Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Sistem Paruh Dua ‘Agedhu’, Warisan Budaya Ternak Sapi Warga Pademawu Timur

Sistem Paruh Dua ‘Agedhu’, Warisan Budaya Ternak Sapi Warga Pademawu Timur

  • account_circle Ahbib
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
  • visibility 351
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pamekasan – jatimone.com – Tradisi bagi hasil ternak sapi dengan sistem paruh dua atau agedhu masih bertahan di Desa Pademawu Timur, Dusun Sawahan, Pamekasan. Sistem ini bukan sekadar pola kerja sama ekonomi rakyat, melainkan juga bagian dari warisan budaya masyarakat Madura. Kondisi itu terpantau pada Jumat (19/09/2025).

Menurut tokoh masyarakat setempat, Fatillah, masyarakat Madura menyebut sistem ini dengan istilah paronan atau agedhu. Prinsipnya sederhana, keuntungan dari ternak sapi dibagi dua antara pemilik dan perawat.

“Kesepakatan biasanya dilakukan secara kekeluargaan tanpa aturan tertulis, tetapi sudah berjalan turun-temurun puluhan tahun,” jelasnya.

Dalam praktiknya, agedhu banyak diterapkan pada sapi jantan Madura. Misnadi, salah satu peternak berpengalaman, mengatakan masa pemeliharaan umumnya minimal satu tahun, meski dalam kondisi tertentu bisa lebih singkat. Ia mencontohkan kasus seekor sapi yang dibeli Rp12 juta, lalu enam bulan kemudian dijual Rp16 juta.

“Selisih empat juta itu dibagi dua, masing-masing dua juta. Selain itu, pemilik biasanya juga memberi biaya jamu bulanan antara Rp25 ribu sampai Rp50 ribu,” terangnya. Menurutnya, sapi jantan kerap dianggap sebagai usaha sampingan oleh masyarakat.

Sementara itu, pada sapi betina, sistem agedhu berfokus pada hasil reproduksi. Fatillah menjelaskan, anak sapi yang lahir akan dibagi dua antara pemilik dan perawat, sedangkan biaya inseminasi buatan biasanya ditanggung pemilik. “Kalau lahir dua anak, biasanya satu untuk pemilik dan satu untuk perawat,” katanya.

Pengalaman serupa diungkapkan Mohammad Said, peternak yang sudah puluhan tahun menjalankan sistem ini bersama keluarga dekat. Ia menilai, agedhu bukan hanya soal untung, melainkan soal kebersamaan. “Saya sudah terbiasa memakai sistem ini. Walau hasilnya tidak selalu besar, yang penting ada rasa percaya,” ujarnya.

Seiring waktu, tren beternak sapi di Pademawu Timur mengalami pergeseran. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak memelihara sapi Madura, kini sebagian beralih ke sapi silangan seperti Limousin. Misnadi menyebut perbedaan utamanya terletak pada masa pemeliharaan.

“Kalau sapi Madura cukup enam bulan sampai setahun, sedangkan Limousin bisa dua sampai empat tahun. Memang lebih lama, tapi pertumbuhannya lebih cepat dan bobotnya lebih besar,” ungkapnya. Meski demikian, kesepakatan bagi hasil tetap sama, yakni dibagi dua saat penjualan.

Bagi masyarakat Dusun Sawahan, sistem agedhu tidak hanya dipandang dari sisi ekonomi. Tradisi ini tetap dipertahankan karena mengandung nilai adat, kebersamaan, sekaligus memberi peluang bagi warga yang tidak punya modal untuk ikut beternak.

“Ini sudah jadi semacam tabungan keluarga,” tutur Fatillah.

Di tengah perubahan zaman dan tren beternak modern, agedhu masih menjadi identitas ekonomi rakyat Madura sekaligus simbol solidaritas sosial yang terus dijaga.

