Ketua LP3M Soroti Munculnya Tokoh-Tokoh Baru Jelang Pilkada Pamekasan 2029
- account_circle Ros
- calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
- visibility 150
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pamekasan – jatimone.com – Meski Pemilihan Bupati Pamekasan baru akan digelar pada 2029 mendatang, dinamika politik lokal mulai menunjukkan geliat sejak dini. Sejumlah tokoh mulai bermunculan ke ruang publik dengan berbagai aktivitas sosial untuk membangun simpati masyarakat.
Ketua Lembaga Pusat Penelitian dan Pengembangan Madura (LP3M), Suroso, mengatakan fenomena tersebut tidak lepas dari kepastian bahwa KH. Kholilurrahman tidak akan kembali maju pada Pilkada Pamekasan 2029 karena telah menjabat sebagai bupati selama dua periode.
“Banyak tokoh membaca peluang sejak sekarang. Mereka tahu bahwa Pilkada 2029 akan terbuka karena KH. Kholilurrahman tidak bisa maju lagi,” ujar Suroso kepada wartawan JatimOne, Minggu (8/2/2026).
Menurutnya, pola yang digunakan para tokoh untuk mendekati masyarakat cenderung seragam, yakni melalui kegiatan sosial seperti pembagian sembako, bantuan kepada warga yang tertimpa musibah, hingga dukungan kepada anak muda berprestasi. Kegiatan-kegiatan tersebut, kata dia, hampir selalu disertai dengan publikasi yang masif melalui media sosial dan media online.
“Media TikTok dan media online sangat intens digunakan untuk mempublikasikan kegiatan mereka. Ini menunjukkan bahwa aktivitas sosial tersebut juga merupakan bagian dari investasi politik jangka panjang,” jelasnya.
Suroso menilai, di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang semakin sulit, kegiatan berbagi bantuan tersebut memang membawa dampak positif karena langsung menyentuh kebutuhan warga. Namun, sebagian masyarakat juga mulai menyadari bahwa aktivitas tersebut tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik.
“Masyarakat paham bahwa kegiatan bagi-bagi itu adalah investasi politik menuju 2029, apalagi selalu dibarengi dengan publikasi,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti fenomena lain yang dinilainya cukup menarik, yakni upaya sejumlah tokoh untuk selalu menggandeng KH. Kholilurrahman dalam setiap kegiatan sosial yang digelar. Hal itu dinilai berkaitan erat dengan basis pendukung KH. Kholilurrahman yang dikenal kuat dan fanatik.
“KH. Kholilurrahman memiliki pendukung yang sangat loyal. Dengan menghadirkan beliau di kegiatan sosial, para tokoh berharap simpati pendukung fanatiknya ikut terbangun,” kata Suroso.
Di sisi lain, Suroso mempertanyakan peran partai politik di tengah maraknya kemunculan tokoh-tokoh baru tersebut. Menurutnya, partai politik saat ini cenderung masih mengamati dinamika yang berkembang di masyarakat.
“Pimpinan partai tentu melihat siapa saja tokoh yang muncul, bagaimana aktivitasnya di publik, dan seberapa kuat logistik yang dimiliki. Ini juga menjadi tantangan ketika kader internal partai ingin maju tetapi kemampuan logistiknya terbatas,” ujarnya.
Lebih jauh, Suroso menegaskan bahwa Pamekasan dikenal sebagai daerah dengan masyarakat yang cerdas dan kritis. Karena itu, kriteria pemimpin ke depan tidak cukup hanya bermodal kekuatan finansial.
“Pemimpin Pamekasan ke depan harus berkualitas, berpendidikan tinggi, berintegritas, diterima para kiai, serta mampu mengayomi seluruh kelompok masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat Pamekasan semakin cerdas dalam menyikapi dinamika politik dan tidak mudah terbuai oleh aksi bagi-bagi bantuan semata.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama para kiai, tokoh masyarakat, dan akademisi untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak terus-terusan terjebak dalam politik amplop dan sembako,” pungkas Suroso.
- Penulis: Ros
- Editor: Fik
