Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Pemkab Pamekasan Tertibkan PKL Arek Lancor, Siapkan Empat Sentra Baru untuk Lokasi Relokasi

Pemkab Pamekasan Tertibkan PKL Arek Lancor, Siapkan Empat Sentra Baru untuk Lokasi Relokasi

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
  • visibility 280
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAMEKASAN – jatimone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus berkomitmen dalam menata ketertiban kota dengan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di kawasan terlarang, khususnya di sekitar Monumen Arek Lancor. Penertiban ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kota yang tertib, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Langkah tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Achmad Faisol, bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Faisol menegaskan, penertiban ini bukan bermaksud melarang para pedagang mencari nafkah, melainkan untuk mengatur agar aktivitas jual beli tidak mengganggu kenyamanan umum dan kelancaran lalu lintas di pusat kota.

“Kami memahami bahwa para pedagang mencari rezeki, namun area Monumen Arek Lancor telah ditetapkan sebagai kawasan terlarang bagi PKL. Karena itu, kami telah menyediakan beberapa titik relokasi, salah satunya Food Colony yang kami harap bisa menjadi solusi bersama,” ungkapnya, Senin (20/01/2025).

Food Colony yang terletak di Jalan Kesehatan kini disiapkan sebagai pusat aktivitas baru bagi para PKL. Lokasi ini dirancang dengan konsep tertata dan nyaman, dilengkapi fasilitas pendukung seperti area parkir, ruang duduk, serta tempat bermain anak. Pemerintah berharap, dengan adanya relokasi ini, para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya tanpa harus melanggar ketentuan yang berlaku.

“Food Colony merupakan tempat yang telah kami siapkan dengan fasilitas yang memadai. Kami ingin para pedagang bisa tetap berjualan secara layak dan masyarakat juga bisa merasa lebih nyaman,” tambahnya.

Tak hanya Food Colony, Pemkab Pamekasan juga telah menyiapkan tiga lokasi lainnya sebagai sentra baru PKL, yakni Sae Rassa di Jalan Dirgahayu, Sae Salera di Jalan Niaga, dan Sentra PKL Eks PJKA di Jalan Trunojoyo. Keempat titik tersebut berada di kawasan strategis yang diharapkan mampu menunjang aktivitas ekonomi para pedagang kecil.

“Keempat sentra itu berada di pusat keramaian. Tujuannya adalah agar para PKL tidak kehilangan akses pembeli dan tetap bisa berkembang,” jelas Faisol.

Penertiban dilakukan secara bertahap dan menggunakan pendekatan persuasif. Pemkab tetap membuka ruang dialog dengan para pedagang, serta menyosialisasikan kebijakan ini melalui berbagai pertemuan langsung maupun melalui OPD terkait.

Pemerintah juga melibatkan lintas instansi dalam proses penataan ini, di antaranya Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Penertiban diawali dari kawasan Arek Lancor dan ke depan akan menyasar titik-titik lain yang juga melanggar ketentuan.

Sementara itu, Plt Kepala Dishub Pamekasan, Ajib Abdullah menilai, keberadaan PKL di area Monumen Arek Lancor selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan dan kerawanan lalu lintas. Menurutnya, keberadaan PKL harus ditata dengan baik demi kepentingan bersama.

“Memang pedagang diuntungkan dengan akses ramai di sana, tapi masyarakat secara umum dirugikan. Pemerintah tidak ingin ada yang merasa tersisih, karena itu kami siapkan tempat baru yang lebih layak dan teratur,” tuturnya.

Pemkab Pamekasan berharap, penataan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi pedagang, pembeli, maupun seluruh masyarakat kota. Penataan ini juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Pamekasan sebagai kota yang tertib, rapi, dan ramah bagi semua pihak.

