Breaking News
light_mode
Trending Tags

Inovasi Kue Daun Randu dan Teknologi IB: Jalan Baru Kemandirian Peternak Lokal

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
  • visibility 173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAMEKASAN – jatimone.com – Upaya meningkatkan produktivitas peternak sapi terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok masyarakat. Tim Pengabdian Universitas Madura baru-baru ini melaksanakan program pendampingan yang fokus pada optimalisasi reproduksi ternak melalui deteksi birahi dan penerapan inseminasi buatan (IB).

Kegiatan yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI pada tahun pendanaan 2025 melalui program pengabdian kepada masyarakat menggandeng kelompok tani “Sumber Mulyo” sebagai mitra dalam kegiatan ini.

Program ini diawali dengan sosialisasi deteksi birahi dan gangguan reproduksi pada 3 Agustus 2025, kemudian dilanjutkan dengan praktik lapangan deteksi tanda-tanda birahi pada 4 Oktober 2025. Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab dengan pemateri.

Ketua Kelompok Tani Sumber Mulyo, Zulfani Shamad, menyampaikan bahwa kemampuan deteksi birahi dan kebuntingan sangat penting untuk mendukung keberhasilan reproduksi.

“Jika peternak mampu mendeteksi masa birahi dan kebuntingan, tingkat keberhasilan reproduksi akan jauh lebih tinggi. Dengan begitu kerugian bisa ditekan dan hasilnya lebih menguntungkan,” ujarnya.

Selain fokus pada reproduksi ternak, tim pengabdi juga memperkenalkan inovasi pakan lokal berupa kue daun randu yang dipadukan dengan rempah tradisional seperti kunyit dan temulawak. Produk ini dinilai mampu meningkatkan kesehatan ternak sekaligus menekan biaya produksi.

Koordinator Tim Pengabdian Universitas Madura, Cepryana Sathalica Widyananda, menjelaskan bahwa inovasi pakan ini dirancang untuk memberdayakan potensi lokal sekaligus meningkatkan kemandirian peternak.

“Kue daun randu ini menjadi solusi pakan alternatif yang murah, sehat, dan berbasis potensi lokal. Harapan kami, ke depan peternak dapat mengembangkannya dalam skala usaha mikro sehingga memberi nilai tambah ekonomi,” terangnya.

Program ini menyasar 30 peternak sapi anggota Kelompok Tani Sumber Mulyo di Dusun Solot, Desa Panaguan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Dengan bekal keterampilan baru serta pemahaman reproduksi ternak yang tepat, diharapkan para peternak bisa memperoleh keuntungan lebih besar, baik dari sektor peternakan maupun usaha sampingan.

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

expand_less
Exit mobile version