Pemkab Pamekasan Alokasikan Rp130 Juta untuk Program Pamekasan Heritage 2025
- account_circle jatimone
- calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
- visibility 142
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pamekasan – jatimone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mengalokasikan anggaran sebesar Rp130 juta melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 untuk mendukung pelaksanaan program Pamekasan Heritage atau yang dikenal dengan sebutan Sweet (Sambang Wisata Edukasi Government). Program ini menyasar siswa jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Pamekasan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, Fathorrachman, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengenalkan situs-situs warisan budaya dan pemerintahan kepada pelajar melalui kegiatan edukatif berbasis kunjungan wisata.
“Pamekasan Heritage ini dikemas dalam bentuk kunjungan wisata edukatif yang difasilitasi oleh Pemkab Pamekasan. Program ini sudah mulai dikenalkan pada akhir 2024, dan akan direalisasikan penuh mulai tahun 2025,” ujarnya, Rabu (1/1/2025).
Tiga destinasi utama yang menjadi sasaran kunjungan siswa antara lain Museum Mandilaras, Pendopo Agung Ronggosukowati, dan Pendopo Budaya Wakil Bupati Pamekasan. Selama kegiatan, para siswa akan mendapatkan pendampingan dari pemandu wisata yang merupakan putra-putri batik Pamekasan, yang telah dibina secara khusus.
Menurut Fathorrachman, kunjungan akan dilakukan setiap pekan dengan kuota maksimal 30 siswa dalam sekali perjalanan. Para siswa akan dijemput langsung dari sekolah masing-masing dan diantar kembali setelah kegiatan selesai. Sekolah yang sudah pernah berpartisipasi akan diatur untuk tidak diikutsertakan secara berulang agar kesempatan kunjungan merata.
“Kegiatan ini bersifat gratis bagi siswa. Dalam satu tahun kami targetkan ada 48 kali kunjungan. Setiap kunjungan diarahkan oleh pemandu agar siswa lebih memahami nilai historis dan budaya lokal,” jelasnya.
Fathorrachman juga mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan banyak permintaan tambahan kuota dari sejumlah sekolah, namun keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan program ini harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
“Kalau ada tambahan anggaran, tentu akan kami perluas. Saat ini kami hanya mampu mengakomodasi 30 siswa per kunjungan karena hanya tersedia bus kecil,” tambahnya.
Ia berharap, melalui program ini, generasi muda Pamekasan bisa lebih mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas lokal yang harus dijaga.
“Pengenalan budaya sejak dini sangat penting, agar mereka merasa memiliki dan terdorong untuk terus melestarikannya di masa depan,” pungkasnya.
Program Sweet diharapkan menjadi salah satu inovasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang dapat memberikan dampak positif terhadap pelestarian budaya sekaligus memperkuat jati diri pelajar di Kabupaten Pamekasan.
