Breaking News
light_mode
Beranda » Advertorial » Hidupkan Kembali Gotong Royong, Pemkab Pamekasan Gencarkan Jumat Bersih

Hidupkan Kembali Gotong Royong, Pemkab Pamekasan Gencarkan Jumat Bersih

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAMEKASAN, JatimOne.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggencarkan gerakan Jumat Bersih untuk menumbuhkan kembali budaya gotong royong sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut dipusatkan di kawasan Terminal Lama, Jalan Stadion, Pamekasan, Jumat (19/6/2026).

Aksi kerja bakti itu menyasar sejumlah fasilitas umum, saluran air, ruas jalan lingkungan, hingga area publik yang membutuhkan penanganan kebersihan. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, mengatakan gotong royong merupakan budaya yang perlu terus dipelihara dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, menjaga kebersihan bukan semata-mata menjadi tugas pemerintah atau petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

“Melalui program Jumat Bersih ini, kami ingin membangun kembali semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Dengan gotong royong, pekerjaan menjadi lebih ringan dan lingkungan menjadi lebih sehat,” kata Kholilurrahman, Sabtu (20/6/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara berpindah-pindah dengan menyasar lokasi yang kerap menghadapi persoalan sampah dan mendapat keluhan masyarakat.

Melalui langkah itu, pemerintah daerah juga ingin mendorong warga agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

“Lokasi kerja bakti akan terus berpindah-pindah dengan menyasar titik-titik yang selama ini menjadi persoalan sampah dan sering dikeluhkan masyarakat, sekaligus menggugah masyarakat agar selalu menjaga keasrian lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Kholilurrahman menegaskan, penanganan sampah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, persoalan kebersihan tidak akan terselesaikan apabila hanya mengandalkan petugas kebersihan tanpa diimbangi perubahan perilaku warga.

Karena itu, Pemkab Pamekasan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melaporkan lokasi yang mengalami penumpukan sampah dan sulit ditangani secara mandiri. Laporan tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar bagi pemerintah untuk melakukan penanganan di lapangan.

“Kami membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan lokasi yang mengalami penumpukan sampah dan sulit ditangani secara mandiri. Laporan itu akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar bagi pemerintah untuk turun langsung melakukan penanganan,” jelasnya.

Bupati yang akrab disapa Kiai Kholil itu menambahkan, pembangunan daerah memerlukan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, kata dia, berperan memfasilitasi kebutuhan masyarakat, sedangkan warga diharapkan turut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan dan mendukung kemajuan daerah.

“Kami hanya menjadi fasilitator dan menyiapkan apa yang dibutuhkan masyarakat, sehingga masyarakat juga harus bergerak bersama menuju Pamekasan yang lebih maju, di antaranya dengan ikut terlibat dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti rendahnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Kholilurrahman menyebut tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebersihan saat ini diperkirakan berkisar 10 hingga 20 persen.

Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian di antaranya kawasan sekitar Jembatan Branta Tinggi, wilayah pesisir dekat Pelabuhan Branta Pesisir, serta beberapa titik di sepanjang aliran sungai yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah.

Untuk memperluas gerakan kebersihan, Pemkab Pamekasan berencana mendorong pelaksanaan gotong royong hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa. Setiap wilayah diharapkan memiliki jadwal kerja bakti rutin sekurang-kurangnya satu kali dalam sepekan, dengan waktu pelaksanaan yang dapat disesuaikan.

Kholilurrahman menilai lingkungan yang bersih tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan citra daerah. Lingkungan yang tertata dinilai dapat mendukung daya tarik Pamekasan sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan tingkat regional maupun nasional.

“Kebersihan lingkungan itu tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap citra daerah. Lingkungan yang bersih dan tertata diyakini dapat meningkatkan daya tarik Pamekasan sebagai tujuan kunjungan berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional,” pungkasnya.

Pemkab Pamekasan berharap gerakan Jumat Bersih dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama, sehingga upaya menjaga kebersihan tidak hanya berlangsung saat kerja bakti, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.

