Breaking News
light_mode
Trending Tags

Warga Songgon Keluhkan Maraknya Durian Yang Datang Dari Luar Banyuwangi

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga Songgon Keluhkan Maraknya Durian Yang Datang Dari Luar Banyuwangi
Penjual Durian Songgon

Banyuwangi, Kecamatan Songgon sudah menjadi destinasi wisata durian yang terkenal di Banyuwangi. Namun, akhir-akhir ini seluruh warga Songgon mengeluhkan banyaknya durian luar Banyuwangi yang terus merambah wilayah Banyuwangi.(15/03/18).

Maraknya durian luar Banyuwangi, membuat sejumlah pedagang asal Banyuwangi mengeluh. Lantaran rusaknya harga jual dan merusak citra nama baik Banyuwangi yang terkenal menjadi econ Durian yang manis dan enak.

“Durian luar Banyuwangi kini terus menyebar luas ke seluruh Banyuwangi,” ujar Slamet, 38, warga Desa/Kecamatan Songgon.

Slamet mengatakan, maraknya durian luar daerah Banyuwangi memang bukan salah siapapun, Namun karena sudah semakin marak dan merusak harga dan rasa citra Banyuwangi itu yang membuat sejumlah pedagang Banyuwangi mengeluh. “Kalau saja peredaran Durian luar Banyuwangi di stop, pastinya pedagang Banyuwangi lebih berkembang,” katanya.

Harga jual dipasaran kini rusak, kalau harga durian lokal asli Banyuwangi mencapai Rp 25 ribu. Sedangkan harga durian luar Banyuwangi malah Rp 20 ribu.

“Kalau harga sudah seperti ini pasti pembeli milih yang murah,” cetusnya.
Namun, walaupun dengan harga murah. Pembeli banyak yang tertipu dengan bentuknya. Rasa durian luar Banyuwangi hambar dan tidak jelas rasanya.

 “Memang murah, tapi rasanya berbeda dengan asli Banyuwangi,” ungkapnya.
Durian asal Banyuwangi, rasanya lebih manis dan ada sedikit pahitnya. Itulah ciri khas durian Banyuwangi. “Kebanyakan penjual durian luar Banyuwangi, menawarkan dan mengatasnamakan duriannya asli Banyuwangi,” jelasnya.

Slamet menambahkan, bolehlah bersaing harga di pasaran. Namun yang sangat disayangkan, penjual durian luar Banyuwangi seharusnya menjelaskan dan mengatakan ke pembeli kalau durian tersebut asal luar Banyuwangi. “Kalau mengaku-ngaku durian Banyuwangi, pastinya juga merusak nama baik Banyuwangi,” tuturnya.

Salah satu pembeli asal Banyuwangi, Herman mengaku lebih memilih membeli durian asli Banyuwangi dibandingkan dengan durian luar Banyuwangi. Walaupun harga sedikit mahal, namun tidak mengecewakan pembelinya. “Lebih enak durian asal Banyuwangi, karena lebih legit dan ada ciri khasnya,” kata lelaki yang berusia 39 tahun tersebut.

Herman mangatakan, durian Banyuwangi memiliki ciri khas dan bentuk yang unik. Kalau durian luar Banyuwangi, bentuknya hanya bulat saja. Sedangkan rasanya juga hambar. “Tidak ada rasanya, seperti banyak airnya,” ungkap warga Kelurahan/Kecamatan Banyuwangi tersebut.

Herman menambahkan, keluarganya pernah tertipu oleh penjual durian luar Banyuwangi yang mengatakan durian tersebut asli Banyuwangi. Namun, setelah dibuka dan dimakan di rumahnya durian tersebut tidak ada rasanya. “Kalau durian Banyuwangi, seperti ada alkoholnya yang sedikit menggigit ke lidah,” jelasnya.

Herman menyayangkan prilaku penjual yang ingin untung namun harus menipu para pembeli. Seharusnya pemerintah daerah Banyuwangi, lebih bijak dan selalu memantau citra nama Banyuwangi. “Kalau pemerintah lebih jeli kepada para warga kecil, pasti mereka akan menyetop peredaran barang-barang import,” pungkasnya.

Reporter: Rohman
Editor: Taufiq

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

expand_less
Verified by MonsterInsights