Ali Maskur Prediksi Keuangan Pamekasan 2027 Membaik, Dana Transfer Diproyeksi Naik Rp3–5 Miliar
- account_circle jatimone
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PAMEKASAN, JatimOne.com – Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Ali Maskur, memprediksi kondisi keuangan daerah pada 2027 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu menyusul adanya informasi mengenai kemungkinan peningkatan dana transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp3 miliar hingga Rp5 miliar.
Optimisme tersebut disampaikan Ali Maskur menanggapi penyampaian Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 oleh Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman dalam rapat paripurna DPRD Pamekasan, Rabu (7/10/2026).
Ali Maskur menilai kondisi fiskal daerah pada tahun mendatang berpeluang lebih normal dibandingkan 2026. Menurutnya, pemerintah pusat mulai membuka ruang efisiensi secara bertahap sehingga diharapkan berdampak terhadap kemampuan keuangan daerah.
“Insyaallah tahun yang akan datang ini agak sedikit normal dibandingkan tahun ini. Insyaallah akan sedikit normal dan efisiensi sudah mulai dibuka walaupun pelan sekali oleh pemerintah pusat. Semoga ini juga membawa keberkesanan dan kemanfaatan bagi masyarakat Pamekasan,” ujar Ali Maskur.
Ia juga berharap kondisi keuangan daerah yang lebih baik dapat mendukung realisasi visi dan misi Bupati Pamekasan melalui program pembangunan secara bertahap.
“Akan terlaksana sedikit demi sedikit, dicicil,” katanya.
Terkait proyeksi APBD 2027, Ali Maskur mengaku DPRD belum melakukan penghitungan secara terperinci terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dana transfer dari pemerintah pusat.
Menurutnya, perhitungan tersebut biasanya dilakukan menjelang akhir tahun dengan mempertimbangkan seluruh komponen pendapatan daerah, termasuk Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta sumber transfer lainnya.
“Transfer APBN dan pendapatan asli daerah itu belum kami hitung. Biasanya kalau kami menyampaikan itu di akhir tahun. Proyeksinya tahun depan berapa dari PAD kita, lalu kemudian dijumlah dari dana transfer, DAU, DAK dan dana transfer lainnya dari pusat,” jelasnya.
Meski belum ada penghitungan final, Ali Maskur menyebut terdapat informasi awal mengenai potensi kenaikan dana transfer pusat pada 2027 dibandingkan tahun ini.
“Insyaallah bertambah dari tahun ini. Kabarnya sekitar Rp3 sampai Rp5 miliar tambahnya. Sedikitlah untuk pengusaha rokok-rokok yang besar itu, kalau bagi kami besar banget itu tambahnya,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam penyampaian Nota Keuangan RAPBD 2027, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menjelaskan bahwa rancangan anggaran tersebut disusun sebagai instrumen kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah.
Penyusunan RAPBD 2027 diarahkan untuk mendukung tema pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, yakni mengoptimalkan peran dan pemanfaatan sumber daya pembangunan, meliputi investasi, sumber daya alam, sumber daya manusia, serta modal sosial lainnya.
Bupati berharap pembahasan RAPBD 2027 dapat berjalan sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan hingga memperoleh persetujuan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD.
Adapun proyeksi kenaikan dana transfer sebesar Rp3–5 miliar yang disampaikan Ketua DPRD tersebut masih berdasarkan informasi awal, bukan angka resmi yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Kepastian mengenai pendapatan daerah dan besaran APBD 2027 masih menunggu proses penghitungan serta pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah daerah. (Moh/AH)

Saat ini belum ada komentar