(Moh/AH)

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Gagal Juangkan Masyarakat, Paksakan Wacana Bohong

    DPRD Gagal Juangkan Masyarakat, Paksakan Wacana Bohong

    • calendar_month Minggu, 16 Sep 2018
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Ilustrasi Poligami Jaman Now Penulis Moh. YazidGagalnya perjuangan DPRD untuk masyarakat pamekasan kali ini terpaksa harus mengangkat wacana yang bohong. (13/09)Wacana yang tidak kunjung selesai mulai tahun 2016 hingga sekarang diangkat kembali agar dikonsumsi oleh publik namun terbalik, yaitu memunculkan ketidak percayaan masyarakat terhadap kinerja DPRD itu sendiriDPRD Pamekasan Pertahankan wacana Poligami tidak kunjung selesai […]

  • Ketua DPRD Pamekasan Tinggalkan Massa Aksi Forum NGO, Bupati Didesak Jawab Tuntutan

    Ketua DPRD Pamekasan Tinggalkan Massa Aksi Forum NGO, Bupati Didesak Jawab Tuntutan

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Junaidi
    • 0Komentar

    Pamekasan – Jatimone.com – Aksi unjuk rasa yang digelar Forum NGO di depan Kantor Bupati Pamekasan, Jl. Kabupaten No. 107, Kamis (18/9/2025), diwarnai kekecewaan. Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur, disebut meninggalkan lokasi sebelum memberikan penjelasan kepada massa, meski sempat hadir mendampingi Bupati Kholilurrahman. Koordinator lapangan aksi, Abdus Marhain, menilai pemerintah daerah tidak berpihak pada rakyat. […]

  • Hasyim Asy’ari Resmi Dilantik dan Didapuk Jadi Wakil Ketua DPRD Pamekasan Sementara

    Hasyim Asy’ari Resmi Dilantik dan Didapuk Jadi Wakil Ketua DPRD Pamekasan Sementara

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Moh Hasyim Asy’ari resmi dilantik dan didapuk jadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sementara, kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur periode tahun 2024-2029. Pelantikan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Paripurna di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Sebanyak 45 anggota DPRD resmi dikukuhkan, Rabu (21/8/24) Berkat kerja keras dan tekad tak kenal menyerah akhirnya […]

  • Warga Songgon Keluhkan Maraknya Durian Yang Datang Dari Luar Banyuwangi

    Warga Songgon Keluhkan Maraknya Durian Yang Datang Dari Luar Banyuwangi

    • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Penjual Durian Songgon Banyuwangi, Kecamatan Songgon sudah menjadi destinasi wisata durian yang terkenal di Banyuwangi. Namun, akhir-akhir ini seluruh warga Songgon mengeluhkan banyaknya durian luar Banyuwangi yang terus merambah wilayah Banyuwangi.(15/03/18). Maraknya durian luar Banyuwangi, membuat sejumlah pedagang asal Banyuwangi mengeluh. Lantaran rusaknya harga jual dan merusak citra nama baik Banyuwangi yang terkenal menjadi econ […]

  • Oligopoli Pupuk Bersubsidi, Kios Tak Berizin, PMII Segel Kantor Pemkab Pamekasan

    Oligopoli Pupuk Bersubsidi, Kios Tak Berizin, PMII Segel Kantor Pemkab Pamekasan

    • calendar_month Senin, 8 Jan 2024
    • account_circle jatimone
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone.com – Ratusan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Melakukan Aksi Demonstrasi Terkait Kelangkaan Pupuk di kantor Pemkab Pamekasan, Senin (8/01/2024). Kelangkaan Pupuk yang terjadi dipamekasan selama bertahun-tahun Membuat PC PMII geram. Homaidi Ketua PC PMII PAMEKASAN, menyatakan tidak ada kelangkaan Pupuk, Namun yang menjadi Permasalahan diproses Penyalurannya tidak sesuai dengan RDKK. “Meskipun sebenarnya tidak […]

  • Keluarga Korban Pembunuhan di Pamekasan Gugat Rasa Keadilan, Tuntutan Jaksa Dinilai Terlalu Ringan

    Keluarga Korban Pembunuhan di Pamekasan Gugat Rasa Keadilan, Tuntutan Jaksa Dinilai Terlalu Ringan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Fiki
    • 0Komentar

    Pamekasan — Jatimone.com — Keluarga korban pembunuhan di Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, kembali menyuarakan kegelisahan dan tuntutan keadilan atas perkara yang merenggut nyawa M, yang tewas di teras rumahnya sendiri. Orang tua korban, Muniram, menilai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum mencerminkan rasa keadilan yang sepadan dengan peristiwa tragis tersebut. Senin (02/02/2026). Muniram, […]

expand_less