DPRD Pamekasan Gelar Sidang Paripurna HUT ke-80 RI, Dengarkan Pidato Presiden Prabowo
- account_circle Fiki
- calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
- visibility 113
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pamekasan – jatimone.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan menggelar sidang paripurna dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Jumat (15/8/2025), di ruang sidang DPRD. Sidang dihadiri pimpinan dan anggota dewan, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat daerah.
Agenda utama sidang adalah mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto, secara bersama-sama.
Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur, menyampaikan bahwa Presiden menekankan tiga poin penting dalam pidatonya: nasionalisasi aset negara yang masih dikuasai pihak swasta, penegakan supremasi hukum agar tidak ada kekuatan yang berada di atas hukum, serta ajakan bergotong royong demi mensukseskan peringatan HUT ke-80 RI.
“Secara umum, Pak Presiden meminta kita menasionalisasi aset, menegakkan supremasi hukum, serta bahu membahu mensukseskan perayaan kemerdekaan. Tiga hal ini sangat penting sebagai pijakan bersama,” ujar Ali Masykur usai sidang.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menambahkan, rapat paripurna tidak hanya berlangsung di Pamekasan, tetapi juga serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk penghormatan terhadap momentum kemerdekaan sekaligus untuk menyerap pesan kebangsaan Presiden yang dapat ditindaklanjuti di daerah.
Ali Masykur menekankan makna kemerdekaan sejati adalah kemandirian dan keberanian berdiri di atas kaki sendiri. “Kemerdekaan itu merdeka dari kungkungan orang lain, berdiri di atas kaki sendiri, dan tidak boleh terdetik oleh siapa pun selama kita berada di jalan yang benar,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata tanpa melihat jenis pekerjaan. Menurutnya, menyukai pekerjaan yang dilakukan merupakan bentuk syukur atas kemerdekaan dan akan menghasilkan kualitas pekerjaan yang baik.
“Bagi saya, merdeka itu tidak menganggur. Sekecil apa pun pekerjaan kita, harus kita senangi, karena aktivitas dan kreativitas adalah bagian dari mensyukuri kemerdekaan,” pungkas Ali Masykur.
- Penulis: Fiki
- Editor: Rosi
