Ketua DPRD Pamekasan Tekankan Peran Pesantren dalam Inovasi Ilmu Pengetahuan
- account_circle Fiki
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_131072
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pamekasan – Jatimone.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Ali Masykur, menekankan pentingnya peran pesantren sebagai penggerak lahirnya inovasi ilmu pengetahuan.
Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri Wisuda XIX Pesantren Darul Ulum II Baled Dhaja (Dubaja) Islamic Boarding School (Ibos), Selasa (3/2/2026), di Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan.
Kegiatan wisuda itu diikuti sebanyak 165 santri, terdiri atas 79 santri putra dan 86 santri putri. Para santri berasal dari berbagai program pendidikan, mulai dari Tahfidzul Quran, Maktubah, Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal (MDTA), Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), hingga Sekolah Tarbiyatul Muta’allimin (STM).
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut menyampaikan bahwa tata kelola pendidikan pesantren yang tertib dan adaptif menjadi bagian penting dalam melahirkan inovasi ilmu pengetahuan dari kalangan santri. Menurutnya, inovasi harus berjalan seiring dengan nilai-nilai dasar kepesantrenan.
Ia menambahkan, proses pendidikan di pesantren harus tetap menjunjung tinggi adab dan tradisi. Dengan demikian, inovasi yang dilakukan dapat berjalan berdampingan dengan keteladanan, sehingga melahirkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing.
“Semoga Dubaja Ibos selalu mampu menjawab tantangan zaman serta terus menghadirkan ilmu-ilmu yang terbarukan,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.
Sebagai alumni Dubaja Ibos, Ali Masykur menilai pesantren memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, ia mendorong adanya sinergi yang kuat antara pesantren dan pemerintah daerah, khususnya dalam pemenuhan layanan dasar bagi santri, seperti akses tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung lainnya.
“Pesantren boleh berada di pinggiran, tetapi kualitas ilmunya harus berada di garis depan. Inilah wajah pesantren masa depan yang harus terus kita dukung,” tegasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pesantren Dubaja Ibos, Kiai Abdus Salam, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan di pesantren tersebut terus diupayakan agar sejalan dengan perkembangan zaman. Ia berharap dukungan dari seluruh pihak agar berbagai program yang dijalankan dapat mencapai target yang diharapkan.
“Kalau hari ini masih sama dengan hari kemarin, itu pertanda kita rugi,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Dubaja Ibos tidak lepas dari perjuangan dua tokoh pendiri Pesantren Baled Dhaja, yakni almarhum Kiai Sholihuddin dan almarhum Kiai Usman.
“Perjuangan keduanya sangat terasa dengan terus istiqamahnya Dubaja Ibos sampai saat ini,” imbuhnya.
Untuk diketahui, kegiatan wisuda tersebut dihadiri ratusan santri, wali murid, serta tokoh masyarakat. Hadir di antaranya Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur, serta sejumlah anggota legislatif lainnya.
- Penulis: Fiki
- Editor: Rosi