  • Penulis: Ahbib
  • Editor: Rosi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Forum N.G.O. Madura Bertemu Langsung Bea Cukai Jawa Timur, Bahas Nasib Rokok Lokal

    Presiden Forum N.G.O. Madura Bertemu Langsung Bea Cukai Jawa Timur, Bahas Nasib Rokok Lokal

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Fiki
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Surabaya – jatimone.com – Presiden Forum N.G.O. Madura, Zaini Wer wer, Melakukan audiensi resmi ke Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, ia Menyampaikan Aspirasi Penting terkait Nasib industri Rokok Lokal dan keberlangsungan hidup Petani tembakau madura, Beserta Nasib Para Buruh Pabrikan Rokok Lokal Ala tradisional agar ada “Pita khusus Rokok Madura kelas […]

  • Jokowi Pukul Aktivis Demonstran, Dipahlawani Kapolres Pamekasan

    Jokowi Pukul Aktivis Demonstran, Dipahlawani Kapolres Pamekasan

    • calendar_month Minggu, 3 Mar 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 184
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, mendamaikan kesalahpahaman Aiptu Joko Wiseno (Jokowi) dengan aktivis demonstran.   Jokowi dan samhari yang sempat bersitegang saat melakukan pengamananan rekapitulasi suara tingkat kabupaten di depan Gedung PKPRI Pamekasan, Jalan Raya Kemuning, Sabtu (02/03/24).   AKBP Jazuli Dani Iriawan menghadirkan langsung anggotanya, Aiptu Joko Wiseno untuk saling bersalaman dan meminta […]

  • Pemkab Pamekasan Sampaikan LKPJ 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD

    Pemkab Pamekasan Sampaikan LKPJ 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Fiki
    • visibility 93
    • 0Komentar

    PAMEKASAN – Siaranmadura – Pemerintah Kabupaten Pamekasan secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam sidang paripurna yang digelar di Pendopo Bupati Pamekasan, Senin (31/3/2026) siang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota DPRD Kabupaten Pamekasan serta para camat se-Kabupaten Pamekasan. Dalam penyampaiannya, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menekankan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan […]

  • 19 Mahasiswa Penghafal Al-Quran Asal Desa Palengaan Laok Terima Beasiswa 50 Juta dari Pemerintah Desa. Ini Harapan H. Said

    19 Mahasiswa Penghafal Al-Quran Asal Desa Palengaan Laok Terima Beasiswa 50 Juta dari Pemerintah Desa. Ini Harapan H. Said

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 221
    • 0Komentar

    PAMEKASAN, jatimone.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Palengaan Laok Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan merealisasikan Dana Desa yang diserahkan kepada 19 Mahasiswa dan Mahasiswi penghafal Al-Qur’an. Kamis, (8/2/2024). Hadir dalam acara tersebut Alim Ulama’ yang terdiri dari Pengasuh pondok pesantren dan Pembina Lembaga Tahfidz Al-Qur’an, Tokoh Masyarakat, Camat Palengaan, Kepala Kantor Urusan Agaman Kecamatan Palengaan, Babinsa Koramil […]

  • Menuju Pemilu 2024; Peran Mahasiswa Dalam Memilih Pemimpin

    Menuju Pemilu 2024; Peran Mahasiswa Dalam Memilih Pemimpin

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2024
    • account_circle jatimone
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Pamekasan – Pemilu Legislatif 2024 akan segera diselenggarakan pada tanggal 14 Februari 2024. Dalam pemilu ini, mahasiswa memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa ke depan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami pentingnya pemilihan calon legislatif (caleg) dan bagaimana cara memilih caleg yang tepat. Mahasiswa perlu memahami bahwa pemilihan caleg merupakan hal yang penting […]

  • Perangkat Desa Nyalabu Laok Pamekasan Diduga Rangkap Jadi Guru Sekolah Negeri di Sampang

    Perangkat Desa Nyalabu Laok Pamekasan Diduga Rangkap Jadi Guru Sekolah Negeri di Sampang

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle jatimone
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Pamekasan – jatimone.com – Perangkat Desa Nyalabu Laok,Kec. Pamekasan, Kabu. Pamekasan atas nama HR dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, selain sebagai Kaur Perencanaan di desa tersebut, dia juga merangkap jadi guru di SDN Rongdelem, Omben Sampang. Moh Holaluddin warga Dusun Panengkin, Nyalabu Laok menjelasakan, bahwa HR sesuai SK terbaru benar-benar sebagai perangkat, dengan nomor : 141/21/432.504.16/2022, […]

expand_less