Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketua DPRD Pamekasan Salurkan Bantuan Sembako ke Warga Terdampak Tanah Bergerak di Pasean

  • account_circle Fiki
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAMEKASAN – jatimone.com– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Ali Masykur, meninjau langsung rumah warga yang rusak akibat fenomena tanah bergerak di Dusun Paseset, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, pada Minggu (18/1/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 10 rumah warga mengalami kerusakan berat. Kerusakan meliputi retaknya dinding dan lantai rumah, serta amblesnya fondasi bangunan akibat longsor yang dipicu oleh curah hujan tinggi.

Ali Masykur mendatangi lokasi bencana untuk melihat secara langsung kondisi rumah warga terdampak. Ia menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem pada musim penghujan.

“Kunjungan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah, khususnya di tengah musim penghujan,” ujar Ali Masykur di sela-sela peninjauan.

Selain meninjau lokasi, Ketua DPRD Pamekasan tersebut juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak sebagai bentuk dukungan awal guna meringankan beban kebutuhan sehari-hari pascabencana.

Ali Masykur meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan serta BPBD Provinsi Jawa Timur untuk segera turun tangan memberikan penanganan dan bantuan kepada warga terdampak.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, masyarakat, serta para dermawan untuk bergotong royong membantu korban bencana tanah bergerak tersebut.

“Kami mengajak pemerintah daerah, masyarakat, dan para dermawan untuk bahu-membahu membantu warga yang terdampak,” ucapnya.

Selain penanganan darurat, Ali Masykur menekankan pentingnya upaya pencegahan jangka panjang, seperti reboisasi dan pemulihan fungsi lingkungan di wilayah rawan bencana.

Menurutnya, kerusakan tutupan lahan dapat meningkatkan risiko pergerakan tanah, terutama saat curah hujan tinggi.

“Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama. Jika alam terjaga, risiko bencana dapat ditekan,” pungkasnya.

  • Penulis: Fiki
  • Editor: Rosi
expand_less
Verified by MonsterInsights