Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » KJJT Kecam Kekerasan Polisi terhadap Jurnalis di Surabaya: Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

KJJT Kecam Kekerasan Polisi terhadap Jurnalis di Surabaya: Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
  • visibility 333
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya – jatimone.com – 25 Maret 2025. Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap dua jurnalis, Wildan Pratama dari Suara Surabaya dan Rama Indra dari Beritajatim.com, saat meliput aksi demonstrasi penolakan UU TNI di depan Gedung Grahadi, Senin (24/3/2025). Insiden ini menjadi sorotan karena mencerminkan ancaman terhadap kebebasan pers di Indonesia.

Ketua Umum KJJT, Ade S Maulana, menegaskan bahwa tindakan represif terhadap jurnalis merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Aparat seharusnya melindungi, bukan justru melakukan intimidasi dan kekerasan,” tegasnya.

Kronologi Kejadian.

Menurut keterangan Rama Indra, ia meliput aksi unjuk rasa sejak pukul 14.16 WIB. Aksi demonstrasi awalnya berlangsung damai, namun mulai ricuh pada pukul 16.22 WIB saat massa aksi melempari botol ke arah barikade polisi di depan Gedung Grahadi. Kericuhan semakin memanas dengan lemparan batu, petasan, dan molotov. Bentrokan sempat terhenti saat azan Maghrib untuk berbuka puasa, di mana beberapa pendemo telah diamankan ke dalam gedung.

Setelah Maghrib, massa aksi masih bertahan di sekitar Alun-Alun Kota Surabaya. Kepolisian mencoba membubarkan mereka dengan kendaraan taktis water cannon dan mendorong massa ke Jalan Yos Sudarso serta Jalan Pemuda. Massa aksi menolak bubar dan kembali melempari polisi dengan batu, kayu, serta pecahan keramik trotoar.

Sekitar pukul 18.28 WIB, Rama Indra yang saat itu berada di pinggir jalan sisi samping belakang aparat, tengah merekam pembubaran aksi.

Dalam pengakuan Rama kepada komunitas jurnalis jawa timur. “Saya melihat beberapa polisi menangkap dua pendemo, lalu memukuli dan menginjak mereka. Saya merekam kejadian itu dengan ponsel saya,” ungkap Rama. Namun, tak lama setelah itu, ia justru menjadi sasaran kekerasan aparat.

“Tiga sampai empat polisi berseragam dan tidak berseragam menghampiri saya, memaksa saya menghapus rekaman video tersebut. Mereka memukul kepala saya dan menyeret saya. Saya sudah menunjukkan kartu pers yang menggantung di leher saya, tetapi mereka tetap memaksa saya menghapus video itu dan merebut ponsel saya,” tambahnya, Senin (24/3/2025)

Rama juga mengungkapkan bahwa ia mengalami kekerasan fisik. “Saya dipukul beberapa kali di kepala dengan tangan kosong dan kayu. Handphone saya diancam akan dibanting. Beruntung ada rekan jurnalis dari detik.com dan kumparan.com yang datang menolong saya dan menegur aparat yang memiting saya,” ujarnya.

Akibat insiden ini, Rama mengalami benjol di kepala, luka baret di pelipis kanan, serta bibir bagian dalam sebelah kiri lecet.

Kecaman dari KJJT.

Menanggapi insiden ini, Ketua Umum KJJT, Ade S Maulana, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran berat terhadap kebebasan pers.

“Kami mendesak Kapolda Jawa Timur untuk segera mengusut kasus ini dan memberikan sanksi tegas kepada aparat yang terlibat. Kekerasan terhadap jurnalis tidak boleh dibiarkan karena ini bukan hanya soal individu, tetapi juga menyangkut kebebasan pers dan hak masyarakat mendapatkan informasi yang akurat,” ujarnya.

Ade juga mengingatkan bahwa peran jurnalis dalam meliput peristiwa di lapangan adalah bagian dari tugas profesional yang harus dihormati oleh semua pihak, termasuk aparat kepolisian.

“Kami tidak akan tinggal diam. Jika kasus ini tidak ditindaklanjuti, kami siap mengambil langkah hukum dan menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk protes atas tindakan represif ini,” tegasnya, Senin (24/3/2025)

KJJT juga mengimbau kepada seluruh jurnalis di Jawa Timur agar tetap waspada dalam menjalankan tugas di lapangan dan tidak segan untuk melaporkan segala bentuk intimidasi maupun kekerasan yang dialami.

Tuntutan KJJT.

