Breaking News
light_mode
Trending Tags

Buah Durian Lokal “Si Boneng” Songgon Banyuwangi Dinilai Unik Tanpa Biji

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
  • visibility 129
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Buah Durian Lokal "Si Boneng" Songgon Banyuwangi Dinilai Unik Tanpa Biji
Penikmat Durian Si Boneng

Banyuwangi, Berbagai macam durian di Banyuwangi kini mulai beragam, salah satunya ada durian lokal yang tidak berbiji dan tebal yang sering di sebut Boneng kini makin diburu dan diminati banyak kalangan, kemarin. (14/03/18)

Untuk membeli durian Boneng masyarakat rela pesan dan menunggu dua hingga tiga bulan. Salah satu penjual durian Boneng, Slamet Hariyadi, 38, warga Dusun Krajan petaunan, Desa/Kecamatan Songgon, mengaku durian Boneng tersebut durian lokal. Namun, durian boneng tidak memiliki biji sama sekali. “Beda dengan durian lokal, sangat menonjol perbedaannya,” katanya.

Perbedaan yang paling menonjol, lanjutnya, bukan hanya tidak ada bijinya. Isi buahnya sangat tebal dan tekstur buah sangat lembut. Sedangkan kulit duriannya tebal seperti durian montong. “Lembut, manis, dan tidak ada pahitnya,” cetusnya.

Durian Boneng bukan nama asli. Namun karena pemilik pohon satu-satunya di Banyuwangi tersebut adalah nama panggilannya Boneng, maka durian tersebut di juluki si Boneng. “Orang-orang yang menjuluki,” ungkapnya.

Durian Boneng kini banyak diminati para wisatawan Banyuwangi. Bahkan, untuk mendapatkan durian Boneng masyarakat harus inden atau pesan terlebih dahulu. “Orang Cina dan orang asing wisatawan banyak yang pesan,” jelasnya.

Pohon durian Boneng hanya satu di Banyuwangi yaitu di wilayah Desa/Kecamatan Songgon. Pohon yang sudah ratusan tahun tersebut hanya tumbuh satu saja, bahkan pohon tersebut sudah berusia ratusan tahun. “Kira-kira sudah 113 tahun pohon tersebut tumbuh,” ungkapnya.

Dalam satu pohon durian tersebut, masih kata dia, hanya berbuah 300 buah durian saja. Namun, karena terkendala cuaca ekstrim yang mengakibatkan bunga buah durian banyak yang runtuh. “Tahun ini hanya 150 buah durian saja, sedangkan untuk harga hanya berkisar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu,” katanya.

Sementara itu salah satu penikmat durian asal Cina, Ko Ahcong mengaku untuk mendapatkan durian Boneng tersebut harus inden selama dua bulan. Kalau tidak pesan terlebih dahulu durian boneng pasti sudah banyak terjual kepada wisatawan asing. “Mending beli durian Boneng dibanding durian lokal lainnya,” kata lelaki yang berusia 57 tahun tersebut.

Ko Ahcong mengatakan, durian Boneng tersebut tidak kalah dengan durian musangking yang durian asal Malaysia. Karena buah yang sangat lembut dan tidak ada bijinya tersebut membuat penikmat durian merasa puas. “Menghabiskan satu buah durian Boneng sama saja menghabiskan 10 durian lokallokal”. ungkapnya.

Reporter: Rohman
Auditor : Taufiq

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

expand_less
Verified by MonsterInsights