Deklarasi Anti HTI, Saat Seminar “Bahaya Laten Hizbut Tahrir Indonesia”
- account_circle jatimone
- calendar_month Kamis, 1 Nov 2018
- visibility 90
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Malang, SNN – Seminar nasional yang diadakan oleh PCNU Malang dihotel Radho syariah Sengkaling Dau, Rabu (31/10)
Tema yang diusung adalah “Bahaya Laten Hizbut Tahrir Indonesia”, acara ini juga didukung oleh elemen pemerintah yaitu kapolres Malang dan juga sekaligus memberikan sambutan pada acara ini.
Dalam sambutannya kapolres Malang AKBP Yade Setiawan menyampaikan bahwa HTI yang menyusup di Malang (khususnya dikampus-kampus) karena memang sasaran utamanya adalah para mahasiswa, sekitar 200-an anggota. Itupun sembunyi-sembunyi, katanya.
Bukan hanya pihak eksekutif saja yang menolak Partai politik ini (HTI) Arema pun juga demikian menolak dengan tegas juga ikut bergabung dengan aktivis NU. Zulham Akhmad Mubarrok (pengamat terorisme, koordinator NU Cyber Toops) sebagai pemantik diskusi, juga memaparkan bahwa sebenarnya HTI merupakan jaringan terorisme yang berhubungan dengan ISIS.
Dipenghujung seminar, pemateri dan peserta melakukan Deklarasi penolakan terhadap HTI, isi kalimatnya demikian:
DEKLARASI ANTI HTI
Kami masyarakat bumi Arema menolak HTI di bumi Arema yang cinta damai serta tidak mau dipecah belah.
1) Kami menolak penyebaran hoax dan ajaran kebencian karena merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
2) Kami akan membiasakan klarifikasi atau tabayun terhadap setiap informasi yang diterima. Terutama menyangkut masalah kebangsaan.
3) Kami menyatakan bahwa NKRI sudah final dan menolak berkembangnya faham HTI yang bertentangan dengan pancasila
Demikian.
Penulis: Andi
Editor: SNN