Sebagai bentuk solidaritas dan perlindungan terhadap kebebasan pers, KJJT mengajukan beberapa tuntutan kepada pihak berwenang, yaitu:

  1. Kapolda Jawa Timur segera mengusut tuntas kasus kekerasan ini dan memberikan sanksi tegas kepada aparat yang terlibat.
  2. Jaminan perlindungan bagi jurnalis yang bertugas di lapangan, terutama dalam situasi demonstrasi dan bentrokan.
  3. Kepolisian harus memberikan edukasi kepada anggotanya tentang hak-hak jurnalis dan pentingnya kebebasan pers dalam sistem demokrasi.
  4. Pemerintah harus memastikan kebebasan pers tetap terjaga dan tidak ada lagi tindakan represif terhadap jurnalis yang menjalankan tugas jurnalistiknya.Dengan kejadian ini, KJJT berharap ada perbaikan dalam perlindungan terhadap jurnalis dan tidak ada lagi kasus serupa di masa mendatang.

“Jurnalis bukan musuh, mereka bekerja untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami berharap kejadian ini menjadi yang terakhir dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” pungkas Ade Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur, Senin (24/3/2025).

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bank bjb Terima Kunjungan Studi Banding BPD Kalteng dan BPD Sumut

    bank bjb Terima Kunjungan Studi Banding BPD Kalteng dan BPD Sumut

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle jatimone
    • visibility 194
    • 0Komentar

       BANDUNG – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menerima kunjungan kerja dari BPD Kalteng dan BPD Sumut untuk studi banding mengingat bank bjb merupakan BPD terbesar di Indonesia dan telah memiliki jaringan operasional di 14 Provinsi di Indonesia. Kunjungan dari BPD Kalteng dan BPD Sumut berlangsung selama dua hari […]

  • Sekdes Pademawu Barat Dilaporkan Istri Sendiri Ke Polisi, ini Penyebabnya

    Sekdes Pademawu Barat Dilaporkan Istri Sendiri Ke Polisi, ini Penyebabnya

    • calendar_month Kamis, 11 Apr 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 259
    • 0Komentar

    PAMEKASAN, jatimone.com – AJ (inisial) warga Dusun Paninggin Desa Pademawu Barat Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan dilaporkan istrinya sendiri (ER) kepolisi lantaran diduga telah melakukan tindak pidana perzinahan,Kamis (11/4/ 2024). AJ yang merupakan Sekretaris Desa (Sekdes) Pademawu Barat itu diketahui tengah berduaan didalam kamar bersama JF yang diduga sebagai selingkuhannya. Kejadian itu terjadi pada Senin (8/4/2024) […]

  • Dinas Pertanian Pamekasan Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

    Dinas Pertanian Pamekasan Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimon.com – Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Pertanian Kabupaten Pamekasan melalui Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) gencar melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di berbagai titik penampungan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak disembelih (02/06/2025). Kabid Keswan Dinas Pertanian Pamekasan, Budi Suharsono, menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar […]

  • Destinasi Wisata Lokal Unik Sebagai Wujud Pariwisata Berbasis Masyarakat “Potret Telaga Bringin”

    Destinasi Wisata Lokal Unik Sebagai Wujud Pariwisata Berbasis Masyarakat “Potret Telaga Bringin”

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle jatimone
    • visibility 578
    • 0Komentar

    Pernah berkunjung ke Kota Surabaya? Jika pernah, maka yang pasti terlintas di ingatan adalah kota metropolitan yang menjadi pusat industry, bisnis, perdagangan, dan Pendidikan di Jawa Timur. Tak hanya itu, Surabaya yang merupakan kota terbesar kedua di Indonesia selalu menyuguhkan beragam cerita kepada para pengunjungnya. Kota dengan beragam destinasi wisata mulai dari wisata sejarah, wisata […]

  • LP3M Desak Bupati Pamekasan Segera Lakukan Penataan Birokrasi Total

    LP3M Desak Bupati Pamekasan Segera Lakukan Penataan Birokrasi Total

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Ketua Lembaga Pusat Penelitian dan Pengembangan Madura (LP3M), Suroso, menyerukan agar Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan segera melakukan penataan birokrasi secara menyeluruh. Desakan ini muncul usai hasil diskusi dan kajian LP3M terkait efektivitas kinerja pemkab. Senin 25 Agustus 2025 Suroso menyatakan, “Bupati dan Wakil Bupati sudah lebih dari enam bulan memimpin—sudah […]

  • Anggota Watimpres Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Berziarah ke Makam Eril

    Anggota Watimpres Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Berziarah ke Makam Eril

    • calendar_month Minggu, 19 Jun 2022
    • account_circle jatimone
    • visibility 241
    • 0Komentar

      KABUPATEN BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama istri Atalia Atalia Praratya kamil dampingi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Muhammad Luthfi bin Yahya berziarah ke makam  Emmeril Kahn Mumtadz Eril di Cimaung, Kabupaten Bandung, Minggu (19/6/2022)  Habib Luthfi hadir di lokasi pemakaman sekitar pukul 14.00 WIB. Kehadiran Habib Luthfi juga bersamaan dengan hadirnya […]

expand_less