Ponpes Darut Tauhid Al Hasani Desa Plakpak Wisuda 39 Santri Tahfidz Al-Qur’an dan Kitab Klasik
- account_circle Fiki
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PAMEKASAN – jatimone.com — Pondok Pesantren Darut Tauhid Al Hasani yang berlokasi di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, kembali menorehkan prestasi dalam mencetak generasi Qur’ani. Sebanyak 39 santri resmi diwisuda dalam Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Akademik Santri, dengan capaian hafalan 10, 20, dan 30 juz Al-Qur’an, serta penguasaan Juz Amma, Kitab Imrithi, Kitab Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru di lingkungan pesantren. Acara tersebut dihadiri oleh pengasuh dan dewan pengasuh pesantren, perwakilan Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kemenag Pamekasan, Ketua dan Anggota DPRD Pamekasan, CEO PT Bawang Mas Group H. Her, dewan asatidz, wali santri, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Al Hasani, RKH. Muhammad Bakir Hasan Amnitullah, menegaskan bahwa wisuda ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bukti keberhasilan sistem pendidikan pesantren yang menekankan keseimbangan antara hafalan Al-Qur’an, pendalaman kitab salaf, serta penguasaan bahasa asing sebagai bekal dakwah dan kehidupan santri di masa depan.
“Menghafal Al-Qur’an hingga 30 juz, memahami Kitab Imrithi, serta menguasai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan keikhlasan. Ini adalah buah dari perjuangan santri dan keistiqamahan para asatidz dalam membimbing,” ungkapnya.
Dari total 39 santri yang diwisuda, sejumlah santri berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an, sebagian menyelesaikan 20 juz dan 10 juz, serta santri lainnya menyelesaikan hafalan Juz Amma. Selain hafalan, para santri juga diuji kemampuan membaca dan memahami Kitab Imrithi sebagai dasar ilmu nahwu dan sharaf, yang menjadi fondasi penting dalam memahami literatur keislaman klasik.
Ponpes Darut Tauhid Al Hasani juga memberikan perhatian serius terhadap penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Kedua bahasa tersebut diajarkan secara terstruktur agar santri mampu berkomunikasi, berdakwah, serta beradaptasi dengan tantangan global tanpa meninggalkan identitas keislaman dan kepesantrenan.
Abdurrahman, wali santri asal Kalimantan Barat, mengaku bangga dan terharu atas capaian putranya. Ia menilai Pondok Pesantren Darut Tauhid Al Hasani tidak hanya mencetak santri penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, kemandirian, serta kedisiplinan hidup.
Sementara itu, Sahli Syakur, salah satu santri wisudawan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para guru dan pengasuh pesantren.
“Kami tidak hanya dibimbing untuk menghafal, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan menjaga Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui wisuda ini, Ponpes Darut Tauhid Al Hasani Plakpak menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap mengabdi kepada umat dan bangsa. Pesantren berharap para alumni dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan berperan aktif di tengah masyarakat.
Dengan capaian tersebut, Ponpes Darut Tauhid Al Hasani semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Pamekasan yang konsisten melahirkan santri berprestasi, kuat dalam hafalan, mendalam dalam keilmuan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
- Penulis: Fiki
- Editor: Rosi
