Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ratusan Mahasiswa Demo Pemblokiran 86 Ribu Peserta BPJS hingga Bupati Pingsan

  • account_circle Fiki
  • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
  • visibility 141
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pamekasan – jatimone.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai elemen organisasi mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Rabu pagi (31/12/2025). Aksi tersebut menyoroti kebijakan penghapusan atau pemblokiran sekitar 86 ribu peserta BPJS Kesehatan kategori PBI yang direncanakan berlaku pada 2026.

Dalam aksi itu, massa menilai kebijakan tersebut sangat merugikan masyarakat kecil dan berpotensi menghilangkan hak dasar warga atas layanan kesehatan. Mahasiswa mendesak pemerintah daerah untuk bertanggung jawab dan memastikan seluruh warga tetap mendapatkan jaminan kesehatan.

Menariknya, aksi demonstrasi sempat diwarnai peristiwa tak terduga. Bupati Pamekasan menemui langsung peserta aksi di tengah berlangsungnya demonstrasi di depan kantor bupati. Dalam pertemuan singkat tersebut, perwakilan mahasiswa meminta bupati menandatangani tuntutan aksi sebagai bentuk komitmen politik dan moral terhadap nasib puluhan ribu peserta BPJS yang terdampak.

Namun, bupati menolak menandatangani tuntutan tersebut. Saat aksi demonstrasi masih berlangsung, bupati tiba-tiba pingsan di lokasi aksi.

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian peserta aksi dan aparat keamanan. Petugas medis dan ajudan segera memberikan pertolongan di lokasi kejadian, sementara kondisi bupati belum diketahui secara pasti hingga berita ini diturunkan.

Sementara itu, massa aksi menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mengurangi substansi tuntutan. Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal persoalan penghapusan 86 ribu peserta BPJS Kesehatan hingga pemerintah daerah memberikan kejelasan dan solusi konkret bagi masyarakat terdampak.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan dan berakhir dengan tertib

  • Penulis: Fiki
  • Editor: Rosi
expand_less
Exit mobile version