Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Korps PC PMII Putri Banyuwangi Selenggarakan Seminar Penguatan Karakter Perempuan

Korps PC PMII Putri Banyuwangi Selenggarakan Seminar Penguatan Karakter Perempuan

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Minggu, 8 Apr 2018
  • visibility 223
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Korps PC PMII Putri Banyuwangi Selenggarakan Seminar Penguatan Karakter Perempuan

Banyuwangi, Jatimtarget.com _ Pengurus cabang korps PMII putri selenggarakan seminar penguatan karakter perempuan di Jl.Brawijaya, no 16a Kebalenan Banyuwangi. (07/03/18)

Seminar penguatan karakter perempuan dihadiri oleh Sahabat Moch. Khairon, SH.  selaku konsultan hukum P2TP2a Kabupaten Banyuwangi, dan sahabati Puri A.  Indra Kusuma Dewi S.Pd. sebagai pemantik serta korps PMII putri se – Banyuwangi.

Berdasarkan pada UU RI nomer 7 tahun 1984 tentang pengesahan konverensi mengenai penghapusan segala bentuk diskriminalisasi terhadap perempuan hal itu jelas terlihat bahwa negara mempunyai komitmen memberikan perlindungan terhadap perempuan, namun peraturan dan sanksi pidana yang dibuat oleh negara belum efektif mencegah kasus KDRT dan pelecehan seksusal terhadap perempuan.
komnas perempuan Indonesia mengungkapkan terdapat 150 ribu kasus sepanjang tahun 2016 dan 259 ribu kasus pada tahun 2017, hal ini membuktikan bahwa tingkat kekerasan rumah tangga setiap tahunnya meningkat.

Melihat fakta tersebut perlu adanya peran masyarakat untuk membantu pemerintah yaitu melakukan advokasi dan adanya upaya pencegahan kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap perempuan.” korps PMII putri harus bangkit dan menjadi mitra terhadap semua perempuan khususnya bagi masyarakat Kabupaten Banyuwangi”. Ujar Khairon

Ketua korps PMII putri cabang Banyuwangi, Fina mawaddah memaparkan seminar penguatan karakter perempuan Banyuwangi diharapkan mampu menumbuhkan pemikiran kritis kader PMII putri se-Banyuwangi, guna bersama-sama membantu dan menciptakan keamanan bahkan perlindungan terhadap kaum perempuan yang mengalami penindasan secara psikologis maupun psikis.

Menurut puri,  Sudah saatnya Kopri banyuwangi untuk bangkit. Sudah bukan waktunya bicara gender lewat teori, Waktunya untuk membuktikan diri bahwa kopri banyuwangi tidak hanya bisa bicara gender lewat mulut, melainkan juga mampu bersikap. Tambahnya

Penulis : Firda
Editor: Taufiq

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hidup, Tapi Dimatikan di Atas Kertas: Kisah Tragis Nenek Halima

    Hidup, Tapi Dimatikan di Atas Kertas: Kisah Tragis Nenek Halima

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Di sebuah sudut Pamekasan, seorang perempuan renta bernama Nenek Halima hanya bisa terbaring sakit. Ia bukan tidak ingin berobat, tetapi hak dasarnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan telah dirampas. Betapa kejam nasib, Nenek Halima yang masih hidup dicatat seolah sudah meninggal dunia. Namanya diubah, identitasnya dimanipulasi, bahkan akta kematian atas dirinya telah diterbitkan oleh oknum yang […]

  • Kekeringan: Warga Pamekasan Terpaksa Beli Air Penuhi Kebutuhan Hidup

    Kekeringan: Warga Pamekasan Terpaksa Beli Air Penuhi Kebutuhan Hidup

    • calendar_month Sabtu, 27 Okt 2018
    • account_circle jatimone
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Pamekasan, SNN – Warga Dusun Saasa Desa Tampung Kecamatan Waru rela keluarkan uang hanya untuk membeli air kepada Sopir mobil tangki yang melayani jasa penjualan air. (27/10) Zainuddin kali ini yang pesan air dengan wajah keterpaksaan daripada hari-harinya tidak mandi walaupun pada dasarnya ia juga kesulitan untuk mendapatkan penghasilan. “Saya juga terpaksa mas, daripada saya […]

  • Demi Perut, Jurnalis Pamekasan “Saling Bunuh”

    Demi Perut, Jurnalis Pamekasan “Saling Bunuh”

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Oleh : Cak Ma’el Ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Wilayah Pamekasan DUNIA Pers di Kabupaten Pamekasan kembali tercoreng, gara-gara menjadi budak penguasa dan penentang penguasa dengan dasar menjaga independensi kejurnalistikan. Seorang jurnalis menyajikan berita dan informasi yang relevan kepada masyarakat, memungkinkan warga negara untuk memahami isu-isu terkini dan membuat keputusan yang tepat. Kebebasan bersuara […]

  • Sistem Paruh Dua ‘Agedhu’, Warisan Budaya Ternak Sapi Warga Pademawu Timur

    Sistem Paruh Dua ‘Agedhu’, Warisan Budaya Ternak Sapi Warga Pademawu Timur

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Ahbib
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Tradisi bagi hasil ternak sapi dengan sistem paruh dua atau agedhu masih bertahan di Desa Pademawu Timur, Dusun Sawahan, Pamekasan. Sistem ini bukan sekadar pola kerja sama ekonomi rakyat, melainkan juga bagian dari warisan budaya masyarakat Madura. Kondisi itu terpantau pada Jumat (19/09/2025). Menurut tokoh masyarakat setempat, Fatillah, masyarakat Madura menyebut […]

  • Menunjukkan Kesederhanaan Siswa Peringati HSN, Makan Bersama Dengan Mei Telor

    Menunjukkan Kesederhanaan Siswa Peringati HSN, Makan Bersama Dengan Mei Telor

    • calendar_month Rabu, 24 Okt 2018
    • account_circle jatimone
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Siswa-Siswi MiMA III Wringin Anom  Jember – Peringatan Hari Santri Nasional disambut dari berbagai kalangan, salah satunya MiMA III Wringin Agung Kecamatan Jombang Kabupaten Jember. (24/10) Lembaga tersebut memperingati hari santri nasional dengan makan bersama-sama, menu makanan sengaja ditentukan oleh para guru, Nasi dengan lauk pauk mie dan telor yaitu bertujuan mengajari siswa tentang kesederhanaan […]

  • Bapas Pamekasan Diduga Lakukan Pungli Senilai 7 Juta

    Bapas Pamekasan Diduga Lakukan Pungli Senilai 7 Juta

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Pamekasan, jatimone.com – Badan Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pamekasan diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) dalam pengurusan persetujuan keringanan masa tahanan bernama Handoko. Yolies Yongki Nata, kuasa hukum dari Handoko mengatakan, pengajuan keringanan hukuman itu melalui Lapas Pamekasan ke Bapas. “Hingga detik ini, belum ada konfirmasi dari pihak Bapas, padahal sudah dua bulan setengah,” katanya, Selasa […]

expand_less