Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Pemkab dan DPRD Pamekasan Fasilitasi Tuntutan Ganti Rugi Nelayan Terdampak Survei Seismik Petronas

Pemkab dan DPRD Pamekasan Fasilitasi Tuntutan Ganti Rugi Nelayan Terdampak Survei Seismik Petronas

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
  • visibility 321
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAMEKASAN – jatimone.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Pamekasan, Jawa Timur, berkomitmen memfasilitasi tuntutan ganti rugi nelayan Pantai Utara (Pantura) Pamekasan akibat kerusakan alat tangkap yang ditimbulkan oleh kegiatan survei seismik Petronas dan Elnusa di perairan Pasean pada September 2024 lalu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Pamekasan, Abdul Fata, mengatakan bahwa pihaknya segera mengkomunikasikan hal ini kepada pihak Petronas dan Elnusa.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak Petronas dan Elnusa karena ini menyangkut kebutuhan hidup masyarakat nelayan yang terdampak,” ujar Abdul Fata, Selasa (tanggal tidak disebutkan).

Keluhan tersebut disampaikan oleh puluhan nelayan Pantura saat mendatangi kantor DPRD Pamekasan. Mereka mengaku mengalami kerugian akibat jaring yang tersangkut kabel rangkap tiga sepanjang enam kilometer yang dibawa kapal survei milik Petronas dan Elnusa.

Menurut Fauzi, Koordinator Komunikasi Masyarakat Nelayan, insiden itu terjadi saat 12 perahu sedang beroperasi di laut. Puluhan jaring ikan dengan panjang masing-masing 60 meter dan harga per unit sekitar Rp5 juta rusak. Beberapa nelayan bahkan kehilangan hingga 34 jaring.

Fauzi menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya berkoordinasi dengan Petronas di Ketapang, namun belum ada tindak lanjut terkait ganti rugi. “Alasannya karena kendala administrasi. Karena itu kami sangat berharap dukungan Pemkab dan DPRD Pamekasan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh Faridi, menyatakan kesiapannya memfasilitasi pertemuan antara nelayan dan pihak perusahaan migas tersebut. Namun, ia meminta agar nelayan menyampaikan laporan resmi disertai bukti kerusakan di lapangan.

“Apa yang disampaikan para nelayan masih bersifat lisan. Karena itu, kami minta agar dibuat laporan tertulis lengkap dengan bukti di lapangan agar bisa kami tindak lanjuti secara formal,” tegas Faridi.

Pemkab dan DPRD berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan secara damai melalui mediasi langsung antara kedua belah pihak.

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengacara Kades Kalimo’ok Laporkan Murhamin atas Dugaan Korupsi Tanah Negara ke Kejati Jatim, Pola Lama Berulang dengan Objek Baru

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Fiki
    • visibility 750
    • 0Komentar

    Sumenep, Jawa Timur — Jatimone.com – Kuasa hukum Kepala Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, secara resmi melaporkan Murhamin, mantan Kepala Desa Kalimo’ok, ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur atas dugaan tindak pidana korupsi berupa penguasaan dan pengalihan tanah negara atau tanah kas desa (TKD) secara melawan hukum dengan nilai kerugian negara ditaksir mencapai miliaran rupiah. […]

  • Bencana Pergerakan Tanah Landa Dua Dusun di Pamekasan, 47 Warga Mengungsi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Fiqi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    PAMEKASAN, jatimone.com – Sebanyak 47 warga terdampak bencana pergerakan tanah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terpaksa mengungsi. Saat ini, para korban menempati tenda pengungsian yang disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan. Bencana pergerakan tanah tersebut terjadi di dua dusun, yakni Dusun Paseset Timur dan Dusun Barat Gunung, pada Sabtu (17/1/2026). Pelaksana Tugas (Plt) […]

  • KKN UPN JAWA TIMUR KELOMPOK 63 SIAP KEMBANGKAN POTENSI WISATA DI KELURAHAN KENDANGSARI

    • calendar_month Rabu, 23 Mar 2022
    • account_circle jatimone
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Jatimone, Surabaya – Kuliah Kerja Nyata Tematik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KKNT-MBKM) merupakan program pelatihan untuk mahasiswa yang berhubungan langsung dengan masyarakat di luar kampus, secara langsung bersama-sama masyarakat mengidentifikasi potensi dan menangani masalah serta kendala sehingga mampu mengembangkan potensi desa yang ada. Pada dasarnya KKNT-MBKM dan KKN Reguler sama hanya saja berbeda pada beberapa […]

  • Wabup Pamekasan Beri Arahan Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam se-Jawa Timur

    • calendar_month Selasa, 20 Mar 2018
    • account_circle jatimone
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimtarget.com _ Wakil Bupati Pamekasan Khalil asy’ari menghadiri pertemuan mahasiswa dari berbagai sekolah tinggi Islam di Jawa Timur yang digelar di Aula Pendopo Ronggosukowati. Ratusan mahasiswa yang merupakan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Mahasiswa (Dema) Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI)Se-Jawa Timur itu menggelar musyawarah wilayah (Muswil) di Kabupaten Pendidikan ini dan STAI Al-Khairat menjadi […]

  • bank bjb Raih Penghargaan Best BPD 2022

    • calendar_month Sabtu, 29 Okt 2022
    • account_circle jatimone
    • visibility 185
    • 0Komentar

    BANDUNG — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb) kembali menorehkan prestasi. Kali ini, bank bjb berhasil menyabet penghargaan pada ajang Indonesia Best BPD Awards 2022 yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi. Dalam ajang tersebut, bank bjb meraih penghargaan bertitel Best BPD 2022 with Top Financial Performance and Sustainable Financial Inclusion Initiative (Category […]

  • Terdesak Serbuan Toko Online, Pedagang Pasar Sore Pamekasan Waswas Pajak Naik

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Pedagang di Pasar Sore Pamekasan mulai merasakan tekanan di tengah maraknya jual beli secara daring. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pasar tradisional ini menghadapi dua persoalan sekaligus: sepinya pembeli dan kabar rencana kenaikan tarif pajak yang membuat mereka semakin waswas. Ayu, pedagang gorden dan penjahit yang telah lebih […]

expand_less
Exit mobile version