Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Hidup, Tapi Dimatikan di Atas Kertas: Kisah Tragis Nenek Halima

Hidup, Tapi Dimatikan di Atas Kertas: Kisah Tragis Nenek Halima

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
  • visibility 242
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sebuah sudut Pamekasan, seorang perempuan renta bernama Nenek Halima hanya bisa terbaring sakit. Ia bukan tidak ingin berobat, tetapi hak dasarnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan telah dirampas.

Betapa kejam nasib, Nenek Halima yang masih hidup dicatat seolah sudah meninggal dunia. Namanya diubah, identitasnya dimanipulasi, bahkan akta kematian atas dirinya telah diterbitkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Akibat ulah ini, ia tidak bisa lagi menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan yang seharusnya melindungi rakyat kecil seperti dirinya.

Dinas Sosial Pamekasan pun dibuat tak berdaya. Menurut Petugas Dinas Sosial yang mengunjungi dan memantau nenek Halimah mengatakan Setiap bantuan yang ingin disalurkan bersumber dari NIK, sementara NIK milik Nenek Halima sudah “dimatikan”, Sehingga tanggung jawab kesalahan data merupakan tanggung jawab Dinas Capil. Kuasa Hukum Nenek Halimah menegaskan bahwa ini bukan sekadar kesalahan administratif, melainkan bentuk penindasan nyata terhadap rakyat miskin yang sedang sakit.

Lebih jauh lagi, kondisi ini menunjukkan betapa rapuhnya tata kelola anggaran kesehatan di Pamekasan. Dana Bagi Hasil Cukai (DBHC) yang nilainya sangat besar dan seharusnya terserap untuk layanan kesehatan masyarakat, justru tidak bisa dimanfaatkan oleh orang yang paling membutuhkan. Nenek Halima adalah korban ganda: korban mafia identitas sekaligus korban bocornya alokasi anggaran kesehatan.

Ironis, uang negara yang seharusnya menyelamatkan nyawa rakyat miskin, malah gagal sampai ke tangan yang berhak. Nenek Halima pun terbaring sakit, terlunta-lunta, tanpa bisa mengakses haknya sebagai warga negara.

Kini, polisi ikut memantau perkara ini. Mereka meminta transparansi dari Capil Pamekasan untuk membuka data: siapa yang berani mengubah nama, siapa yang mengajukan akta kematian, dan bagaimana prosedurnya bisa berjalan tanpa kontrol. Namun hingga kini, Capil bungkam.

Sementara itu, Nenek Halima hanya ingin satu hal—hak hidupnya diakui, agar ia bisa berobat dan mendapatkan keadilan.

Oleh : Yolies Yongki Nata, S.H.I, MH, M.Pd.I, CM, C, NSP

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Bupati Pamekasan Hadiri Peresmian RS Bhayangkara, Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan

    Pj Bupati Pamekasan Hadiri Peresmian RS Bhayangkara, Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Penjabat (Pj) Bupati Pamekasan, Masrukin, menghadiri peresmian Rumah Sakit Bhayangkara Polres Pamekasan yang berlokasi di Jalan Raya Nyalaran, Kamis (19/12/2024). Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si, beserta jajaran. Dalam sambutannya, Masrukin menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Pamekasan atas kontribusi nyata dalam mendukung pelayanan […]

  • Program MBG di Pamekasan Kacau! Sekolah Terima Bantuan Ganda, Sistem Diduga Amburadul

    Program MBG di Pamekasan Kacau! Sekolah Terima Bantuan Ganda, Sistem Diduga Amburadul

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Fiki
    • visibility 241
    • 0Komentar

    PAMEKASAN, JatimOne.com — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan kembali menuai sorotan tajam. Dugaan amburadulnya sistem pendistribusian mencuat setelah ditemukan sejumlah sekolah menerima bantuan ganda dari dua Satuan Pelaksana Pemberi Gizi (SPPG) sekaligus. Ironisnya, tumpang tindih itu justru terjadi di wilayah perkotaan yang semestinya paling mudah dikontrol. SMK Negeri 3 Pamekasan menjadi salah […]

  • silicon valley

    CEO Silicon Valley Bridge Bank Meminta Pelanggan untuk menyetor ulang dana Mereka

    • calendar_month Rabu, 15 Mar 2023
    • account_circle jatimone
    • visibility 170
    • 0Komentar

    CEO Silicon Valley Bridge Bank yang baru diangkat Tim Mayopoulos meminta nasabah mengembalikan sebagian dananya ke bank. “Jika Anda, perusahaan portofolio Anda, atau perusahaan Anda memindahkan dana dalam seminggu terakhir, harap pertimbangkan untuk memindahkan sebagian dari mereka kembali sebagai bagian dari strategi diversifikasi deposit yang aman. Kami juga membuka bisnis untuk setiap pelanggan baru.Kami secara […]

  • Staf KPU Usir Pewarta Yang Hendak Meliput Rekapitulasi Pemilu Tingkat Kabupaten

    Staf KPU Usir Pewarta Yang Hendak Meliput Rekapitulasi Pemilu Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 218
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – Buntut pengusiran terhadap wartawan yang mau meliput, sejumlah wartawan dari berbagai aliansi gelar aksi solidaritas didepan gedung PKP RI Jalan Kemuning, Kabupaten Pamekasan. Senin (04/03/2024) Aksi tersebut berawal dari tindakan Salah seorang Komisioner KPU Pamekasan berinisial IP usir Wartawan MJTV Nanang Sufianto saat hendak liputan pelaksanaan rekapitulasi.   Menurut Nanang, kejadian itu saat […]

  • Pokdarwis Desa Bukek Resmi Dibentuk, Dorong Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

    Pokdarwis Desa Bukek Resmi Dibentuk, Dorong Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Ahbib
    • visibility 130
    • 0Komentar

    PAMEKASAN, jatimone.com – Semangat pengembangan potensi wisata lokal mulai tumbuh di Desa Bukek, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Melalui kegiatan penyuluhan di Balai Desa Bukek, Jumat (16/1/2026), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bukek resmi dibentuk. Pembentukan Pokdarwis tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Madura tahun 2025 yang bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat dalam […]

  • PC PMII Pamekasan Gelar Rakercab, Wujudkan Tagline “PMII Kerja PMII Cipta Karya

    PC PMII Pamekasan Gelar Rakercab, Wujudkan Tagline “PMII Kerja PMII Cipta Karya

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan periode 2024-2025 berkomitmen untuk mewujudkan tagline besar organisasi, “PMII Cipta Kerja, PMII Cipta Karya”, melalui Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang diselenggarakan di Hotel Cahaya Berlian Pamekasan pada Senin, (1103/2024). Hadir dalam acara tersebut Ketua Majelis Pembina Cabang (MABINCAP) Syaiful Hadi dan Sekretaris […]

expand_less