Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Pengurus Ansor Jawa Tengah Minta Polri Awasi Ustadz Abdul Somad

Pengurus Ansor Jawa Tengah Minta Polri Awasi Ustadz Abdul Somad

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Senin, 10 Sep 2018
  • visibility 181
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ustad Abdul Somad

SNNet _ Pengurus Wilayah Pemuda Ansor Jawa Tengah menganggap berlebihan status Ustaz Abdul Somad (UAS) di media sosial soal intimidasi dan ancaman yang berimbas pada batalnya kunjungan dirinya ke beberapa daerah di Jawa Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Pengurus Wilayah Pemuda Ansor Jawa Tengah, yang mengirimkan surat pernyataan kepada Polri terkait rencana kegiatan Abdul Somad di Jawa Tengah.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly menegaskan apa yang dilakukan pihaknya hingga ke jajaran tingkat cabang di daerah lebih pada langkah antisipasi dan meminta pengawasan oleh Polri.

Aly menganggap ceramah yang dilontarkan Abdul Somad banyak “ditunggangi” oleh organisasi terlarang Hitzbut Tahrir Indonesia (HTI).

Terlebih dalam pola lama pergerakannya, kata Solahudin, HTI menggunakan kajian agama dan mencatut nama-nama Ulama untuk menarik massa demi kepentingan politiknya.

“Kami tidak menolak. Beberapa waktu lalu UAS di Semarang juga kami berdiam. Hanya saja, jangan sampai UAS didomplengi oleh HTI, karena pola lama mereka mencatut ulama dan kiai yang punya massa banyak. HTI sangat berbahaya karena inginnya memecah belah bangsa, mereka minoritas tapi seakan memegang kebenaran agama,” ujar Aly, Senin (3/9).

Aly meminta kepada Polri, dalam hal ini Polda Jawa Tengah, agar jeli dan detail memastikan hanya ada bendera Indonesia dan lagu Indonesia Raya yang mewarnai kegiatan Abdul Somad.

“Jangan sampai ada atribut-atribut selain bendera merah putih Indonesia dan lagu Indonesia Raya. Atribut seperti bendera, yel-yel dan kampanye biasanya yang digunakan HTI,” tambah Aly.

Menanggapi kegaduhan di media sosial soal pro-kontra tentang ceramah Abdul Somad, pihak Ansor justru meminta UAS memberikan klarifikasi. Karena menurutnya apa yang ditolak oleh netizen tentang Somad terlihat jelas dari jejak digital Somad sendiri.

“Kalau di sini ramai warga netizen menolak UAS, itu ya karena ucapan-ucapan UAS di medsos sendiri. Jadi UAS harus menanggapinya dengan memberikan klarifikasi”, kata Aly.

Abdul Somad sebelumnya mengaku mendapatkan ancaman dan intimidasi dari berbagai pihak sehingga ia memutuskan untuk membatalkan beberapa acara dakwahnya. Hal ini ia sampaikan melalui akun Instagram dan Facebooknya.

Abdul Somad mengaku tidak mau membuat beban panitia dan memengaruhi kondisi psikologis jemaah dan dirinya sendiri. Abdul Somad memilih membatalkan rencana dakwah di beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Sumber: CNNindonesia 

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Pamekasan Tangkap Pengedar dan Kurir Sabu-Sabu

    Polres Pamekasan Tangkap Pengedar dan Kurir Sabu-Sabu

    • calendar_month Rabu, 17 Jan 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone.com – Polres Pamekasan menangkap INK dalam sebuah rumah di Jalan Cokroatmojo, Parteker, Pamekasan, Jawa Timur. Ditangkapnya tersangka berasal dari Joho, Pasirian, Lumajang lantaran kepergok polisi sebagai pengedar dan kurir sabu-sabu, terkapnya terdakwa tersebut berawal dari informasi masyarakat. AKBP Jazuli Dani Irawan Polres Pamekasan mengatakan, ditangkapnya INK ini berawal dari informasi masyarakat, dari hasil […]

  • PWI Pamekasan Luncurkan Media Pengaduan 

    PWI Pamekasan Luncurkan Media Pengaduan 

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Pamekasan, Jatimone.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan meluncurkan media pengaduan bernama Media Call Center (MCC) di momen Hari Pers Nasional (HPN) di Pendapa Ronggosukowati, Rabu (7/2/2024). Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam menerangkan, bahwa lahirnya MCC ini setidaknya diorientasikan untuk tiga hal esensial. Pertama, untuk mengantisipasi potensi praktik penyimpangan kerja pers oleh oknum wartawan dan […]

  • Orasi HUT Jawa Timur, Mahfud MD : Tidak Jujur Ajur!

    Orasi HUT Jawa Timur, Mahfud MD : Tidak Jujur Ajur!

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Fiki
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Surabaya – jatimone.com – Rapat paripurna Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan oleh DPRD Jawa Timur hari ini dihadiri oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Ibu Arumi Bachsin, Forkompimda, Pimpinan DPRD, para kepala OPD Pemprov Jatim, para ketua Ormas dan tokoh masyarakat. Dalam rangkaian rapat paripurna ada sesi […]

  • PMII Pamekasan Tegas Tolak Usulan Polri di Bawah Kemendagri: Ancaman Serius Bagi Demokrasi

    PMII Pamekasan Tegas Tolak Usulan Polri di Bawah Kemendagri: Ancaman Serius Bagi Demokrasi

    • calendar_month Minggu, 1 Des 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan secara tegas menolak usulan menempatkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau bahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ketua PC PMII Pamekasan, Homaidi, menyatakan bahwa usulan tersebut merupakan ancaman serius bagi demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia. Sabtu (30/11/24). […]

  • Hidup, Tapi Dimatikan di Atas Kertas: Kisah Tragis Nenek Halima

    Hidup, Tapi Dimatikan di Atas Kertas: Kisah Tragis Nenek Halima

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Di sebuah sudut Pamekasan, seorang perempuan renta bernama Nenek Halima hanya bisa terbaring sakit. Ia bukan tidak ingin berobat, tetapi hak dasarnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan telah dirampas. Betapa kejam nasib, Nenek Halima yang masih hidup dicatat seolah sudah meninggal dunia. Namanya diubah, identitasnya dimanipulasi, bahkan akta kematian atas dirinya telah diterbitkan oleh oknum yang […]

  • Mantan DPRD Pamekasan Dari Partai PKS Pindah ke Partai PDIP

    Mantan DPRD Pamekasan Dari Partai PKS Pindah ke Partai PDIP

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Fiki
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Peta politik di Kabupaten Pamekasan, kembali bergerak dinamis. Hal ini terbukti, salah satu mantan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DPD Partai PKS Pamekasan, secara mengejutkan Keluar dari partai PKS pada pertengahan tahun 2025 dan dilantik menjadi Wakil Ketua DPD Partai PDIP Pamekasan pada bulan Desember 2025. Keputusan ini diakui Al Anwari […]

expand_less