Kuliah Tamu Universitas Madura Ungkap Teknologi Reproduksi sebagai Kunci Pelestarian Sapi Madura
- account_circle Ahbib
- calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
- visibility 85
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pamekasan – jatimone.com – Upaya mempertahankan keaslian sapi Madura kembali menjadi sorotan dalam kuliah tamu bertajuk “Konservasi dan Genetic Improvement Sapi Madura Melalui Teknologi Reproduksi” yang digelar di Aula Laboratorium Bersama Universitas Madura, Kamis (20/11/2025). Puluhan mahasiswa dari berbagai angkatan hadir untuk mengikuti pemaparan ilmiah mengenai strategi penyelamatan populasi dan kualitas genetik sapi Madura di tengah meningkatnya tren persilangan oleh peternak.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Madura, Dr. Desi Kurniati Agustina, S.Pt., M.Agr., dalam sambutannya menegaskan bahwa sapi Madura bukan sekadar komoditas peternakan, tetapi merupakan warisan hidup masyarakat Madura yang memiliki nilai historis, sosial, budaya, dan ekonomi.
“Pola pikir peternak kini banyak beralih ke sapi persilangan. Karena itu, diperlukan inovasi agar populasi dan kualitas sapi Madura tetap terjaga,” ujarnya.
Memperkuat suasana akademik, Drh. Fitri Istianah, Kepala UPT Pembibitan Ternak dan Kesehatan Hewan Madura, hadir sebagai narasumber utama. Ia memaparkan bagaimana teknologi reproduksi modern mampu menjadi kunci pelestarian genetik sapi Madura tanpa menghilangkan karakteristik aslinya.
Menurutnya, konservasi kini tak bisa lagi hanya bertumpu pada metode tradisional. Teknologi seperti inseminasi buatan, transfer embrio, hingga seleksi genetik diperlukan untuk mempertahankan kemurnian sapi Madura serta meningkatkan kualitasnya secara terukur.
“Kami berharap mahasiswa semakin sadar betapa pentingnya konservasi dan pemanfaatan teknologi reproduksi untuk meningkatkan kualitas ternak,” tutur Fitri.
Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang menyoroti tantangan konservasi di lapangan, termasuk minimnya kesadaran peternak, risiko hilangnya karakter genetik, serta peluang penerapan teknologi pada usaha ternak rakyat di Madura.
- Penulis: Ahbib
- Editor: Rosi