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gegara Catut Nama KJJT, Oknum Pemilik Kartu Pers Bakal Dipolisikan

    Gegara Catut Nama KJJT, Oknum Pemilik Kartu Pers Bakal Dipolisikan

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Surabaya – jatimone.com – Komunitas media lokal di Kabupaten Sampang, Madura yang mengatasnamakan KOMPAK’S (Komunitas Media Penegak Keadilan’ Sampang) ‘meradang’ bakal dilaporkan polisi. Nama KOMPAK’S tersiar di Kota Pahlawan Surabaya, komunitas itu dengan sengaja mencatut nama Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) di dalam surat audensi yang ditujukan kepada Polres Sampang. Tidak hanya KJJT yang dicatut, […]

  • buah tomat ceri

    Manfaat Tomat Ceri untuk Kesehatan dan Cara Tepat Mengonsumsinya

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • account_circle jatimone
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Tomat ceri pertama kali dibudidayakan di Amerika Selatan. Jenis tomat ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan tomat biasa. Sehingga bentuknya menyerupai buah ceri. Meski begitu, nutrisi pada tomat ceri tidak jauh berbeda dengan tomat pada umumnya. Beberapa zat yang terkandung di dalam tomat ceri meliputi vitamin A, vitamin C, kalium, kalsium, serta beragam jenis […]

  • Forum Bersama LSM Pamekasan Kecewa Atas Tindakan Dinkes Yang Tidak Kunjung Minta Maaf

    Forum Bersama LSM Pamekasan Kecewa Atas Tindakan Dinkes Yang Tidak Kunjung Minta Maaf

    • calendar_month Minggu, 11 Mar 2018
    • account_circle jatimone
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Forum LSM Sesalkan Upaya Yang Dilakukan Dinkes Pamekasan Tak Kunjung Minta Maaf Pada Publik Terkait Vaksin Difteri Yang Banyak Korbannya. (11/03/18) Upaya yang dilakukan  Dinkes Pamekasan tidak kunjung minta maaf kepada publik lewat media atas perbuatan TIMnya yang mengakibatkan korban pasca disuntik vaksin difteri namun hingga hari ini belum juga meminta maaf kepada publik khususnya […]

  • FPRB Gandeng TNI Polri dan Pemkab Bersihkan Sungai Perkotaan

    FPRB Gandeng TNI Polri dan Pemkab Bersihkan Sungai Perkotaan

    • calendar_month Minggu, 21 Jan 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone.com – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pamekasan melakukan gerakan bersih sungai dengan segenap elemen masyarakat untuk mencegah bencana banjir dan risikonya di wilayah perkotaan bumi gerbang salam. Gerakan bersih sungai diikuti berbagai elemen yang terdiri Pemerintah kabupaten Pamekasan, Kodim 0826/Pamekasan bersama Polres Pamekasan, FPRB gayeng bersihkan rumpun bambu dan sampah sungai. Mereka […]

  • Oknom Perangkat Desa Nyalabu Laok Terancam Mengembalikan Uang Gaji ke Desa

    Oknom Perangkat Desa Nyalabu Laok Terancam Mengembalikan Uang Gaji ke Desa

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Seorang perangkat Desa Nyalabu Laok berinisial HR terancam harus mengembalikan gaji yang diterimanya kepada pemerintah desa, menyusul dugaan rangkap jabatan yang dilakukannya sebagai guru dan perangkat desa secara bersamaan. Inspektorat Kabupaten Pamekasan pun akan memanggil HR beserta Kepala Desa setempat untuk dimintai klarifikasi atas temuan tersebut. Kamis (26/6/25) HR diduga menerima […]

  • KJJT Pamekasan Kunjungi Rumah Alm Erry Sugianto Eks Wartawan Senior 

    KJJT Pamekasan Kunjungi Rumah Alm Erry Sugianto Eks Wartawan Senior 

    • calendar_month Selasa, 13 Feb 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Pamekasan_ Selasa, (13/02/2024) Ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Pamekasan mengunjungi rumah mendiang Erry Sugianto. Mendiang Erry merupakan wartawan senior harianbangsa.net itu yang wafat tepat di momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024, Jum’at (9/2/2024) Diketahui, mendiang sudah menjadi wartawan sekitar 20 tahun. Ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) wilayah Pamekasan, Cak Ma’il turut berduka […]

expand_less