Wakil Bupati Pamekasan Juga Merakyat, Ngopi Bareng Aktivis dan Jurnalis di Warung Pojok Bugih
- account_circle Juna
- calendar_month Senin, 20 Okt 2025
- visibility 86
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pamekasan – jatimone.com – Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, kembali menunjukkan sisi merakyatnya. Kali ini, ia terlihat duduk santai di warung pojok Bugih, berbaur dengan sejumlah aktivis dan jurnalis lokal sambil menikmati secangkir kopi sederhana, Selasa (20/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati menegaskan pentingnya membangun komunikasi terbuka dengan berbagai kalangan, termasuk insan pers dan pegiat sosial. Tanpa jarak dan tanpa protokol ketat, suasana ngopi bareng itu berlangsung hangat. Wakil Bupati bahkan tampak akrab bercengkrama, mendengarkan aspirasi sekaligus berbagi pandangan terkait isu-isu yang sedang berkembang di Pamekasan.
“Media dan aktivis adalah mitra strategis pemerintah. Kritik, masukan, dan gagasan dari teman-teman sangat dibutuhkan demi perbaikan Pamekasan ke depan,” ujarnya sambil menikmati secangkir kopi hitam.
“Kopi bukan sekadar minuman, tapi jembatan dialog. Saya ingin pemerintah hadir di tengah masyarakat tanpa sekat. Kritik dan masukan teman-teman sangat penting untuk perbaikan Pamekasan,” ucap Wakil Bupati dengan senyum ramah.

Presiden Forum N.G.O, Zaini Werwer, memberikan apresiasi kepada Wakil Bupati Pamekasan yang dinilai mampu merangkul berbagai kalangan dengan cara sederhana namun penuh makna: ngopi bareng aktivis dan jurnalis di warung pojok Bugih.
Menurut Zaini, langkah Wakil Bupati tersebut menunjukkan sikap merakyat dan keterbukaan dalam membangun komunikasi intensif. “Tidak semua pejabat mau turun langsung ke warung kopi untuk duduk bersama aktivis dan jurnalis. Ini langkah positif yang patut diapresiasi, karena membuka ruang dialog yang jujur dan apa adanya,” ujar Zaini Werwer.
Zaini Werwer aktivis dan jurnalis yang hadir pun menyambut positif langkah sederhana namun bermakna tersebut. Diskusi mengalir mulai dari isu pelayanan publik, problem petani tembakau, hingga harapan generasi muda Pamekasan. “Ini momen yang jarang terjadi. Semoga pejabat lain bisa meniru, tidak hanya duduk di kantor, tapi juga mau turun langsung mendengar,” ujar Zaini Werwer presiden Forum N.G.O. aktivis senior.
Warung pojok Bugih siang tadi menjadi saksi bagaimana pejabat daerah Wakil Bupati Pamekasan, bercengkrama bersama aktivis, dan insan pers bisa duduk satu meja, setara tanpa perbedaan. Kehangatan obrolan dan aroma kopi khas warung sederhana membuat pertemuan terasa cair namun sarat makna.
Pertemuan santai ini diharapkan dapat menjadi tradisi baru dalam membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat. Sebab, dari secangkir kopi, lahir banyak gagasan besar untuk kemajuan Pamekasan.
“Kritik dan masukan dari teman-teman jurnalis maupun aktivis bisa langsung didengar. Hal seperti ini seharusnya sering dilakukan agar pemerintah tidak terkesan menara gading yang jauh dari rakyat,” pungkasnya.
- Penulis: Juna
- Editor: Rosi
