Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum & Kriminal » Keluarga Korban Pembunuhan di Pamekasan Gugat Rasa Keadilan, Tuntutan Jaksa Dinilai Terlalu Ringan

Keluarga Korban Pembunuhan di Pamekasan Gugat Rasa Keadilan, Tuntutan Jaksa Dinilai Terlalu Ringan

  • account_circle Fiki
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 390
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pamekasan — Jatimone.com — Keluarga korban pembunuhan di Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, kembali menyuarakan kegelisahan dan tuntutan keadilan atas perkara yang merenggut nyawa M, yang tewas di teras rumahnya sendiri. Orang tua korban, Muniram, menilai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum mencerminkan rasa keadilan yang sepadan dengan peristiwa tragis tersebut. Senin (02/02/2026).

Muniram, yang juga menjadi saksi mata dalam peristiwa berdarah itu, menyebut anaknya tewas akibat aksi kekerasan yang dilakukan oleh tiga orang terdakwa berinisial S, R, dan A. Menurutnya, kejadian tersebut bukan sekadar insiden spontan, melainkan tindakan yang patut diduga dilakukan dengan kesadaran penuh hingga berujung hilangnya nyawa manusia.

“Saya sebagai orang tua korban merasa tuntutan yang dibacakan jaksa belum sebanding dengan perbuatan yang menghilangkan nyawa anak saya di teras rumah,” ujar Muniram dengan nada getir.

Diketahui, JPU Erwan Susiyanto menuntut terdakwa S dengan pidana penjara 14 tahun, R 10 tahun penjara, dan A 5 tahun penjara. Tuntutan tersebut memicu kekecewaan mendalam dari pihak keluarga korban, yang menilai hukuman tersebut terlalu ringan jika dibandingkan dengan dampak dan luka yang ditinggalkan.

“Anak saya dibunuh di rumahnya sendiri, di hadapan keluarga. Teras rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru menjadi lokasi nyawa anak saya direnggut,” tegas Muniram. Ia juga menilai bahwa rangkaian peristiwa tersebut mengarah pada dugaan adanya unsur perencanaan, bukan murni kejadian spontan. Minggu (01/02/2026).

Muniram berharap majelis hakim dapat menggali lebih dalam rasa keadilan substantif, bukan sekadar formalitas hukum. Ia meminta agar putusan yang dijatuhkan benar-benar mencerminkan keadilan bagi korban dan keluarganya.

“Saya hanya berharap hukum benar-benar berpihak pada keadilan, bukan sekadar angka tuntutan,” pungkasnya.

Kasus pembunuhan di Ambender ini sebelumnya menyita perhatian publik karena korban tewas di teras rumahnya sendiri dan peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh keluarga, termasuk orang tua korban. Hingga kini, keluarga korban masih menaruh harapan besar pada proses hukum yang dinilai tegas dan berkeadilan.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan melalui Kepala Seksi Intelijen, Ardian Junaedi, memberikan penjelasan terkait pertimbangan jaksa dalam menyusun tuntutan. Ia menyebut, berdasarkan berkas perkara dan fakta persidangan, ketiga terdakwa telah didakwa dengan Pasal 340 KUHP.

Menurut Ardian, terdakwa S dinilai sebagai pelaku utama pembacokan, sementara R disebut hanya memegang tangan korban, dan A tidak terlibat langsung dalam aksi kekerasan tersebut.

“Korban sempat melakukan perlawanan dengan mencoba membacok lebih dahulu, namun serangan itu dapat dihindari. Dalam situasi tersebut, terdakwa S melakukan pembacokan hingga korban terjatuh dan terungkup di teras rumah,” jelas Ardian. Senin (02/02/2026).

Ia menambahkan, meskipun korban sempat berusaha kembali mengambil senjata tajam, upaya tersebut terhenti karena tangan korban dipegang oleh terdakwa R. Adapun terdakwa A disebut berupaya melerai dan tidak turut melakukan pembacokan, sehingga menjadi pertimbangan jaksa dalam memberikan tuntutan yang lebih ringan.

Ardian juga memaparkan kronologi awal kejadian yang bermula saat terdakwa S berboncengan dengan ayahnya dan dihadang oleh korban. Peristiwa tersebut kemudian berlanjut hingga S kembali mendatangi rumah korban bersama R dan A dengan maksud meminta klarifikasi.

“Fakta persidangan menyebutkan bahwa terdakwa S datang tanpa niat awal untuk membunuh. Peristiwa tersebut berkembang secara spontan akibat rangkaian kejadian sebelumnya,” pungkasnya.

  • Penulis: Fiki
  • Editor: Rosi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Srikandi dan YBM PLN UP3 Madura Serahkan Bantuan Alat Tulis untuk Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Ahbin
    • visibility 219
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, Srikandi dan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Madura menyalurkan bantuan alat tulis kepada 50 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan, Senin (7/10/2025). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian PLN dalam mendukung dunia pendidikan sekaligus mempererat hubungan antara PLN dan masyarakat. […]

  • Angkat Isu Pembangunan Berkelanjutan, IWO Pamekasan Siap Gelar Rakerda V 2026

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Rosi
    • visibility 202
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Pamekasan akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke V Tahun 2026 dengan tema Madura dan skema pembangunan berkelanjutan. Rakerda ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Senin–Selasa (26–27 Januari 2026), di dua lokasi berbeda. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran dan pemahaman wartawan online terhadap […]

  • Ismail Gelar Reses di Pamekasan, Warga Keluhkan Air PDAM hingga Balap Liar

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Pamekasan – Jatimone.com – Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Ismail, menggelar kegiatan serap aspirasi atau reses masa sidang pertama tahun 2025 bersama masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Tlanakan dan Pamekasan. Acara yang digelar di Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, pada Kamis (6/3/2025) itu dihadiri sekitar 250 warga dari berbagai unsur masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, […]

  • Mahasiswa Universitas Madura Geruduk Kampus, Tuntut KPUM Transparan dalam Pemira 2025

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Ahbib
    • visibility 305
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Puluhan mahasiswa Universitas Madura menggelar demonstrasi untuk menuntut transparansi dan profesionalitas Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dalam penyelenggaraan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) 2025. Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (9/12/2025), dan berlangsung di depan gerbang kampus hingga menutup akses keluar-masuk universitas. Koordinator aksi, Subaidi, menyebut aksi itu dipicu oleh dugaan […]

  • Pasangan BERBAKTI Dapat Nomor Urut 3, Ra Baqir: Simbol Pilar Penting dalam Beragama

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 611
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – jatimone.com – Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Muhammad Baqir Aminatullah-Taufadi (BERBAKTI), mendapatkan nomor urut Tiga (3) dalam undian yang diselanggarakan KPU di Azana Hotel, Jl Jokotole, Senin, 23 September 2024. Usai pengundian, pasangan yang mengusung tagline ‘Menuju Pamekasan Baru’ ini langsung memberikan sambutan yang disampaikan Ra Baqir, sapaan Muhammad […]

  • Pj Bupati Pamekasan Hadiri Peresmian RS Bhayangkara, Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Penjabat (Pj) Bupati Pamekasan, Masrukin, menghadiri peresmian Rumah Sakit Bhayangkara Polres Pamekasan yang berlokasi di Jalan Raya Nyalaran, Kamis (19/12/2024). Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si, beserta jajaran. Dalam sambutannya, Masrukin menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Pamekasan atas kontribusi nyata dalam mendukung pelayanan […]

expand_less
Exit mobile version