Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kopri PC. PMII Kecewa Atas Tontonan Tarian Erotis Di Gedung Pemda Banyuwangi

  • account_circle jatimone
  • calendar_month Selasa, 3 Apr 2018
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kopri PC. PMII Kecewa Atas Tontonan Tarian Erotis Di Gedung Pemda Banyuwangi
Tarian Erotis
Di Gedung Wanita Pemda Banyuwangi

Banyuwangi, Jatimtarget.com _ Tarian erotis yang dapat disebut tontonan senonoh ramai di media sosial, pemberitaan bahkan di youtube bertebaran saat ajang pameran mobil modifikasi di gedung wanita milik pemerintah daerah (Pemda) Banyuwangi pada minggu (01/04) hingga membuat ketua PC.  Kopri PMII terguncang. (03/03)

Fina Mawadah Ketua Kopri PC. PMII kabupaten Banyuwangi menyatakan kepada suaranusantara.net “tarian striptis yang terjadi dibanyuwangi sungguh memalukan dan itu bukan kecolongan tetapi kesalahan pemerintah daerah (pemda) banyuwangi, karena peminjaman tempat publik tentunya ada standarisasinya”.

Kekhawatiran Fina dengan terselenggaranya acara yang tidak pantas dan tidak seharusnya dilaksanakan di gedung wanita Jl. R.A Kartini jelas mencoreng nama baik banyuwangi yang kita kenal dengan kota pariwisata berbasis kebudayaan lokal.

“Pemerintah Daerah (Pemda) harus menindak tegas atas peristiwa yang telah mencoreng nama baik banyuwangi supaya tidak terjadi lagi  acara yang serupa dan tidak pantas diselenggarakan apalagi dipertontonkan kepada khalayak”. Ungkapnya

Kepada suaranusantara.net, Fina mengaku kaget dan terguncang hatinya setelah dapat informasi tentang tari erotis digedung perempuan, kemudian di cek di internet ternyata sudah banyak pemberitaan tentang tontonan yang tidak bermoral itu.

Dia mengaku sangat kecewa dengan acara yang di bumbui goyangan oleh para perempuan sambil membuka aurat, berliuk-liuk memperlihatkan kemolekan tubuhnya, hal tersebut sangat tidak pantas dan sebenarnya tidak harus terjadi apalagi di gedung milik pemda yang kemudian membuat banyuwangi yang harus terkenal dengan tarian tersebut, saya sebagai perempuan dan atas nama Kopri betul-betul kecewa karena kegiatan tersebut memalukan. Ucapnya dengan berapi

“Bulan April adalah bulan kelahiran R.A Kartini yang merupakan sosok pahlawan perempuan, kok bisa ada kegiatan yang di bumbui tari erotis di gedung wanita jangan-jangan kegiatan tersebut disengaja untuk mencoreng nama baik Banyuwangi dan saya berharap kepada DPRD Banyuwangi kalau belum ada peraturan yang mengikat segera dibuatkanlah Perda supaya tidak ada lagi kejadian yang saya mengecewakan”. Tambahnya

Penulis: Usman
Editor: Taufiq

Penulis

Portal Terdepan Jawa Timur

expand_less
Verified by MonsterInsights