Breaking News
light_mode
Trending Tags

ANTARA 10.000 WIRAUSAHAWAN BARU DAN INOVASI PERTANIAN

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
  • visibility 115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANTARA 10.000 WIRAUSAHAWAN BARU DAN INOVASI PERTANIAN

Secara umum, dalam hal pembangunan ekonomi, kedua paslon sama-sama  belum mampu menyentuh pada komoditi yang mampu menghasilkan economic leverage yang kuat.

Meskipun demikian, gagasan inovasi pertanian lebih masuk akal ketimbang penciptaan 10.000 wirausahawan baru

Kenapa lebih masuk akal ?
Inovasi pertanian adalah adalah sebuah keniscayaan,  mengingat luas kepemilikan lahan petani kita rata-rata hanya 0,25 Ha.

Kalau memakai strategi ekstensifikasi,  sudah tidak mungkin  untuk adanya peningkatan Produktifitas.
Jalan satu-satunya adalah intensifikasi  pertanian dengan mengimplementasikan inovasi teknologi pertanian.
Intensifikasi pertanian  adalah strategi paling rasional untuk luas lahan yang sudah tidak bisa diperluas lagi.
Strategi inovasi pertanian   terbukti sukses diterapkan oleh banyak negara seperti Thailand, Jepang,  bahkan Israel.
Sementara, ekstensifikasi pertanian hanya cocok diterapkan pada daerah yang memiliki lahan-lahan yang belum digarap seperti Kalimantan, Sumatera, NTB,
Pembangunan berbasis pertanian paling pas jika melihat komposisi penduduk Kabupaten Pamekasan yaitu 45 % petani, 20.34 % pedagang, 11.86 % pegawai, 9.12 %
karyawan swasta, 5.98 % nelayan, dan selebihnya 7.70
Nah, lalu bagaimana dengan gagasan 10.000 wirausahawan baru?

Tentu saja sebagai gagasan itu bagus. Tapi  sejauh mana radionalitasnya?

Angka 10.000 itu kalau dibagi per tahun, maka setiap tahun harus ada 2.000 wirausahawan baru.

Pertanyaannya bagaimana cara menumbuhkan 2.000 usahakan baru?  Tahapannya bagaimana?

Secara teori,  penumbuhan wirausahawan  baru dikenal dengan _business start up_.

_Business start up_, ada tahapan-tahapannua. Mulai inkubasi, pelatihan, penguatan modal, pendampingan pemasaran..
Jadi jika kita ingin menyiapkan  2.000 wirausahawan  baru  setiap tahun, berarti setiap tahun kita harus menyiapkan :
1) seleksi lebih dari 2.000  proposal bisnis
2) inkubasi lebih dari 2.000 proposal bisnis
3) penetapan _2.000 business start up_
4) kelas pelatihan untuk 2.000 prserta
5)  penguatan modal untuk 2.000 _business start up_
6) Pendampingan pemasaran untuk 2.000 _business start up_
Pertanyaan : mungkinkabn hal di atas bisa dilaksanakan jika kita menghitung rasio ketersediaan anggaran, rasio ketersediaan SDM?

Penulis: Johar Maknun Rasyidi

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

expand_less
Verified by MonsterInsights