenian dan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
“Alhamdulillah untuk Pamekasan yang begitu guyup, banyak sekali kegiatan untuk pemajuan kebudayaan Pamekasan. Sehingga Pamekasan dalam menyambut Hari Jadi yang ke-496 ini menjadi ramai dengan kegiatan kebudayaan,” tuturnya.
Selain pertunjukan seni, momentum tersebut juga ditandai dengan penyerahan sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk musik Daul serta sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk Daul Semut Ireng melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur.
Pengakuan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal sekaligus langkah penting dalam memberikan perlindungan terhadap karya dan tradisi masyarakat Pamekasan.
Melalui Malam Kemilau Madura, Pemerintah Kabupaten Pamekasan berharap semangat pelestarian budaya terus tumbuh di tengah masyarakat. Terlebih, keterlibatan berbagai kelompok etnik dan sanggar seni menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun identitas serta kemajuan daerah.
Peringatan Hari Jadi Pamekasan ke-496 pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Moh/AH)

Saat ini belum ada komentar